Pages

Sunday, January 2, 2011

4 Bunga Paling Unik Di Dunia

1. Rafflesia Arnoldi


Tanaman parasit ini memiliki kelopak terbesar di dunia, yang dapat mencapai garis tengah 1 meter. Bunga ini berwarna cerah, dengan bintik bintik putih.

Bau bunga ini busuk dan memiliki bagian tengah seperti mangkuk yang mampu menampung sekitar 5-6 liter cairan. Bunga ini tidak memiliki daun, batang atau akar sama sekali. Hanya tumbuh menumpang di akar pohon inangnya. Bunga ini ternyata native Indonesia lho!


2. Dracunculus Vulgaris




Bunga yang biasanya tampil dengan bau harum, kali ini berbeda sekali. Baunya seperti daging yang busuk terendam di air, dengan bagian tengah bunga yang berwarna hitam keunguan, yang dikelilingi oleh kelopak berwarna kemerahan.


3. Amorphophallus



Secara harfiah, arti dari kata ini adalah "penis tanpa bentuk". Nama ini berasal dari bagian spadix (bagian tengah bunga) yang tampil seperti bentuk penis yang tegak berdiri.


4. Hydnora Africana




Bunga dengan warna kulit ini adalah tanaman parasit yang akan menyerang akar tanaman semak di daerah kering di padang pasir Afrika Selatan.

Bunga yang mekar dengan bau menyengat ini memang bertujuan untuk menarik serangga, terutama kumbang yang biasanya memakan bangkai hewan busuk.

sumber: http://jelajahunik.blogspot.com/2010/12/4-bunga-paling-unik-di-dunia.html

Menanam Jeruk Nipis Yang Mudah


KOMPAS.com - Jeruk nipis memiliki banyak khasiat. Selain untuk penyedap pada berbagai jenis masakan, jeruk juga bisa dibuat obat. Misalnya, dicampur dengan kecap manis untuk menyembuhkan batuk. Karena kegunaannya itulah, banyak orang memilih menanam jeruk nipis sendiri di pekarangan rumah. Toh, tanaman ini tidak sulit dikembangbiakkan. Anda ingin juga menanam jeruk nipis? Ini caranya:

1. Bibit jeruk nipis dapat dikembangbiakkan dengan biji, sambung pucuk (okulasi), atau cangkok.

2. Tebarkan biji jeruk nipis tua ke permukaan pot yang tanahnya sudah digemburkan. Siram dua hari sekali. Hati-hati, jangan sampai airnya terlalu banyak. Biarkan kurang lebih dua bulan, sampai tumbuh tunas baru.

3. Pindahkan tunas bibit jeruk nipis ke pot atau polibek dengan diameter 20-25 cm. Letakkan di area yang terkena sinar matahari.

4. Setelah tingginya mencapai 50 cm, pindahkan ke pot atau polibek besar yang berisi campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang, siram. Letakkan di halaman yang terkena sinar matahari.

5. Jika ingin menanam di tanah, pilih area yang terkena sinar matahari. Gali tanah sedalam 25 cm (tergantung panjang akar), diamkan tanah galian selama 3-4 hari agar kadar asamnya berkurang. Tanam bibit tersebut ke dalam tanah, tutup lubang dengan tanah dan beri pupuk kandang. Siram.

(Melati/Majalah Sekar)

Saturday, January 1, 2011

Tanaman Kehutanan Jenis Jati (Tectona grandis)


Jati dan gmelina berasal dari famili yang sama yaitu Verbenaceae. Daerah penyebaran tumbuhan tropis ini meliputi India, Birma, Thailand, dan Vietnam. Di Indonesia tanaman ini banyak dijumpai di pulau Jawa, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat (Sumbawa), Maluku, dan Lampung.

Jati dapat tumbuh baik pada tanah yang sarang yang banyak mengandung kapur. Selain itu tanaman ini juga tumbuh di daerah yang memiliki musim kering yang nyata (3-5 bulan kering) , curah hujan rata-rata 1 250 –2 500 mm/tahun dengan ketinggian kurang dari 700 m dpl.

Tinggi pohon dapat mencapai 45 m dengan panjang batang bebas cabang 15-20 m dan diameternya mencapai 220 cm. Bentuk batang umumnya bulat dan lurus, kulit kayu agak tipis dan beralur. Pohon jati berbunga pada bulan Oktober-Juni kemudian buah masak pada bulan Juli-Desember. Dalam tiap kg biji kering mengandung 1 500 butir atau 416 butir per liter.

Jamur-jamur Raksasa Dari Mexico




Orang-orang Meksiko sepertinya punya rahasia khusus memelihara jamur raksasa, atau mungkin hanya karena kondisi lahan tumbuhnya yang bagus, atau hanya keberuntungan saja mendapatkan jamur supergede ini. Jamur ini ditemukan di sebuah kebun kopi di Chiapas, Meksiko pada bulan Juni 2007. Panjangnya 2 kaki dengan berat 44 ponds, ini lebih gede dari seorang anak laki-laki.


Seorang ahli bilogi Meksiko Rene Andrade mengambil gambar ini di sebuah kebun kopi di Meksiko juga. Hal ini membuat entusias-entusias asal Czech Republic melakukan ekspedisi ke negara bagian Amerika Tengah ini untuk melakukan penelitian.


Di bawah ini ada gambar menarik yang menampilkan jamur Mycena chlorophanos yang tumbuh di sebuah pohon.


Jamur-jamurnya seperti memanjat ke atas pohon hingga puncaknya dan ternyata jamur-jamur ini seperti bercahaya. Cahaya itu disebabkan oleh reaksi biokimia yang sama yang terjadi pada bakteri, ikan, dan lalat api. Biasanya ditemukan di hutan-hutan hujan Australia.

Sayang, belum diketahui apakah jamur-jamur raksasa dan unik ini juga ada di Indonesia. Penulis yakin ada, hanya saja belum terdokumentasi dengan baik, apalagi di Indonesia hutan tropisnya sangat luas dan diakui dunia keanekaragaman hayatinya.

sumber: http://juandry.blogspot.com/2010/01/jamur-jamur-raksasa.html

Tanamlah Tanaman Sekarang Juga

Menanam tumbuhan atau tanaman disekitar lingkungan kita adalah suatu bentuk kecintaan diri kita terhadap kelestarian alam. Kita memanglah belum mampu jika harus disuruh membeli bibit jati 1000 biji, lalu kita tanam pada hutan-hutan yang gundul di seluruh Indonesia. Tapi jika kita hanya menanam beberapa tumbuhan di sekitar lingkungan kita, saya rasa hal itu tidaklah sulit dan bisa dibilang mudah. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk kecil kita peduli terhadap lingkungan sekitar. Jika kita untuk sementara ini hanya mampu mencintai kelestarian alam lewat hal-hal kecil semacam itu, mengapa tidak kita lakukan ? Toh semua yang besar berawal dari yang kecil :D . Jadi ayo kita tanam berbagai tumbuhan di lingkungan sekitar kita dalam rangka untuk melestarikan alam

 

Sample text

Sample Text

Sample Text