Pages

Sunday, August 26, 2012

Mencegah Pecah Pada Buah Nangka

Buah, Nangka, Pecah, Budidaya Nangka, Budidaya,


Pecah buah pada nagka bisa disebabkan oleh sifat genetik dari nangka tu sendiri. Ada bagian buah yang berkembang sangat cepat, sampai lebih cepat daripada kulit. kulit ini menjadi retak dan warnanya menjadi hitam kemudian buanya menjadi rontok. Namun, tanaman yang pernah kekeringan kemudian diairi secara mendadak, bisa mengakibatkan buahnya menjadi retak.

Dugaan lain kemungkinan nangka yang retak bisa disebabkan kelebihan kalsium (mikro), kalau pada toma sering disebut  cracking of the ring. Selama ini pecah buah pada nangka kurang diperhatikan karena orang menghidangkan nangka tidak perlu dengan kulitnya.

Cara menceganhya :
Untuk menanggulanginya disarankan agar drainase di sekitar tanaman diperbaiki jangan sampai air menggenangi tanaman. Selain itu dilakukan pembrongsongan dengan bahan pembungkus berupa karung plastik, ijuk, atau bahan lain. Pembukusan menyebabkan buah nangka tidak dapat menerima cahaya. Dalam keadaan gelap, pertumbuhan sel lebih elastis sehingga dapat menampung air lebih banyak, tanpa kehilangan kelenturannya, sehingga tidak mengalami keretakan.




Cara Sambung dan Susun Pada Lengkeng

Cara, sambung, susun, pada lengkeng, budidaya, budidaya lengkeng


Perbanyak lengkeng dengan cara menyambung dan susun ternyata lebih cepat dalam menghasilkan buah, dengan kurun waktu 3 tahun lengkeng sudah bisa berbuah.

Syarat Pohon Induk
Sebelum melakukan perbanyakan kita harus mencari pohon induk yang benar-benar bermutu tinggi, ciri pohon induk yang baik adalah berbuah lebat, ukuran buah besar-besar, warna kulit kuning cerah, ukuran biji kecil, daging buah tebal dan bening, rasa buah manis dan yang paling penting bisa berbuah setiap tahun.

Proses Penyambungan Harus Cepat

Setelah pohon ditemukan, kita tinggal menanam batang bawahnya. biji disemai pada bedeng pesemaian. Setelah tumbuh dan berumur sekitar 1 minggu, tanaman segera dipindahkan kedalam polibag. Batang bawah siap disambung atau disusunkan sekitar 6-8 bulan kemudian.

Batang dipilih pucuk tanaman yang sehat, bukan berasal dari tunas air, dan cang tanaman tersebut sudah pernah berbuah. Cara penyambungannya tidak jauh beda dengan tanaman lain, seperti diameter batang atas harus sama dengan diameter batang bawah, panjang batang atas sekitar 10-15 cm. setelah penyambunga selesai dilakuakan, bibit tersebut segera tempatkan di tempat teduh dan lembap, sekitar tiga minggu kemudian tunas sudah mulai tumbuh. Penyambungan lengkeng harus cepat, karena kambium lengkeng cepat mengering.
 

Cara Budidaya Rumput Laut

Cara, Budidaya, Rumput, Laut, rumput laut, budidaya rumput laut


Sistem botol merupakan perpaduan system lepas dasar dan apung. Dengan cara ini produksi yang biasanya hanya 1 ton/100 meter persegi menjadi 5-7 ton/100 meter persegi.

Rumput laut biasa dibudidayakan dengan 3 metode,  yakni metode dasar, dan apung.
Untuk menerapkan masing-masing metode diperlukan pertimbangan-pertimbangan tersendiri berdasarkan lokasi.

Metode dasar menghasilkan rumput laut dengan produksi rendah, tidak cocok untuk perairan yang dasarnya lunak atau berpasir, dan tanaman lebih mudah terserang predator. Kelemahan ini bisa diperbaiki dengan metode lepas dasar. Namun konsekuensinya, biaya dan waktu yang diperlukan relative lebih besar.

Metode lainnya adalah system apung. System ini menawarkan peningkatan produksi, dan rumput laut terhindar dari serangan predator bulu babi. Tapi bagi daerah tertentu seperti Bali yang pantainya merupakan kawasan wisata, tonggak-tonggak untuk budidaya �mengganggu� pemandangan dan aktivitas wisatawan saat berselancar. Petani rumput laut di Bali, memodifikasinya menjadi system botol agar sesuai dengan kondisi di Bali.

    Cara budidayanya

system ini merupakan perpaduan metode lepas dasar dan apung. Dengan system botol. Kelemahan metode apung dan lepas dasar bisa diatasi. Pertumbuhan rumput laut lebih bagus, dan hasil 5-7 ton/100 meter persegi bisa di capai.

    Cara budidaya dengan system ini cukup mudah, seperti hal nya metode lepas dasar, system ini juga menggunakan tonggak-tonggak kayu untuk di tancapkan didasar perairan . Diantara dua tonggak yang berjarak 5 meter itu di bentangkan tali ris.

Bentangan tali ris bisa dibuat beberapa baris yang sejajar pada kayu memanjang. Pemasangan tali sebaiknya di lakukan sewaktu air surut, agar kita tidak perlu menyelam. Setalah selesai di bentangkan, setiap 50 cm tali-tali itu diikatkan (dibundel) sebagai substrat bagi bibit rumput laut. Panjang tali 1-1,5 meter. Agar bisa berdiri tegak, ujung tali diikatkan dengan botol plastic bekas kemasan air mineral yang berfungsi seperti pelampung. Di setiap tali tegak diikatkan bibit, biasanya sebanyak 100 gram. Selanjutnya rumput laut dibiarkan tumbuh sampai beratnya kurang lebih 4 kali lipat berat bibit.

    Untuk mendapatkan hasil optimal,�tanaman� ini perlu perawatan. Cara perawatannya sama saja dengan metode lain. Dari sejumlah bibit, kadang-kadang ada yang mati sehingga perlu cepat ditanami kembali.
Tonggak kayu dan tali diperiksa, jika ada yang rusak segera diganti. Untuk menghindari  serangan predator seperti penyu, bulu babi, dan ikan pemakan tumbuhan, lokasi budidaya bisa di pagari dengan jaring.



Cara Memperbesar Mangga Gadung

Cara, Memperbesar, Mangga, Gadung, Budidaya, Budidaya mangga


Desa Menawan di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus merupakan penghasil mangga gadung. Bagi penduduk setempat, mangga gadung sudah menjadi sumber pendapatan. Setiap keluarga pasti memilikinya, minimal tiga pohon dipekarangannya, bahkan tidak sedikit yang mengebunkannya.

Berat mangga gadung biasanya, rata-rata 0,400-0,450 kg per butir. Tetapi mangga gadung dari desa Menawan ukuran buahnya besar-besar, beratnya bisa mencapai 0,5-0,8 kg per butir. Rasanya manis, aromanya wangi, daging buahnya tebal sekali, dan masak merata.

Berikut ini cara merawat kebun mangga gadung :

Pertama lubang tanam ukuran 75x75x50 cm disiapkan dengan jarak 15x15 cm. Di setiap lubang diisi dengan pupuk kandang kotoran kerbau sebanyak 20 kg ditambah tanah. Pupuk kandang dan tanah dicampur lalu dibiarkan. Dua bulan kemudian bibit ditanam. Penanamanya pada bulan Oktober/November, yaitu saat musim hujan. Pada penanaman ini perlu diperhatikan agar tanah disekeli batang lebih tinggi dari tanah disekitarnya. Gunanya bila hujan lebat turun, air tidak menggenang, sehingga akar terthindar dari kebusukan.

Pemupukan pertama diberikan setelah tanaman berumur satu tahun, dengan Urea, TSP, KC1 masing-masing 200 g/pohon. Caranya dengan menyebarkan pupuk disekeliling pohon sejauh lingkaran tajuknya. Pemupukan dilakukan pada bulan September, saat hujan mulai turun atau pada saat bunga bermunculan.

Pemupukan terus diberikan setahun sekali sampai tanaman berumur 5 tahun, kecuali bila pertumbuhannya tidak bagus. Tetapi dosisnya ditingkatkan 50% dari dosis pemberian sebelumnya. Pada tahun pertama diberi Urea, SP, KC1 masing-masing 200 g/pohon. Pada  tahun kedua masing-masing 300 g/pohon dan pada tahun ketiga 450 g/pohon. Pada tahun keempat 675 g/pohon, sedangkan pada tahun kelima 1012 g/pohon.

Penyiraman tidak dilakukan sama sekali, begitupun dengan penyemprotan hama dan penyakit, kecuali kalu sudah berproduksi. Pada saat tanaman mulai berbunga, disemprot dengan insektisida diazinon, untuk mencegah serangan lalat buah. Sedangkan untuk mencegah penggerek batang, dimasukan furadan pada lubang-lubang yang ada di batang lalu ditutup dengan tanah.

Budidaya Apel Dengan Teknik Potong Akar

Budidaya, Apel, Dengan, Teknik, Potong, Akar, Budidaya apel


Pemangkasan cabang dan ranting tanaman apel kini bisa tidak dilakukan lagi. Dengan pemangkasan akar, tanaman apel tetap pendek dan kualitasnya lebih baik.

Petani apel di Malang dan Bali umumnya sudah tahu,  supaya berbunga dan berbuah, ranting dan cabang tanaman secara rutin harus dipangkas. Bekas potongan itu selanjutnya diolesi ter atau paraffin agar tidak menjadi jalan masuk bakteri atau cendawan penyebab penyakit. Tanaman apel yang tidak dikendalikan pertumbuhan vegetatifnya akan malas berbuah.

Petani apel Amerika juga tahu bahwa pertumbuhan vegetative tanaman harus dihambat. Namun mereka tidak mau repot memotong dan mengoles. Daripada harus memangkas ranting, mereka lebih suka memotong akar. Selain lebih praktis, pembuahan ternyata bisa dipacu lebih awal dan sekaligus kualitasnya lebih baik.

    Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh James R Schupp dari pusat Litbang Pertanian Ohio, Universitas Ohio, Amerika Serikat, pemotongan akar akan mengakibatkan pertumbuhan vegetative tanaman apel dihambat sampai 40 persen, selama sekitar satu musim. Jadi selama itu pula tanaman tidak perlu dipangkas. Ukuran buahnya memang jadi lebih kecil, tetapi jumlah buah yang dihasilkan tidak terpengaruh.

Manfaat pemotongan akar ternyata lebih banyak dari pada pemangkasan cabang. Tanaman tidak hanya menjadi  lebih cepat berbuah, kualitas buah yang dihasilkan pun lebih baik. Warnanya lebih menarik, buahnya lebih keras sehingga lebih tahan lama, dan rasa manisnya akan meningkat. Lebih dari itu, kerugian pada masa awal produksi pertama bisa ditekan karena jumlah bunga dan buah yang rontok berkurang.

    Waktu Pemotongan harus Tepat

Pengaruh positif pemotongan akar hanya bisa diperoleh jika akar dipotong pada waktu yang tepat. waktu pemotongan akar paling baik dilakukan saat tanaman mulai berbunga. Paling lambat, pemotongan harus sudah dilakukan dua minggu kemudian. Lewat waktu tersebut, hasil panen justru akan berkurang dan penghambatan pertumbuhan tanaman pada musim tersebut akan gagal.

    Karena teknologi mekanisasi pertanian di Amerika sudah maju, pemotongan akar dilakukan dengan pisau khusus yang dipasang pada batang logam. Batang logam itu selanjutnya ditempatkan di bagian belakang traktor. Ketika traktor dijalankan di antara barisan tanaman apel, dengan sebuah tuas, kedudukan pisau diatur sehingga terbenam dan tanah pun teriris.

    Dipotong sedalam 30 cm

Hasil terbaik akan diperoleh jika kedua sisi barisan tanaman apel diiris sedalam 30 cm. Pada apel Melrose(M.26), pemotongan dilakukan sejauh 60 cm atau 82 cm dari pangkal batang. Sedangkan penelitian yang dilakukan di Universitas Maine, Amerika Serikat, menunjukan akar apel Mc Intosh (MM.111) harus dipotong sejauh 100 cm dari pangkal batang sedalam 30 cm.

    Segi ekonomis

Harga buah apel  yang besar lebih mahal dari pada yang kecil. Selain itu, setiap kotak isinya akan lebih sedikit jika ukuran buahnya besar-besar. Dengan demikian petani akan memperoleh keuntungan lebih banyak jika ia bisa menghasilkan buah semacam itu.

    Tetapi ukuran buah yang besar kadang-kadang juga kurang menguntungkan. Misalnya warna buahnya jadi tidak memenuhi syarat minimum grade, jika ditunggu hingga  warnanya memenuhi syarat, buah banyak yang gugur, atau malah banyak yang rusak ketika di angkut karena buahnya lebih lunak.

Di sinilah pemotongan akar akan berperan. Kerugian karena ukuran buah lebih kecil dapat diganti dengan buah yang warnanya lebih menarik, rasanya lebih manis, tidak gampang gugur, dan tahan diangkut.

    Lalu, apakah tanaman apel harus selalu dipotong akarnya?

    Jika kualitas buah dan peningkatan keuntungan pada masa panenan awal bisa mengimbangi kerugian karena ukuran buah yang dipanen lebih kecil, pemotongan akar sebaiknya dilakukan. Apalagi jika pertumbuhan tanaman sangat subur dan jarak tanaman cukup rapat, keuntungannya akan semakin nyata.
   
Tetapi jika dengan sedikit pemangkasan cabang sudah dapat diperoleh buah apel yang warnanya merah, seperti yang terjadi pada panenan musim kemarau, pemotongan akar lebih baik tidak dilakukan.       



 

Sample text

Sample Text

Sample Text