Pages

Tuesday, May 10, 2011

Cara Menanam Jambu Biji

Jambu biji adalah salah satu tanaman buah jenis perdu, dalam bahasa Inggris disebut Lambo guava. Tanaman ini berasal dari Brazilia Amerika Tengah, menyebar ke Thailand kemudian ke negara Asia lainnya seperti Indonesia. Hingga saat ini telah dibudidayakan dan menyebar luas di daerah-daerah Jawa. Jambu biji sering disebut juga jambu klutuk, jambu siki, atau jambu batu. Jambu tersebut kemudian dilakukan persilangan melalui stek atau okulasi dengan jenis yang lain, sehingga akhirnya mendapatkan hasil yang lebih besar dengan keadaan biji yang lebih sedikit bahkan tidak berbiji yang diberi nama jambu Bangkok karena proses terjadinya dari Bangkok.

Sentra Penanaman

Jambu biji dibudidayakan di negara-negara seperti Jepang, Malaysia, Brazilia dan lain-lain. Di Indonesia, Pulau Jawa merupakan sentra penanaman buah jambu terbesar antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Sentra produksi yang lain adalah Sumatera dan Kalimantan. Pada tahun-tahun terakhir ini jambu biji telah berkembang dan kemudian muncul jambu Bangkok yang dibudidayakan di kota Kleri, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Jenis Tanaman

Dari sejumlah jenis jambu biji, terdapat beberapa varietas jambu biji yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomisnya yang relatif lebih tinggi diantaranya:
  1. Jambu sukun (jambu tanpa biji yang tumbuh secara partenokarpi dan bila tumbuh dekat dengan jambu biji akan cenderung berbiji kembali).
  2. Jambu bangkok (buahnya besar, dagingnya tebal dan sedikit bijinya, rasanya agak hambar). Setelah diadakan percampuran dengan jambu susu rasanya berubah asam-asam manis.
  3. Jambu merah.
  4. Jambu pasar minggu.
  5. Jambu sari.
  6. Jmabu apel.
  7. Jambu palembang.
  8. Jambu merah getas.

Manfaat Tanaman
  1. Sebagai makanan buah segar maupun olahan yang mempunyai gizi dan mengandung vitamin A dan vitamin C yang tinggi, dengan kadar gula 8%. Jambu biji mempunyai rasa dan aroma yang khas disebabkan oleh senyawa eugenol.
  2. Sebagai pohon pembatas di pekarangan dan sebagai tanaman hias.
  3. Daun dan akarnya juga dapat digunakan sebagai obat tadisional.
  4. Kayunya dapat dibuat berbagai alat dapur karena memilki kayu yang kuat dan keras.

SYARAT PERTUMBUHAN

Iklim
Dalam budidaya tanaman jambu biji angin berperan dalam penyerbukan, namun angin yang kencang dapat menyebabkan kerontokan pada bunga.
Tanaman jambu biji merupakan tanaman daerah tropis dan dapat tumbuh di daerah sub-tropis dengan intensitas curah hujan yang diperlukan berkisar antara 1000-2000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun.
Tanaman jambu biji dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 23-28 derajat C di siang hari. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kerdil), yang ideal musim berbunga dan berbuah pada waktu musim kemarau yaitu sekitar bulan Juli-September sedang musim buahnya terjadi bulan Nopember-Februari bersamaan musim penghujan.
Kelembaban udara sekeliling cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah dan sedang. Apabila udara mempunyai kelembaban yang rendah, berarti udara kering karena miskin uap air. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu bij.

Media Tanam
Tanaman jambu biji sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah.
Jambu biji dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta banyak mengandung unsur nitrogen, bahan organik atau pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir.
Derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman lainnya, yaitu antara 4,5-8,2 dan bila kurang dari pH tersebut maka perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu.

Ketinggian Tempat
Jambu biji dapat tumbuh subur pada daerah tropis dengan ketinggian antara 5-1200 m dpl.

Buah-Buahan dari Cina Semakin banyak ke Indonesia

Pada triwulan I-2011 ini, impor buah-buahan, terutama untuk jenis jeruk mandarin dan pir dari China, semakin merajalela.

Pada triwulan I-2011 ini, impor buah-buahan, terutama untuk jenis jeruk mandarin dan pir dari China, semakin merajalela. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor jeruk mandarin pada Januari-Maret 2011 senilai 85.352.866 dollar AS. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, nilai impor jeruk mandarin masih sebesar 68.103.952 dollar AS. Itu berarti impor jeruk mandarin triwulan I-2011 melonjak sekitar 25,32 persen dibandingkan dengan triwulan I-2010.

Kondisi yang sama terjadi pada impor buah pir. Bahkan, kenaikan nilai impor pir jauh lebih tinggi ketimbang jeruk mandarin. Masih merujuk data BPS, impor pir pada Januari-Maret 2011 senilai 30.392.987 dollar AS. Nilai ini melonjak 168,56 persen dibandingkan dengan Januari-Maret 2010 yang senilai 11.317.116 dollar AS.

Ketua Asosiasi Eksportir Sayuran dan Buah Indonesia (AESBI) Hasan Widjaja mengaku tidak terlalu kaget dengan kenaikan nilai impor buah dari China. Menurut dia, buah-buahan China memang memiliki banyak keunggulan, seperti harga yang lebih rendah dan ketersediaan pasokan yang melimpah. Jeruk mandarin dari China, misalnya, bisa dijual ke konsumen dengan harga Rp 17.000 per kilogram. Bandingkan dengan jeruk medan atau jeruk pontianak yang dijual lebih mahal, yaitu Rp 20.000 per kilogram. "Para pedagang otomatis memilih jeruk impor," ungkapnya kepada KONTAN, Rabu (4/5/2011).

Ketersediaan pasokan buah impor dari China juga menjadi penyebab lainnya. China sudah memiliki kawasan produksi buah-buahan dan sayuran yang memadai, baik dari sisi luas maupun teknologi penanamannya. Efeknya, mereka bisa memproduksi buah-buahan dan sayuran terus-menerus sepanjang tahun tanpa harus terhambat masalah cuaca.

Kondisi sebaliknya menimpa buah-buahan Indonesia. Produksi buah-buahan di beberapa daerah sering mentok akibat cuaca buruk. Indonesia juga tidak memiliki kawasan khusus yang dijadikan lumbung produksi buah. Akibatnya, saban tahun produksi buah-buahan lokal terus berfluktuasi sepanjang tahun. "Pedagang jelas tidak mau kalau pasokannya tidak menentu," kata Hasan.

Meski begitu, Hasan mengakui ada beberapa jenis buah yang memang harus diimpor karena Indonesia tidak memilikinya, seperti pir. Di sisi lain, permintaan pir dari masyarakat terus meningkat. Imbasnya, untuk memenuhi kebutuhan itu, impor merupakan jalan satu-satunya. "Pir memang tidak ada di Indonesia. Mau bagaimana lagi, impor harus dilakukan," ujarnya.
situshijau.co.id

Sementara itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan harus lebih bijak dalam melihat impor buah dari China. Menurut dia, Indonesia belum memasuki skala ketergantungan pada buah-buahan impor dari China. Namun, impor itu kebanyakan untuk jenis-jenis tertentu yang tidak ada di Indonesia. "Kalau permintaan ada, sementara pasokan tidak ada, impor bukan sesuatu yang salah," ungkap Mari dalam keterangan pers
situshijau.co.id

Sunday, May 8, 2011

Budidaya Buah Naga

Pembudidayaan buah naga untuk usaha produksi dilakukan dikebun. Untuk menghasilkan produksi yang maksimal tentu saja harus dengan persiapan yang matang, perawatan yang baik dan penanggulangan gangguan penyakit yang tepat. Berikut ini kegiatan pembudidayaan diulas secara lengkap :

Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah adalah faktor penting yang harus diperhatikan agar tanaman buah naga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Perakaran buah naga memerlukan tanah yang gembur karena perakarannya merayap dipermukaan tanah, apabila tanah terlalu keras atau liat, akar tidak bisa tumbuh baik pada tanah.

Sebelum digemburkan sebaiknya tanah dibersihkan dari gulma dan rerumputan untuk menghindari penyakit. Setelah itu tanah digemburkan dengan mencangkul sedalam satu cangkulan dengan dibolak-balik. Setelah itu dibuat lubang-lubang tanam sesuai dengan cara tanamnya apakah menggunakan system panjatan tunggal atau sistem kelompok

Pada sistem panjatan tunggal pengolahan tanah hanya dilakukan disekitar lubang tanam saja, berbeda dengan sistem kelompok pengolahan tanah dilakukan pada seluruh alur barisan tempat penanaman.

Media tanam untuk panjatan tunggal menggunakan campuran tanah galian diberi pasir sekitar 5 kg, bubuk bata merah 5 kg, pupuk kandang kering 10 kg dan dolomit 300 g kemudian dicampur sampai merata.

Pada model sistem tanam berkelompok untuk setiap alur sepanjang 4 m media tanamnya yaitu pasir 8 kg, pupuk kandang 20 kg dan bisa ditambahkan bubuk bata merah sebanyak 10 kg apabila tanah terlalu porous. Jika tidak menggunakan bubuk bata merah , jumlah pupuk kandang ditambahkan 10 kg lagi jadi total 30 kg. Ditambah dolomit yang mengandung magnesium sebanyak 600g. Bahan-bahan tersebut dicampur merata pada tanah galian.

Setelah penyiapan media tanam selesai kemudian disiram dan biarkan terkena matahari sampai kering. Pengeringan ini bertujuan agar tanah terbebas dari racun dan penguapan lain.

Sistem Pengairan
Untuk sistem pengairan pada lahan disesuaikan dengan kondisi lahan, system cara tanamnya, dan pengadaan sumber air yang ada disekitar lahan. Bisa menggunakan cara pengairan tradisional yaitu system leb yaitu menggunakan parit sedalam 20 cm yang dibuat disekitar barisan tanaman. Atau juga bisa menggunakan system pengairan pipa yang dibuat sedemikian rupa untuk mengalirkan air pada seluruh tanaman.

Penanaman Pada Lahan
Penanaman bibit lahan tanam yang harus diperhatikan adalah kedalaman yang terlalu dalam malah akan menghambat pertumbuhannya. Kedalaman penanaman adalah 20% dari panjang bibit. Misal bibit yang mau ditanam berukuran panjang 50-80 cm maka kedalamannya sekitar 10-15 cm. Sebelum ditanam sebaiknya bibit setek diolesi Ridomil sebanyak 40 g yang dicampur dengan 1 liter air untuk mencegah kebusukan pada pangkal batang setek. (Sumber: http://www.buahnaga.us)

Friday, May 6, 2011

Padi Organik Tahan Gempa

RACHMAT Tobadiyana ingat betul kejadian gempa besar di Bantul, yogyakarta, empat tahun silam.

�PADI Pandan Wangi yang ditanam di lahan 25 ha itu baru berumur dua minggu,� ujar kepala Dusun Serut, Desa Palbapang, Kecamatan Bantul, itu. Akibat gempa, tanaman padi di desanya terbengkalai selama sebulan. Saat Rachmat dan warganya kembali, tanaman padi organik itu tak sedikit pun terganggu. Malah 90 hari kemudian dipanen 180 ton padi organik.

Selama ditinggalkan, sawah-sawah itu tidak disiangi seperti yang biasa dilakukan saat padi menginjak umur 3-6 minggu. �kami tidak mungkin melakukannya karena masih tinggal di tenda pengungsian,� ujar Rachmat yang menyebutkan hanya 17 dari sekitar 400 rumah di dusun itu utuh sendiri. Karena gempa, sistem irigasi juga lumpuh sehingga areal sawah kekeringan.

Ajakan Bupati Bantul Idham Samawi untuk kembali ke sawah agar sistem perekonomian lokal berjalan lagi, mendorong warga kembali mendatangi sawah yang tampak kekeringan dan penuh gulma. �tanaman tetap tumbuh bagus bahkan panen per hektar rata-rata 7,2 ton, � kata Rachmat. Jumlah itu melebihi panen padi sebelumnya yang non organik, yakni berkisar 7 ton per hektar.

Pupuk kandang
Menurut Agung Gunawan, ketua II Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) D.I. Yogyakarta, hasil panen padi organik di Dusun Serut itu bagus lantaran pada awal tanam petani menggunakan pupuk kandang fermentasi. �dengan pupuk kandang yang di fermentasi selama empat minggu tidak terjadi endapan unsur fosfat yang menyebabkan tanah keras. Jadi, air dan unsur hara masih bias diserap tanaman, � ujarnya.

Lahan pertanian di Indonesia mayoritas telah jenuh dengan berbagai unsur kimia yang terakumulasi puluhan tahun. Tanah menjadi keras sehingga sulit mengikat air dan unsur hara. Itu adalah ciri tanah jenuh pupuk. � dari studi pada 2003 dan 2004 dijumpai kandungan bahan organik tanah sawah di Bantul kurang dari tiga persen sebagai dampak akumulasi pupuk dan pestisida kimia, � kata Agung.

Pupuk kandang fermentasi membuat tanah mampu menangkap air. Selain itu, ia juga memasok bahan-bahan organik ke dalam tanah, yang mendorong organisme pendegradasi bahan organik seperti cacing tetap hidup dan berkembang biak.

Sertifikasi

Sejak 2007 silam, lahan padi organik di Dusun Serut telah mengantongi sertifikasi organik dari Indonesia Organic Farming Inspection and Certification (Inofice). Pola pertanian organik ini kemudian menjadi contoh bagi petani lain di wilayah Bantul dan daerah lain, seperti Sleman, Klaten, magelang, dan Kendal. Pada 2009, sebanyak tiga persen dari total 58000 hektar sawah di Yogyakarta menerapkan sistem organik.

Bantul yang terluas. Dari 16000 hektar lahan padi, lima persen diantaranya tersertifikasi organik. � rencananya pada 2010 luas lahan organik ditingkatkan menjadi 10 persen�, ujar Agung yang juga direktur PT. MAS Organik, pemasar benih dan hasil padi organik.

Menurut Agung, pengertian organik bukan sekedar pada pupuk, melainkan juga menyangkut pada sarana dan prasarana seperti benih dan air. Benih padi ditanam merupakan varietas lokal, bukan hibrida.

Di Yogyakarta, varietas lokal Pandan Wangi, Menthik Wangi, dan Menthik Susu paling banyak ditanam. Jumlah penanam Rojolele dan beras hitam sedikit karena umur panen relatif lama, mencapai enam bulan.

Untuk menjaga mutu air sehingga tidak tercemar pestisida kimia atau zat pencemar lain, warga melakukan gotong royong dengan cara saling mengawasi. Karenanya sistem pertanian organik di Dusun Serut melibatkan seluruh anggota kelompok tani. Harap mafhum dengan luas kepemilikan lahan rata-rata hanya 0,03 ha/ orang, akan sulit mengontrol pengairan bila mereka bekerja sendiri-sendiri.

Seandainya gempa kembali mengguncang Bantul, padi organik dapat menjadi penyelamat perekonomian warga. Sumber Berita

Wednesday, May 4, 2011

Bahaya Kompaksi Tanah untuk Pertanian

Bahaya Kompaksi Tanah untuk Pertanian

Kompaksi Tanah adalah bentuk degradasi fisik tanah sebagai kaibat dari pemadatan tanah sehingga aktivitas biologi, porositas dan permeabilitas tanah menurun, kekuatan tanah meningkat dan struktur tanah hancur perlahan-lahan.

Proses pemadatan dapat dimulai dengan roda traktor/alat berat atau dengan berlalunya hewan. Beberapa tanah secara alami padat, tersementasi atau memiliki lapisan tanah yang tipis di atas batuan induk. Tanah bervariasi mulai dari yang cukup kuat untuk menahan beban namun ada juga yang akan mengalami kompaksi walaupun dikenai beban yang ringan.

Pada lahan pertanian yang dibajak tahunan, baik lapisan atas tanah dan lapisan bawahnya bisa mengalami kompaksi tanah. Tanah yang dipadatkana akan membentuk pan atau padas yang disebabkan ban traktor selama membajak (di atas). Lapisan padas sulit ditembus akar, air dan oksigen sehingga merupakan hambatan untuk fungsi subsoil tanah tersebut.

Tidak seperti tanah lapisan atas, tanah dibawahnya tidak mengembang kembali setiap tahun, pemadatan menjadi kumulatif dan dari waktu ke waktu sehingga lapisan padat terbentuk. Penggunaan traktor berat selama membajak dan pemanenan merupakan penyebab utama pemadatan tanah.

Tanah memiliki ruang besar yang disebut pori makro yang dibuat oleh akar tanaman, aktivitas biota dan pengempisan tanah yang disebabkan oleh pengeringan tanah basah. Pori makro ini biasanya terus menerus dan membentuk �jalan raya� untuk udara dan air untuk perjalanan jauh ke dalam tanah. Jadi, pori makro tanah menentukan sifat fisik tanah dan kualitas biologi tanah. Pori makro adalah yang paling rentan mengalami pemadatan tanah.

Hilangnya pori makro dan kesinambungan pori-pori sangat mengurangi kemampuan tanah untuk mengalirkan air dan udara. Kapasitas infiltrasi berkurang sehingga meningkatkan run-off, yang akhirnya menyebabkan erosi, banjir, transportasi nutrisi, dan bahan kimia pertanian ke badan air. Aerasi tanah yang buruk mengurangi pertumbuhan tanaman dan menyebabkan hilangnya nitrogen tanah dan meningkatkan produksi gas rumah kaca melalui denitrifikasi di daerah anaerob. Deformasi agregat tanah dan berat jenis tanah yang lebih tinggi akan meningkatkan kekuatan tanah.

Hal ini membatasi pertumbuhan akar yang dapat mengakibatkan kerentanan tanaman terhadap penyakit. Pemadatan tanah adalah suatu bentuk tersembunyi dari degradasi tanah yang dapat mempengaruhi semua daerah pertanian dan hasil panen menurun secara bertahap dan secara bertahap meningkatkan masalah tentang genangan air. Dampak dari pemadatan tanah akan sangat menonjol dalam tahun dengan periode kering atau basah yang ekstrim. Suatu sumber menyebutkan bahwa kompaksi tanah menyebabkan penurunan hasil tanaman yang mencapai 35%.

Sumber Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah UGM
 

Sample text

Sample Text

Sample Text