Pages

Sunday, August 26, 2012

Cara Memilih Bibit Jamur Champignon

Cara, memilih, bibit, jamur, champignon, budidaya jamur, bibit jamur


Bibit champignon berkualitas sulitdidapat di indonesia. Sebab, sentra penanaman terutama yang diusahakan skala kecil sangat jaran. Dampaknya, calon pekebun hanya mendapat bibit berkualitas rendah. Dalam pertumbuhannya hama dan penyakit ganas bakal menghadang. Oleh karena itu pekebun jamur kancing perlu mengenal sifat dan karakteristik bibit bermutu.

Pertama, pahami morfologis bibit. Yang sehat terlihat putih terang agak cokelat. Warna champignon mempengaruhi selera konsumen.  Bibit belum mekar, kulit kencang. Diameter bibit yang baik 22-42 mm. Jika rata-rata  produksi per m2 kurang dari 7-9 kg/m2, menandakan ada kesalahan perlakuan.

Harus Telaten

Perhatikan pula parameter lain seperti suhu kompos, kebasahan, kelembapan ruangan, CO2, rasio C/N untuk bibit, Suhu kompos ideal 25-32%C. Jika suhu kompos tidak sesuai miselium gagal tumbuh, bahkan mati. Sesuaikan bibit dengan ketinggian lahan karena jenis bibit bermacam-macam. Ada yang cocok untuk datran tinggi atau rendah. Pilih bibit jamur champignon atau kancing yang resisten serangan hama dan penyakit.

Selain itu, tanyakan bibit yang akan kita beli dari si penjual, yang ditanyakan antara lain asal bibit, suhu, persentase pengguanaan kompos, dan usia yang sesuai untuk ditanam. Penyedia bibit yang profesional  memiliki informasi lengkap mengenai bibit yang dijual. Itu penting untuk memudahkan proses selanjutnya.

Dengan bibit yang bermutu diharapkan kecepatan tumbuh miselium menembus casing seragam. Penyebaran bibit di kompos juga perlu diketahui para pemula. Umumnya pekebun memanfaatkan biji-bijian seperti sorgum atau gandum sebagai nutrisi bibit. Ada juga yang menggunakan jagung atau batang kayu yang dipotong kecil-kecil. Bibit jamur dikemas dalam botol atau kantung plastik ukuran 300-350 g.

Higenis (Menjaga kebersihan lingkungan sekitar)

Keluarkan bibit dengan cara menggemburkan media, lalu congkel dengan bantuan spatula (sendok kecil). Jika bibit dalam plastik, sobek lalu campurkan ke media tanam. Setelah bibit digemburkan, letakan diatas kompos. Kemudian aduk dengan garpu hingga benar-benar merata. Untuk kapasitas produksi 7,5 ton diperlukan 200-250 botol bibit dengan waktu pengerjaan  sekitar 2,5 jam oleh 5 orang.

Penebar benih hendaknya berpakain khusus dan tidak melakukan pekerjaan lain selama proses berlangsung. Untuk menjaga kebersihan alat penebar benih gunakan formalin, kaporit, atau karbol. Hindari penggunaan alat bekas pekerjaan lain karena mengundang hama dan penyakit. Lingkungan tempat penaburan benih harus disanitasi. sediakan bak kaki berisi campuran formalin dan air untuk membasuh alas kaki.

Penebaran bibit mesti merata agar pertumbuhan miselium optomal. Penebaran dimulai dari bagian tengah tumpukan kompos, atas, dan samping. Sebelumnya buat kubangan dan bolak-balik kompos dengan garpu. Menebar benih tampaknya mudah, tetapi jiga ceroh kompos terkontaminasi dan jamur gagal tumbuh.


Cara Bertanam Padi Bersama Ikan dan Itik

Cara, Bertanam, Padi, Ikan, Itik, cara bertanam padi ikan dan itik




Sawah tidak mudah kebanjiran, tidak sarang (air tidak mudah hilang) tidak mudah longsor, persediaan air cukup, mudah diawasi, dan transportasi mudah adalah syarat penetapan teknologi pakantik (padi-ikan-itik). Berikut tahapan operasional yang dianjurkan oleh iis Syamsiah, Peneliti dari balittan sukamandi.

1. Saung/Kandang itik dan pagar

Saung dibuat dengan berukuran 5 m x 6 m dengan bahan bambu atau kayu.
Saung berfungsi sebagai tempat beristirahat petani saat bekerja disawah dan dibawahnya sebagai kandang itik pada malam hari, tempat bertelur itik pada pagi hari, dan tempat [emberian pada pakan tambahan. Kandang juga dipakai sebagai kurungan saat tanaman padi masihkecil.
Pagar bambu didirikan setinggi 50 cm agar itik tidak berkeliaran mengganggu sawah milik petani lain. Kontruksinya boleh jarang-jarang (lebar celah 10 cm), asalkan itik tidak dapat menerobos.

2. Persiapan lahan
  •     Pengolahan tanah

Tanah diolah sempurna sampai kedalaman lumpur 15-20cm. Ciri Ciri pengolahan sudah sempurna ialah apabila pisau stainless steel dicelupkan lalu dicabut kembali, lumpur tidak melekat lagi.

  •     Pematang

Pematang dibuat berukuran lebar dasar 40-50cm, lebar atas 30-40cm, dan tinggi 30-40cm. Pematang dilengkapi dengan saluran pemasukan dan pembuangan air pada ketinggian yang dikehendaki . Saluran bisa memakai bambu atau pipa PVC dan dipasang saringan untuk mencegah ikan keluar.

  •     Caren/Parit

Caren berguna sebagai tempat berlindung ikan bila air mendadak turun, ikan bisa bergerak kesegala penjuru petakan, memudahkan pemberian pakan tambahan, menampung ikan saat pemupukan, dan memudahkan saat pemanenan ikan.
Caren dibuat sebelum tanah diratakan dengan ukuran lebar 30-40 cm, tinggi 20-30 cm, dan panjang sesuai ukuran petakan. Caren yang dianjurkan ialah caren tengah dan caren palang.

3. Tanaman padi

Padi yang cocok ialah varietas padi berperakaran dalam, cepat bertunas, batang kuat, daun tegak, tahan hama dan penyakit, produksinya tinggi, dan disukai masyarakat. Varietas yang cocok misalnya IR 64, Cisadane, Ciliwung, dan Citanduy. Dianjurkan peneneman varietas ini digilir setiap musim.
Cara bertanam sesuai anjuran yang umum. Bibit padi umur 3 minggu ditanam sebanyak 2-3 rumpun dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm, sehingga itik mudah bergerak dalam petakan sawah.

4. Pemupukan

Jenis pupuk disesuaikan dengan anjuran dinas pertanian setempat. Pupuk dasar mutlak diberikan untuk memacu pertumbuhan tanaman. Dosis pupuk keseluruhan bila dikehendaki bisa dikurangi sebanyak 25 persen dosis anjuran.

5. Aplikasi pestisida

Umumnya aplikasi pestisida tidak diperlukan lagi, karena ikan dan itik berperan sebagai pengendali hayati yang efektif.

6. Ikan

Ikan tawes, nila, atau mujair boleh dipelihara, namun yang paling cocok ialah ikan mas. ikan disebar 3-5 hari setelah padi ditanam. Ukuran benih ikan 5-8 cm dengan padat penebaran 2.000-3.000 ekor/ha. Lama pemeliharaan dibatasi sampai 45-60 hari setelah padi ditanam. Pada saat itu daun padi sudah menutup tanah, sehingga sinar matahari tidak efektif lagi merangsang pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan. Jika umur pemeliharaan ditambah, maka tingkat kehilangan oleh predator seperti ular atau burung biasanya akan meningkat.
Sebagai pakan tambahan boleh diberikan dedak halus, sisa makanan, dan kotoran ternak. Pemanenan dilakukan dengan cara mengeluarkan air secara perlahan agar ikan berkumpul di caren. Lakukan pada pagi atau sore hari saat temperatur rendah.

7. Itik

Itik yang dipilih dianjurkan jenis lokal unggul agar mudah beradaptasi. Jumlahnya 20-25 ekor/ha. Jika tujuannya untuk menghasilkan telur sebaiknya dipilih itik yang telah berumur 4-6 bulan. Itik dimasukkan ke petakan sawah sejak padi berumur 2-3 minggu. Pakan tambahan diberikan setiap hari berupa gabah, menir, atau dedak halus sebanyak 2 ons/ekor.
Menginjak 3 minggu sebelum padi dipanen, pemberian pakan tambahan bisa dihentikan karena karena gabah sudah tersedia di sawah.

8. Ikan penyelang dan palawija ikan

Setelah padi musim hujan selesai dipanen, petakan sawah ditanami ikan lagi selama 1 bulan - disebut ikan penyelang, atau setelah panen pada musim kemarau - disebut palawija ikan. Lalu itik dapat dilepas ke petakan sawah. Pada saat itu pemberian pakan itik sebaiknya diletakan di tengah petakan agar pakan yang tercecer dapat dimakan oleh ikan.

Persiapan lahan untuk ikan penyelang atau palawija ikan dilakukan dengan membabat jerami, mengolah tanah sekali, lalu jerami ditumpuk dan dibalik 2 minggu sekali.
Sebagai benih ikan penyelang bisa digunakan ikan mas berukuran 3-5 cm dengan padat penebaran 5.000 ekor/ha. Dedak halus diberikan 2 hari sekali sebanyak 50 kg/ha. Ikan dipanen menjelang padi musim kemarau ditanam.

Sebagai benih palawija ikan digunakan ikan mas berukuran 5-8 cm dengan padat penebaran 3.000 ekor/ha. Dedak sebagai pakan tambahan diberikan 5 hari sekali sebanyak 100 kg/ha. Ikan dipanen setelah berumur 2 bulan.




Cara Budidaya Pandan

Cara, Budidaya, Pandan, wangi, tikar, cara budidaya pandan


Menurut Sohib dan Hadori, petani pandan di Desa Manggungsari, Kec. Pagerageung-Tasikmalaya, budidaya pandan ini tidak sesulit menanam padi. Pengolahan tanah hanaya dilakukan pada saat penanaman dan dapat dipanen selang 1.5-2 bulan selama 20 tahun.

Pengolahan Tanah

Setelah pengolahan tanah dibuat lubang 20 cm x 20 cm x 20 cm dengan jarak 1 m x 1 m. Pada tiap lubang tanam diberi pupuk kandang sebanyak 2 kg dan dapat langsung ditanami bibit. Bibit diambil dari tunas tunggal tanaman pandan yang telah menghasilkan. Tunas itu harus berakar gantung karena kalau tidak biasanya tidak mau tumbuh.

Pemupukan

Tiga bulan setelah tanam sebaiknya diberi pupuk buatan dengan dosis siap tanaman 50 g urea ZA, dan 20 g KCI. Pemupukan dilakukan setelah penyiangan gulma. Kemudian setelah umur satu tahun diberi pupuk kandang dan pupuk buatan dengan dosisyang sama. Setelah itu tidak pernah dipupuk lagi.

Perawatan

Tanaman pandan dapat terserang hama penggerek pucuk yang lebih dikenal petani sebagai "ulam". Jika pucuk tanaman terlihat ada lubang kerek dan kumpulan kotoran kumpulan ulat, maka segara lakukan pengendalian dengan menyuntikan insektisida kedalam pucuk itu. Banyak jenis insektisida yang dapat digunakan, seperti Dimecron, Diazinon, dan lain-lain dengan dosis 2 cc tiap tanaman.

Panen

Tahun ketiga setelah tanam, dilakukan panen pertama dan seterusnya dengan selang 1.5-2 bulan. Panen ini dapat berlangsung 10-20 tahun, tapi sebaiknya setiap taun dilakukan peremajaan terhadap tanaman yang kurang menghasilkan atau mati.

Daun pandan yang telah dipanen harus segera diolah sebelum menggulung. Pertama daun dibelah kecil ("disuak") dengan ukuran 2, 4, atau 6 mm. Kemudian diikat dan langsung direbus selama 10-30 menit. Setelah direbus segera direndam dalam air dingin selama satu malam. Dan pada hasil berikutnya dijemur sampai kering.



Cara Budidaya Kencur Secara Intensif

Cara, Budidaya, Kencur, secara intensif, Budidaya kencur, Palawija


Tanaman kencur dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi, tetapi paling baik tumbuh di ketinggian  100-500 m dpl. Dia juga menyukai tanah lempung berpasir yang subur dan gembur, dengan jenis tanah mediteran cokelat tua dan grumosol.

kencur termasuk tanaman yang peka terhadap penyakit busuk. kare itub ia memerlukan tempat terbuka atau aga terbukadi tegalan yang aga miring dan berdrainase baik. Meskipun demikian tanaman ini menyenangi  hujan yang cukup, berkisar 1.000-3.500 mm/tahun. Tanaman yang relatif lebih tahan sengatan sinar matahari dibandingkan denga keluarga Zingiberaceae lain ini, juga membutuhkan sinar matahari yang cukup pada awal pertumbuhannya.

Penyediaan Bibit

Kencur umumnya diperbanyak dengan rimpangnya. Rimpang untuk bibit sebaiknya diambil dari tanaman yang sehat dan berumur panen8-12 bulan. Rimpang bibit yang baik berdaging alot, mengkilap kecoklatan, tidak lecet, tidak ada gejala busuk atau berjamur.

Rimpang terpilih disemaikan ditempat teduh dan lembap selama 2 minggu sampai bertunas. Kemudian rimpang dipotong-potong dengan ukuran panjang 3 cm dan berat 8-15 gram, serta diusahakan mempunyai 2-3 mata tunas. Pilih rimpang yang baru mulai tumbuh tunas untuk ditanam, karena akan memberikan hasil panen yang maksimal. Dalam lahan 1 ha dibutuhkan bibit sebanyak 1-2 ton tergantung jarak tanam. Untuk menghindari serangan cendawan, sebelum bibit ditanam terlebih dahulu direndam dalam larutan Forest, kemudian ditiriskan dan disemprot fungisida seperti Dithane, Dimazeb, Ridomil, atau Manzate, dan bakterisida seperti Agrimycin atau Agrept.

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah harus disesuikan dengan waktu penanaman, dan sebaiknya dilakukan menjelang atau awal musim hujan. Caranya dengan mencangkul sedalam 25-30 cm atau dibongkar menggunakan bajak.
Tanah lalu digemburkan dengan garpu dan dibersihkan dari rumput. Selanjutan dibuat bedengan selebar 1-1,5 m dan tinggi 15-20 cm. Panjang bedeng disesuaikan dengan keadaan tempat. jarak antar bedeng 30 cm. Di antara bedengan itu kemudian dibuat parit sedalam 30 cm untuk menjaga drainase tetap baik. pupuk kandang atau kompos matang sebagai pupuk dasar diberikan secara sebar atau sistem larikan menurut arah baris tanaman. waktu pemberiasn pupuk 1-2 minggu sebelum tanaman dengan dosis 15 ton/ha.

Penanaman dan Pemeliharaan

Saat penanaman kencur paling tepat di awal musim hujan. Rimpang ditanam dengan tunas menghadap ke atas pada kedalaman sekitar 7,5 cm. Jarak tanam umumnya 15 cm x 15 cm, atau 20 cm x 20 cm, tergantung pola tanam dan kesuburan tanah., setelah tanaman tumbuh sempurna diberikan pupuk buatan berupa urea dengan dosis 150 kg/ha, TSP 100 kg/ha, dan KCI 100 kg/ha, dan pada umur 2-3 bulan diberi pupuk tambahan berupa urea 150 kg/ha.

Penyiangan dilakukan setelah tanaman berumur 1-2 bulan, selanjutnya dengan melihat keadaan gulma. Pada saat bersamaan dilakukan pula pembumbunan 3-4 kali sesuai kondisi tanah, agar rimpang tumbuh dan berkembang dengan baik. Hati-hati, rimpang/bibit jangan sampai terluka.

Untuk menghindari hama dan penyakit pada tanaman dapat disemprotkan fungisida secara rutin seminggu sekali sampai saat panen.



Perbedaan Stroberi, Aardbei dan Arbei

Perbedaan, Troberi, Strowbery, Budidaya stroberi, buah stroberi,


Istilah arbei memang rancu.Yang satu mengacu ke stroberi berbentuk herba, sedangkan yang kedua mengacu ke arbei berupa perdu. Bagaimana membedakannya?

Stroberi yang ada di Indonesia berasal dari Belanda dan di bawa ke sini pada zaman penjajahan. Orang Inggris mengenalnya sebagai strawberry, sedangkan orang Belanda menyebutnya aardbei. Nama peninggalan Belanda ini kemudian diindonesiakan sebagai arbei. Tapi sejak itulah timbuk kerancuan. Sebab istilah arbei juga menyangkut arbei orang Betawi zaman dulu, yang diberikan pada buah perdu yang agak menjalar dari jenis Rubus rasaefolius atau sering juga disebut kecalingan bener (jawa).


Arbei

Stroberi berbeda dengan arbei dalam pengertian orang Betawi ini. Stroberi merupakan herba dari jenis fragaria vesca, sedangkan arbei berupa perdu agak menjalar Rubus rosaefolius. Meskipun tanaman stroberi digolongkan pada keluarga beri, tapi buahnya yang merah bukanlah buah beri tapi kumpulan buah berbiji tunggal kecil-kecil di permukaan reseptakel (ujung tangkai buah) yang membengkak.

    Ini berbeda dengan arbei dalam  pengertian orang Betawi tadi. Meskipun ia juga bukan asli beri, tapi buahnya itu benar-benar buah yang terpisah dari reseptakel. Tanaman ini menghasilkan tunas tak bercabang dalam jumlah banyak, langsing dan lurus. Bila tunas itu menempel ditanah, akarnya akan tumbuh dan menjadi tanaman baru. Buah arbei juga bisa dimakan segar dan bisa diolah jadi jelli.

    Di Indonesia, �arbei� ada yang tumbuh liar di hutan Cibodas. Penduduk cibodas menyebut buahnya yang kecil merah mirip stroberi ini �arbei hutan�. Oleh penduduk di sana, buah perdu yang tumbuh menyemak itu biasa dijual dalam keranjang-keranjang kecil sebagai buah segar.                                                                               

 

Sample text

Sample Text

Sample Text