Pages

Sunday, August 14, 2011

TANAMAN HIAS Clerodendrum (Glory Bower)


Tanaman ini bisa digunakan untuk tanaman perambat, tanaman ini mampu memanjat hingga ketinggian 8 kaki. Dengan pemangkasan clerodendrum dapat juga dijadikan tanaman perdu ataupun tanaman gantung.
Tipe:
  • Clerodendrum thomsoniae, mempunyai batang panjang dan lemah yang dapat dibentuk.
Tips:
  • Suhu minimal 55-60 F
  • Cahaya, sebaiknya tidak terkena sinar matahari langsung
  • Jaga kondisi media tetap lembab
  • Penggantian media 1 tahun sekali
  • Perbanyakan dengan stek batang

Thursday, August 11, 2011

TANAMAN HIAS Celosia (Plume Flower = Bunga Jengger Ayam)


Asal :
  • Asia Tropis
Deskripsi :
  • Tanaman semusim.  Digunakan sebagai tanaman tepi taman (bedding plant).  Warna bunga merah, kuning, ungu, oranye dan lain-lain.
  • Biasanya digunakan untuk tanaman bedengan diluar rumah, tetapi bisa juga digunakan sebagai tanaman di dalam ruangan saat kondisi berbunga. Bunga dapat bertahan hingga beberapa minggu. Pemberian sinar matahari cukup esensial, diperlukan pula pemupukan yang teratur. Celosia membutuhkan udara yang dingin dan sirkulasi udara yang baik untuk memperpanjang masa pembungaannya. Ketinggian dapat mencapai 1,5-2 kaki
Tipe:
  • Celosia plumosa, Varietas Golden Plume dan Kewpie mempunyai bentuk bunga seperti bulu, warna merah, kuning.
  • C. cristata, bentuk bunga seperti jengger ayam.

Wednesday, August 10, 2011

Azalea


Ada dua jenis azalea yang dikenal sebagai tanaman pot yaitu Indian Azalea (Rhododendron simsii) dan Japanese Azalea (Rhododendron obtusum), keduanya adalah tipe kerdil yang tumbuh sampai ketinggian 1-1,5 kaki. Indian Azalea biasa digunakan untuk hiasan saat natal dan tahun baru, agar diperoleh tanaman yang tahan lama pilihlah tanaman yang sedikit bunga mekar dan lebih banyak yang kuncup. Bunga yang mekar dapat gugur dalam 1 minggu. Untuk menjaga tanaman tetap berbunga media harus senantiasa dalam kondisi basah (tidak hanya lembab), udara sejuk, cahaya terang dan bunga yang mati harus segera dibuang.
Tipe:
  • Rhododendron simsii = Indian Azalea, warna bunga yang populer adalah merah muda sedang yang lain adalah putih, merah dan ungu. Ada juga yang tipe bunga dua warna yaitu putih dengan tepi merah muda (Inga), merah muda dengan tepi putih (Osta), keduanya memiliki petal yang berkerut.
  • Bunga Azalea Jepang ukurannya lebih kecil daripada Azalea Indian, tapi jenis ini cocok untuk ditanam di luar ruangan.
Tips:
  • Suhu sejuk, 50 F
  • Cahaya penuh, matahari tidak langsung
  • Pengairan: jaga kondisi tetap basah
  • Penggantian media : 1 tahun sekali
  • Setelah berbunga pindah ketempat yang sejuk dan ternaungi, beri pupuk dan jaga pengairan. Pindah ke tempat yang lebih hangat saat berbunga.

Tuesday, August 9, 2011

TANAMAN HIAS Arundinaria


Bambu jarang digunakan untuk tanaman ruangan, tapi bisa digunakan untuk menghiasi ruangan yang sangat luas. Bambu memiliki buluh-buluh mirip batang dan cabang-cabang berdaun yang mirip rumput. Ada banyak varietas yang mampu  tumbuh dengan baik pada kondisi udara dingin. Pemberian air dan pupuk yang teratur selama masa pertumbuhan akan menghasilkan tanaman yang baik
Tipe:
  • Arundinaria variegata, varietas kerdil (2-3 kaki) yang memiliki daun warna putih dan hijau bergaris.Varietas yang tinggi (8-9 kaki), mempunyai warna batang yang khas A. nitida (ungu), A. murielae (kuning).
Tips:
  • Menyukai suhu dingin
  • Cahaya penuh, setengah terlindung atau matahari tidak langsung
  • Pengairan: jaga kondisi tetap lembab
  • Penggantian media : bila perlu
  • Perbanyakan dengan pemisahan tanaman

Monday, August 8, 2011

Provinsi-Provinsi Penghasil Ikan Gurame di Indonesia

Gurame adalah ikan perairan air tawar yang sudah dibudidayakan. Ikan gurame merupakan ikan air tawar yang berbeda dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya. Tidak seperti ikan air tawar lainnya, ikan gurame termasuk ikan yang memerlukan perhatian ekstra dalam membudidayakannya. Pemeliharaan ikan gurame untuk mencapai ukuran konsumsi memerlukan waktu yang panjang, sekitar 8 -10 bulan. Oleh karena itulah ikan gurame tergolong ikan yang mahal dikarenakan proses pemeliharaannya tersebut.

Gurame masuk dalam kategori ikan yang diunggulkan oleh perikanan budidaya. Walaupun perkembangannya tidak sepesat ikan air tawar lainnya. Namun, gurame tetap menjadi andalan perikanan budidaya karena memiliki nilai jual yang lebih baik dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya. Selain itu, gurame juga mudah dalam pemasarnnya.

Pengembangan ikan gurame tidak seperti halnya ikan mas dan ikan nila yang telah memiliki induk unggulan, hasil dari perekayasaan genetic. Namun, seiring dengan banyak berkembangnya para pembudidaya ikan gurame maka beberapa tahun belakangan ini telah dikembangkan untuk menghasilkan bibit unggul ikan gurame. Salah satunya adalah Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi Jawa barat.

Jika dilihat berdasarkan data statistik 2010, perkembangan ikan gurame sudah mencapai ke hampir seluruh Indonesia. Bahkan sentra budidaya ikan gurame tidak hanya terdapat di pulau Jawa tetapi terdapat pula di luar jawa. Berikut ini beberapa provinsi penghasil ikan gurame di Indonesia :

Jawa barat

Jawa barat menduduki peringkat pertama sebagai penghasil ikan gurame pada tahun 2010 yaitu sebesar 12.970 ton. Walaupun angka 2010 masih lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya namun penurunan produksi ikan gurame jawa barat, tidak serta merta menggeser provinsi ini sebagai penghasil utama ikan gurame.

Sumatera Barat

Tahun 2010 adalah tahunnya provinsi sumatera barat terutama karena keberhasilan provinsi ini dalam mengembangkan budidaya ikan guramenya. Tahun 2010, produksi gurame provinsi ini mencapai 10.660 ton. Naik tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 6.510 ton. Produksi sebesar 10.660 ton menempatkan Sumatera Barat sebagai penghasil ikan gurame nomor dua menggeser provinsi Jawa Timur yang pada tahun sebelumnya berada di posisi kedua.

Jawa Timur

Produksi ikan gurame Jawa Timur sebenarnya tidak mengalami penurunan bahkan terjadi peningkatan produksi dibandingkan tahun sebelumnya sehingga tidak dapat dikatakan jika budidaya ikan gurame di provinsi mengalami penurunan. Hanya saja peningkatan produksinya masih kalah dibandingkan dengan Sumatera Barat. Produksi ikan gurame Jawa Timur tahun 2010 adalah sebesar 9.525 ton sedangkan produksi di tahun 2009 sebesar 8.425 ton

Jawa Tengah

Perikanan budidaya air tawar Jawa Tengah berkembang dengan baik. Hal ini terlihat dari perkembangan produksi budidaya air tawarnya yang selalu meningkat. Begitu pula dengan ikan guramenya yang termasuk diunggulkan oleh provinsi ini untuk mengangkat perikanan budidaya air tawarnya. Produksi ikan gurame jawa tengah tahun 2010 adalah sebesar 7.475 ton. Naik sekitar 1.300 ton dibandingkan tahun sebelumnya 2009 sebesar 6.145 ton. Gurame termasuk ikan air tawar ketiga dengan produksi tertinggi di provinsi ini setelah lele dan nila.

DI Yogyakarta

Provinsi ini merupakan provinsi dengan jumlah kabupaten/kota yang tidak banyak. Tapi perikanan budidayanya mampu bersaing dengan provinsi yang memiliki area yang lebih luas. Tengok saja produksi lele, nila dan guramenya yang dapat bersaing dengan provinsi di pulau jawa lainnya. Ikan gurame yang diandalkan provinsi ini produksinya tahun 2010 mencapai 6.031 ton sedangkan tahun sebelumnya sebesar 2.694 ton. Dengan produksinya yang sebesar tersebut provinsi ini berada diurutan kelima sebagai penghasil ikan gurame.

Lampung

Lampung sebenarnya lebih dikenal sebagai penghasil terbesar udang terutama udang vaname karena di provinsi ini terdapat perusahaan yang mengembangkan budidaya udang vaname. Tapi tidak bisa dipandang sebelah mata untuk perikanan budidaya air tawarnya. Gurame pada tahun 2010 produksi mencapai 4.098 ton naik dari tahun 2009 yang sebesar 3.453 ton

Sumatera Selatan

Sumatera Selatan adalah salah satu kekuatan pulau sumatera sebagai penghasil ikan air tawar perikanan budidaya. Provinsi ini dikenal sebagai sentranya pengahasil ikan patin hasil budidaya. Selain penghasil ikan patin ternyata provinsi ini juga menghasilkan ikan gurame terbesar ketiga di pulau sumatera. Produksi ikan guramenya pada tahun 2010 adalah sebesar 2.518 ton naik sedikit dibandingkan tahun 2009 yang sebesar 2.126 ton.

Masih banyak lagi provinsi yang berhasil dalam mengembangkan budidaya ikan gurame dan tidak hanya terbatas di pulau sumatera dan pulau jawa saja namun sudah menyebar ke Indonesia bagian timur pula. Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara termasuk yang telah membudidayakan ikan gurame. Bahkan di pulau Sulawesi dan Papua juga membudidayakan ikan dengan nilai jual yang cukup tinggi ini.

Teknik budidaya ikan gurame sebetulnya tidaklah sulit namun perlu diperhatikan beberapa hal berikut agar dalam membudidaya ikan gurame dapat berhasil, yaitu :

1. Lokasi

Pilih lokasi dengan jenis tanah liat berpasir yang dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.

2. Kemiringan tanah

Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3–5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi dan lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian 1–400 m di atas permukaan laut

3. Sumber air

Salah satu syarat utama budidaya gurami adalah air yang bersih. Karena itu hindari pemakaian air yang keruh dan kotor. Sebab jika kotoran itu bercampur dengan pakan, bakal memicu timbulnya bakteri,parasit dan cacing

4. Kualitas Air

Kandungan oksigen optimum yang dapat menunjang pertumbuhan ikan adalah 2 mg/l. Gurami tergolong ikan yang sangat peka terhadap perubahan suhu. Gurami tergolong ikan yang peka terhadap suhu rendah sehingga jika suhu perairan lebih rendah daripada kisaran suhu optimal, gurami tidak akan produktif. Ikan gurami dapat tumbuh dengan baik pada perairan dengan kisaran pH 5–10. Namun pH optimum yang dapat menunjang perkembangan dengan baik adalah 6,5–8,5.
sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id
 

Sample text

Sample Text

Sample Text