Pages

Tuesday, September 27, 2011

Tips Perawatan Rutin Ikan Arowana:


Perawatan Rutin Arowana:
Pemeliharaan Air:
  1. Cek kebersihan media filter, meliputi tapas, biofoam, zeolit, karbon aktif
  2. Ganti air ¼ dengan air baru yg telah diendapkan dan di aerasi (pemberian gelembung)
  3. Buang kotoran ikan/feces dari akuarium
  4. Buang sisa pakan ikan yg tidak termakan dari akuarium
  5. Lakukan pengecekan secara berkala suhu air akuarium dengan suhu air di tempat penampungan.
  6. Berikan aerasi/gelembung udara yg cukup pada tempat penampungan air
  7. Selalu bersihkan kaca akuarium sehingga tidak berkerak dan berlumut
  8. Periksa secara berkala semua peralatan akuarium apakah masih dapat berfungsi dengan baik (filter, aerator, selang aerasi, power head, heater, lampu akuarium dll)
Tips pemeliharaan Air:
  1. Beda suhu air akuarium dengan air penampungan jangan terlalu jauh melebihi 1°C karena dapat mnyebabkan ikan sakit atau stress.
  2. Masukkan air pengganti ke akuarium secara perlahan jangan terlalu deras karena dapat menyebabkan ikan stress.

Pemberian Pakan Ikan:

  • Pemberian pakan arowana dapat berupa jangkrik, kelabang, super worm (ulat jerman), udang air tawar, cicak, kodok dll
  • Pemberian pakan disesuaikan dengan ukuran ikan arowanaArowana ukuran 12-20 cm dapat diberikan jangkrik 4-5 ekor dst. Apabila ada keraguan dalam pemberian pakan dapat menghubungi proshop shelookREDterdekat.

Tips Pemberian Pakan:

  • Pemberian pakan arowana jangan berlebih karena dapat mengakibatkan ikan kehilangan nafsu makan atau stress.
  • Potong kaki jangkrik bagian belakang sebelum pemberian pakan ke ikan. Begitu pula dengan pakan yg lain selalu buang bagian tubuh yg tajam sebelum pemberian pakan ke arowana.
  • Pemberian pakan arowana sedikit namun sering sangat dianjurkan karena dengan demikian arowana selalu memiliki nafsu makan.
Kesehatan Ikan:

  • Amati perilaku dan fisik ikan, jika ada perubahan dari sebelumnya seperti tidak nafsu makan, berdiam diri/pasif, ekor rusak, menggosok-gosokkan badan ke dasar akuarium, warna ikan pudar dll segera hubungi proshopshelookRED.
  • Jangan biarkan terlalu lama jika diketahui adanya penyakit. Jangan coba atasi sendiri segera hubungi proshopshelookRED untuk konsultasi dan mendapatkan solusi.
  • Berikan obat dengan dosis yg tepat dalam hal pengobatan penyakit ikan. Dokter hewan dari shelookRED akan membantu memberikan solusi kepada customer.
  • Berikan multivitamin ikan secara berkala agar ikan terlihat sehat, aktif dan intensitas warna optimal.
Pengobatan Ikan:

  • P3K saat ikan terlihat sakit gunakan heater dengan suhu max 33°C dengan pemberian garam ikan 20 gram/100 liter air. Agar suhu akuarium dapat terkontrol dengan baik perlu ditambahkan thermometer.
  • Jika selama 2 hari ikan semakin buruk keadaanya segera hubungi proshop shelookRED terdekat dan minta segera diadakan kunjungan on call (syarat dan ketentuan berlaku.
Tips Kesehatan Ikan:

  • Jangan gunakan heater apabila ikan tidak dalam keadaan sakit.
  • Selalu amati suhu thermometer agar tidak lebih dari 33°C.
  • Bila suhu thermometer diatas 33°C kurangi suhu heater secara perlahan (listrik heater dilepas) dan jangan lepas heater secara mendadak karena dapat menyebabkan ikan stress.
  • Tidak disarankan untuk menambah air baru untuk menurunkan suhu akuarium karena dapat menyebabkan ikan sakit dan stress.
Perawatan Eksterior Akuarium:

  • Selalu membersihkan dengan kain halus kaca akuarium bagian luar setiap hari agar tidak tampak kusam.
  • Kabinet akuarium dari kayu multiplek/teakwood disarankan selalu dalam keadaan kering mengingat jenis kayu ini gampang rusak jika terlalu sering terkena air.

Monday, September 26, 2011

Penyakit Yellowhead Pada Udang :

Penyebab : Yellow Head Virus (YHD), corona-like RNA virus (genus Okavirus, family Ronaviridae dan ordo Nidovirales)

Bio – Ekoloi Patogen :
  • Krustase yang sensitif terhadap infeksi virus ini antara lain: Penaeus monodon, P. merguensis, P. semisulcatus, Metapenaeus ensis, Litopenaeus vannamei, dll.
  • Udang windu merupakan jenis udang yang sangat sensitif, pada kasus akut dapat mengakibatkan kematian hingga 100% dalam tempo 3.5 hari sejak pertama kali gejala klinis muncul.
  • Penularan terjadi secara horizontal melalui air atau kanibalisme terhadap udang yang sedang sakit atau pakan yang terinfeksi virus.
  • Post larvae (PL) udang windu berumur < 15 hari relatif resisters terhadap infeksi virus ini dibandingkan dengan PL yang berumur 20-25 hari atau juvenil.
  • Secara molekuler (sequencing DNA) dari produk reverse-transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) virus yellow head memiliki kemiripan dengan gill-associated virus (GAV), meskipun berbeda jenis atau strain.

Gejala Klinis
  • Juvenil udang berukuran antara 5-15 gram memiliki nafsu makan yang tinggi (abnormal) selama beberapa hari, untuk selanjutnya berhenti (menolak) makan secara tiba-tiba.
  • Sekitar 3 hari setelah menolak makan, mulai terjadi kematian massal
  • Udang yang sekarat berkumpul di dekat permukaan air atau ke sisi pematang kolam/tambak
  • Insang berwarna putih, kuning atau coklat
  • Cephalothorax berwarna kekuningan, sedangkan bagian tubuh lain berwarna pucat

Penyakit ini dapat menimbulkan kematian massal dalam waktu 2-4 hari

Diagnosa :
Polymerase Chain Reaction (PCR)

Pengendalian :
  • Gunakan benur yang benar-benar bebas YHV/SPF
  • Menjaga status kesehatan udang agar selalu prima melalui pemberian pakan yang tepat jumlah dan mutu
  • Menjaga kualitas lingkungan budidaya agar tidak menimbulkan stress bagi udang
  • Lakukan pemanenan di tambak/kolam pada saat terjadinya serangan penyakit, pemanenan dini tidak dapat mengurangi tetapi hanya mengeliminasi kerugian ekonomi.
  • sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan, 2010

Sunday, September 4, 2011

Cara Membasmi Hama Kutu Putih

Tanaman anda terserang hama kutu putih ? tidak usah bingung. Berikut ada cara sederhana tetapi cukup manjur untuk membasminya. Cukup dengan ramuan sederhana campuran air, sabun colek, minyak tanah, dan pestisida.

Caranya ?
Ambil sabun colek satu sendok makan lalu larutkan dalam kaleng susu bekas ukuran 900 gram. Gunakan air bersih sebanyak setengah kaleng susu tersebut.
Tambahkan minyak tanah (kerosene) sebanyak seperempat dari kaleng tersebut. Perbandingan air dan minyak tanah adalah 2:1

Tambahkan pestisida, kalau tidak punya bisa diganti dengan cairan pembunuh serangga atau nyamuk, cukup 2 sendok makan saja. Campur dan aduk ramuan tadi hingga membentuk emulsi dan sabun tidak menggumpal dan berbusa lagi. Hasil akhirnya kurang lebih seperti air sisa cucian beras.

Masukkan cairan kedalam botol sprayer plastik (bisa dibeli di supermarket). Selanjutnya, tinggal semprotkan ke tanaman yang diserang kutu putih. Terutama bagian
bawah daun dimana hama kutu putih berkumpul. Jangan lupa, gulma sekitar tanaman harus disemprot juga agar menghindari serangan hama tersebut di kemudian hari.
 

Sample text

Sample Text

Sample Text