Pages

Saturday, September 1, 2012

Manfaat Terselubung Bunga Kembang Sepatu

Manfaat Terselubung Bunga Kembang Sepatu

Siapa yang tidak kenal kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)? Orang Jawa menyebutnya dengan nama wora-wari, sedangkan orang Bali menyebutnya waribang. Dalam artikel berbahasa Inggris, tanaman ini juga disebut Chinese Hibiscus atau shoe flower.

Asal tanaman itu sendiri tidak jelas, namun diduga berasal dari kawasan Asia Timur, dan termasuk kelompok tumbuhan tropik dan sub tropik. Tinggi pohon bisa mencapai 4 meter, tegak dan banyak cabang, sehingga cocok dipakai sebagai tanaman pagar. Daun berwarna hijau gelap, dengan bagian permukaan yang mengkilat dan tepi daun yang bergerigi.

Bunganya mempunyai diameter kurang lebih 10 cm dengan warna mahkota bunga yang berwarna warni, yaitu merah, putih dan oranye. Suatu karakter spesifik yang dipunyai tanaman ini adalah sifat polyploidy, yaitu memiliki lebih dari sepasang kromosom, sementara kebanyakan makhluk biologis hanya mempunyai sepasang kromosom.

Keadaan ini memungkinkan lahirnya tipe tanaman yang sama sekali berbeda dari tanaman induk, dan hal itulah yang menyebabkan para penggemar tanaman senang melakukan eksperimen untuk menghasilkan hibrida baru.

Nilai bunga dan tanaman kembang sepatu semakin tinggi karena sejak lama secara turun temurun digunakan di berbagai belahan dunia untuk tujuan kesehatan. Terutama dalam praktik pengobatan China dan Ayurveda dari India.

Senyawa berkhasiat yang terkandung di dalam tanaman kembang sepatu antara lain senyawa golongan sterol, seperti stigmasterol, kampesterol dan beta sitosterol. Juga ada asam tartrat, asam sitrat dan asam oksalat, flavonoid dan glikosida flavonoid.


Kosmetik

Orang India, China dan Semenanjung Melayu memanfaatkan kembang ini untuk penumbuh rambut dan perawatan kesehatan kulit kepala.

Selain itu mereka juga percaya, bunga dan daun kembang sepatu dapat membantu menghitamkan rambut. Oleh karena itu cocok dipakai sebagai maskara dan pengganti pensil alis.

Untuk tujuan itu dapat dilakukan dengan cara yang sederhana saja. Daun dan bunga ditumbuk kasar, lalu diremas dengan penambahan air sedikit demi sedikit. Hasilnya adalah pasta kental yang dapat langsung dipakai sekaligus sebagai sampo danconditioner, serta untuk membersihkan rambut dan kulit kepala.

Karena khasiat itu, maka orang India mencampurkan bunga sepatu ke dalam minyak kelapa yang kemudian dididihkan. Selanjutnya campuran itu dipakai untuk menstimulasi pertumbuhan, mengatasi kerontokan rambut dan mencegah atau mengobati ketombe, yaitu dengan cara dioleskan pada rambut dan kulit kepala.

Khusus untuk anti ketombe, ada yang menganjurkan untuk memakai sebanyak 15 bunga dalam secangkir minyak kelapa. Bagi yang tidak begitu suka bau minyak kelapa, dapat diganti minyak lain, seperti minyak zaitun.

Karena khasiatnya sebagai sampo itulah, maka secara tradisional masyarakat India menggunakan daun dan bunga sepatu sebagai sampo yang bersifat ringan bagi bayi. Dalam hal ini, sebaiknya digunakan cairan yang tidak terlalu kental.

Kesehatan Reproduksi

Barangkali kita sulit mempercayai, daun, akar dan bunga tanaman kembang sepatu sudah digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan proses menstruasi. Pemakaian untuk tujuan ini tidak saja di India, tapi juga masyarakat yang bermukim di benua lain.

Rebusan daun dan bunga secara turun temurun dikenal khasiatnya untuk menjaga kelancaran atau keteraturan siklus haid, mengendalikan pengeluaran darah secara berlebihan dan mengobati berbagai gangguan yang berhubungan dengan siklus haid. Yang lebih mencengangkan, penggunaan bunga sepatu sebagai alat kontrasepsi.


Penyembuh Luka

Daun dan bunga sepatu mempunyai khasiat antiseptik. Oleh karena itu dapat digunakan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Cukup dengan cara sederhana saja, yaitu dengan menumbuk daun dan bunga yang sudah dicuci bersih menjadi semacam tapel dan langsung ditempelkan pada daerah luka.

Khasiat itu pun sudah didukung hasil penelitian ilmiah yang menggunakan ekstrak bunga sepatu untuk penyembuhan luka buatan pada hewan coba tikus. Hasilnya sungguh menggembirakan dan menunjukkan prospek yang baik.


Atasi Flu

Bagi yang ingin bebas dari gangguan penyakit pada saluran napas, cobalah minum rebusan bunga, daun atau akar kembang sepatu. Rebusan itu terbukti bisa mengatasi gangguan napas pada keadaan flu, misalnya batuk, juga gangguan asma dan bronchitis.

Cara lain yang sering dilakukan juga untuk tujuan itu adalah menghirup uap rebusan bunga atau menggunakannya untuk berendam.*


Mengefektifkan Manfaat Kembang Sepatu

Bagi mereka yang sedang mengalami masalah dengan rambut, perawatan menggunakan pasta yang dibuat dari daun dan bunga kembang sepatu bisa jadi alternatif pilihan. Syaratnya, dilakukan sesering mungkin dan untuk sementara waktu hindari pemakaian berbagai produk perawatan rambut kimiawi.
Jangan lupa untuk meningkatkan asupan vitamin B dan mineral kalsium melalui makanan, yaitu bahan yang diperlukan bagi rambut yang sehat.*

Dari berbagai sumber

Dr Mangestuti, Apt., MS
Departemen Farmakognosi dan Fitokimia
Fakultas Farmasi
Universitas Airlangga

Budidaya Tanaman Albasia


Hal yang pertama dilakukan saat membudidayakan albasia adalah melakukan penyiapan lahan. Setelah mendapatkan bibit, maka lahan harus dipersiapkan supaya bibit yang ditanam dapat tumbuh maksimal. Penyiapan lahan pada dasarnya adalah membersihkan lahan dari tumbuhan atau komponen lainnya yang mengganggu pertumbuhan, sehingga pembersihan tersebut dapat memberikan ruang tumbuh bagi tanaman kita. Pembersihan lahan pertama dengan melakukan penebasan semak belukar serta padang rumput. Selanjutnya adalah melakukan pengolahan lahan dengan mencangkul atau membajaknya supaya struktur tanah dapat terbaikan. 

Setelah pengolahan lahan dilakukan, hal berikutnya adalah penanaman. Penanaman dilakukan dengan pembuatan dan pemasangan ajir tanam. Siapkan bambu atau kayu dengan ukuran panjang 0,5 - 1 m, lebar 1 - 1,5 cm. Pengajiran dilakukan untuk memberi tanda dimana bibit harus ditanam, maka pengajiran harus sesuai dengan jarak tanamnya. Setelah pengajiran adalah pembuatan lobang tanam dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm tepat pada ajir yang sudah terpasang. Pelaksanaan penanaman harus dilakukan dengan hati-hati, supaya bibitnya tidak rusak. Penempatan bibit harus tepat pada tengah-tengah lobang tanam dan akarnya tidak boleh terlipat karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap pertumbuhan bibitnya di kemudian hari.

Jika penanam telah selesai dilakukan dengan benar, maka selanjutnya tinggal memberikan perawatan. Perawatannya dengan melakukan penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemangakasan, serta penjarangan. Hal tersbut dilakukan secara bertahap seiring dengan proses pertumbuhan tanaman.

Penyulaman dilakukan dengan penggantian tanaman-tanaman yang mati atau sakit dengan tanaman baru yang baik. Pada sekitar 2-4 minggu pertama seteah penanaman dilakukan penyulaman, penyulaman berikutnya atau yang kedua dilakukan pada waktu pemeliharaan tahun pertama atau sebelum tanaman berumur satu tahun. Pengantian bibit baru akan membuat pertumbuhan bibit pengganti tertinggal dengan bibit yang lainnya yang tidak diganti, maka untuk mencegah hal ini bibit pengganti haruslah bibit yang baik dengan pemeliharaan yang lebih intensif. 

Bagian lain dari perawatan tanaman adalah melakukan penyiangan yang bertujuan untuk membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu seperti gulma dan tumbuhan liar dan juga membebaskan bibit-bibit oenyakit yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman pokok. Penyiangan dilakukan dengan membrsihakan tanaman pengganggu disekitar tanaman pkok agar kerja akar dalam menyerap unsur hara berjalan dengan optimal. Penyiangan dilakukan pada tahun-tahun awal sejak penanaman supaya tanaman albasia tidak kerdil. Pembersihan juga dilakukan pada awal musim hujan karena gulma banyak tumbuh pada awal musim hujan.

Pendangiran juga dilakukan untuk menggemburkan tanah disekitar tanaman. Untuk membuang cabang-cabang pohon yang tidak berguna maka lakukanlah pemangkasan, supaya nutrisi yang disalurkan tidak terbuang percuma.

Hal lain yang juga penting dalam perawatan tanaman adalah penjarangan. Penjarangan bertujuan ntuk memberikan ruang tumbuh bagi tanaman. Penjarangan dilakukan pada saat tanaman berumur 2-4 tahun. Penjarangan pertama dilakukan sebesar 25 % dari jumlah pohon awal, kedua sekitar 40% dari jumlah pohon setelah perlakuan penjarangan pertama. Penjarangan dilakukan dengan menebang pohon-pohon albasia selang satu pohon pada tiap barisan dan lajur penanaman

Daur tebang tanaman albasia biasanya sekitar lima tahunan, maka perawatan dan pemeliharaannya juga selama 5 tahun yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tanaman. Penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemupukan dan pemangkasan cabang dapat dilakukan pada tahun pertama sampai tahun ketiga. Penjarangan dilakukan pada tahun keempat, Prosentase dan frekuensi penjarangan disesuaikan dengan aturan standar teknis kehutanan yang ada.
source : MITRABIBIT

Bunga Pagoda yang Indah Dan Bermanfaat

Bunga Pagoda yang Indah Dan Bermanfaat

Nama Latin :
Clerodendrum japonicum (Thunb)

Nama Daerah :
Bali: senggugu, tumbak raja. NAMA ASING He bao hua (C), pagoda flower (I). NAMA SIMPLISIA Clerodendri japonici Radix (akar bunga pagoda), Clerodendri japonici Flos (bunga pagoda).

Habitat :
Umumnya, bunga pagoda ditanam di taman, pekarangan rumah, atau di tepi jalan daerah luar kota sebagai tanaman hias.


Deskripsi :
Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm. Bunganya bunga majemuk berwarna merah, terdiri dari bunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat. Bunga pagoda dapat diperbanyak dengan biji.

Kandungan Bunga Pagoda:
Alkoloid; Garam Kalium; Zat Samak

Khasiat Bunga Pagoda :
Khasiat Bunga Pagoda adalah : Akar bunga pagoda berkhasiat antiradang, peluruh kencing (diuretik),
menghilangkan bengkak, dan menghancurkan darah beku. Daun rasanya manis, asam, agak kelat, sifatnya netral. Daun berkhasiat sebagai antiradang dan mengeluarkan nanah. Bunga rasanya manis, sifatnya hangat, berkhasiat sedatif, dan menghentikan perdarahan (hemostatis).

Resep Tradisional Bunga Pagoda:
Bisul daan Koreng :
Daun bunga pagoda 7 lembar; Madu 25 ml; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, iminum pagi dan sore
Wasir berdarah :
Akar bunga pagoda 25 g; Air 110 ml, Direbus hingga mendidih, Diminum 2 kali sehari

Sumber : TOGA [Tanaman Obat keluarGA]

Buah Pala, Pereda Stres Dan Insomnia

Buah Pala, Pereda Stres Dan Insomnia

Salah satu rempah favorit di negeri ini adalah pala. Selain memiliki nilai ekonomis tinggi, pala juga merupakan herba serba bisa. Kandungan kimianya jadi solusi alami untuk meredakan stres dan gangguan insomnia 
Pala (Myristica fragan Haitt) merupakan rempah asli Indonesia. Sudah lama pala dikenal sebagai rempah-rempah penghasil minyak atsiri. Minyak ini merupakan salah satu bahan dasar dalam industri minuman dan kosmetik. Secara umum manfaat pala diambil dari kulit batang hingga daging buahnya.



Ringankan nyeri
Batang pohon pala biasa disebut kino, sering dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Kulit batang dan daun tanamannya menghasilkan minyak atsiri. Selain itu, ada juga fuli atau benda yang menyelimuti buah berbentuk seperti anyaman, dan biasa disebut bunga pala. Bunga pala ini dalam bentuk kering banyak dijual di dalam negeri.

Secara turun-temurun, pala dimanfaatkan sebagai herba, terutama biji dan daging buahnya. Biji pala diyakini sangat baik untuk mengobati gangguan pencernaan, muntah-muntah, dan lain-lain.

Buah pala dapat meringankan semua rasa sakit dan nyeri akibat tubuh kedinginan serta lambung dan usus “masuk angin”. Daging buah pala sangat baik dan digemari masyarakat jika telah diproses menjadi makanan ringan, misalnya asinan, manisan, atau selai pala.
Tidak hanya di dalam negeri, di beberapa negara di benua Eropa dan Asia, pala juga cukup dikenal. Pala sering digunakan sebagai ramuan untuk terapi gangguan tidur, stres, mencegah dehidrasi, dan meningkatkan stamina.

Redakan stres
Berdasarkan penelitian yang dilakukan National Science and Technology Authority, dalam bukunya Guidebook on the Proper Use of Medicinal Plants, terungkap bahwa buah pala mengandung senyawa-senyawa kimia yang bermanfaat untuk kesehatan. Kulit dan daging buah pala mengandung minyak atsiri dan zat samak, sedangkan fuli atau bunga pala mengandung minyak atsiri, zat samak, dan zat pati.
Biji pala memiliki kandungan minyak atsiri, saponin, miristisin, elemisi, enzim lipase, pektin, lemonena, dan asam oleanolat. Jadi, hampir semua bagian buah pala mengandung senyawa-senyawa kimia yang bermanfaat bagi kesehatan.

Selain dibuat ramuan, pala juga dapat dijadikan bahan baku pembuatan sirop. Seperti diungkapkan Michael van den Bos, konsultan medis dan herba dari Herbacure Centre, buah pala dapat dijadikan sirop. Caranya, buah pala rebus untuk diambil sarinya. Tambahkan gula secukupnya bila suka.

“Sirop ini seperti minuman lain yang sifatnya menyegarkan. Sirop buah pala memiliki sifat menenangkan dan cocok untuk meredakan stres,” sebutnya.
Michael juga menyebutkan, karena bersifat menenangkan, ramuan berbahan baku pala cocok digunakan oleh mereka yang mengalami gangguan tidur atau insomnia, juga untuk melancarkan darah, meredakan gangguan lambung, nyeri, dan perut mulas karena masuk angin.
Saat ini di pasaran memang tidak banyak ekstrak pala yang dijual. Untunglah, beberapa pengobat telah mengembangkannya dalam bentuk seduhan yang berdiri sen-diri atau dicampur dengan herba lain.

Di pasar internasional, dikenal beberapa jenis pala, yakni Myristica fragrans Houtt, Myristica argentea Ware, Myristica fattua Houtt, Myristica specioga Ware, Myristica Sucedona BL, dan Myristica malabarica Lam.

Jenis pala yang banyak dikembangkan terutama Myristica fragrans, sebab memiliki nilai ekonomis tinggi dibandingkan dengan jenis lainnya. Disusul jenis Myristica argenteadan Myristica fattua. 
Jenis Myristica specioga, Myristica sucedona, dan Myristica malabarica produksinya rendah, sehingga nilai ekonomisnya rendah pula. Sementara jenis Myristica fragransrelatif banyak dikembangkan di Indonesia karena merupakan habitatnya.


Meramu Myristica

Secara umum pemanfaatan pala sebagai ramuan herbal adalah dalam bentuk ekstrak, rebusan buah (sirop), atau manisan. Berikut contohnya: 

1. Ramuan penenang : Ambil serbuk atau ekstrak pala 5-15 gram, campur dengan segelas jus apel atau pisang. Ramuan ini mampu mengurangi rasa tidak nyaman saat Anda sibuk bekerja atau ketika stres mendera. 
2. Gangguan tidur : Ambil kurang lebih 5-15 gram serbuk pala (ekstraknya), campur ke dalam segelas susu maupun jus apel. Cara ini sangat aman dan tidak menimbulkan kecanduan seperti suplemen tidur lainnya.
3. Dehidrasi : Ambil serbuk pala secukupnya, campur dengan segelas air putih atau air kelapa muda. Minum setiap setengah jam sebanyak-banyaknya.
4. Tingkatkan stamina : Anda dapat memakan langsung manisan buah pala atau minum siropnya. Pilih yang tidak mengandung pewarna atau pemanis buatan. Rasa alami manisan buah pala lebih dianjurkan. Hindari konsumsi dalam jumlah berlebih. Cara lain, Anda dapat menambahkan satu sendok teh serbuk pala ke dalam segelas air putih atau jus belimbing maupun jeruk. Catatan: Bila Anda menderita penyakit ginjal, sebaiknya konsumsi pala tidak lebih dari 15 gram sehari. Jika Anda ragu, konsultasikan dengan dokter ahli. 

Sumber :sehatnews.com

Bunga Mawar dan Khasiatnya

Bunga Mawar dan Khasiatnya


Bunga ini sering digunakan untuk mengungkapkan rasa cinta. Selain itu banyak sekali hotel dan tempat hiburan malam menjadikan bunga ini rangkaian ataupun penghias di sudut ruangan atau di meja penerima tamu. Baik warna dan aroma bunga ini sangat menggairahkan. Ya, mawar memang bisa meningkatkan gairah seksual. Selain warna dan bunga yang menarik, bunga ini berkhasiat sebagai obat.

Mawar termasuk tanaman perdu yang memiliki batang bulat dan berduri. Mengandung 300 konstituen, namun baru sekitar 100 konstituen yang terdeteksi manfaatnya. Konstituen tersebut antara lain vitamin C, B, E, K, tannin,geraniol, nerol, sitronelol, asam geranik, terpene, flavonoid, pectin, polifenol, karotenoid, vanillin, stearopten, farnesol, phenyletanol, eugenol, nonilaldehida, dan feniletilalkohol.

Mawar merah memiliki sifat kimia hangat dan berasa manis, berkhasiat anti radang, anti kejang, aprodisiak, penyegar, penambah sekresi empedu, tonikum, pengatur haid, ekspektoran, penghilang bengkak, dan juga pembersih racun dari system tubuh.

Selain itu bunga mawar juga bisa dimanfaatkan untuk perawatan kecantikan, terutama untuk pembersih dan penyegar kulit, pembersih bercak bekas jerawat, bisul, pencegah keriput, ataupun abses.

Dalam penggunaan untuk pengobatan dan kecantikan mawar bisa direbus atau diseduh (kuntum bunga). Pada dasarnya semua bagian dalam bunga mawar ( bunga, akar, dan daun) bisa digunakan. Biasanya daun digunakan selagi masih segar, sedangkan bunga dan akar bisa dikeringkan terlebih dahulu.
Jenis mawar yang sering digunakan adalah mawar Bulgarian (rosa damascene), maroccan atau jenis French (rosa centifolia). Namun mawar tipe local juga bisa dimanfaatkan (jenis rosa chinensis jacg.,rosa sinica L, dan rosa indica auctt.Non L.)
 

Sample text

Sample Text

Sample Text