Pages

Saturday, January 19, 2013

Budidaya Tebu dan cara Menanam Tebu

Budidaya, tebu, menanam

Memilih Tanah

Tebu merupakan jenis tanaman perdu, yang termasuk dalam golongan rumput-rumputan dengan nama lain Saccharum officinarum. Tanah yang paling cocok untuk jenis tanaman perdu adalah daerah dataran yang tingginya kurang dari 500 meter di atas permukaan laut. Serta, mempunyai curah hujan tidak kurang dari 2000 mm per tahunnya. Lebih baik lagi kalau dipadu dengan keadaan iklim yang bergantian antara kemarau dan penghujan. Jadi tanah yang cocok untuk budidaya tanam tebu adalah tanah yang memiliki sifat kering-kering basah.

Pengolahan Tanah

Setelah kita mendapatkan tanah yang cocok untuk menananam tebu maka kita mulai pengolahan dengan membuat parit keliling. Parit ini biasanya dibuat kira-kira 1,3 mdari tepi, karena kita harus memperhitungkan tempat buat pembuangan tanah yang kita gali.

Lebar yang ideal untuk parit keliling sekitar 70 cm dengan kedalaman 70 cm juga, hal ini penting untuk keluar masuknya air. Setelah selesai pparit keliling, seterusnya kita buat parit malang yang panjangnya 100 meter. Jarak antara parit malang yang satu dengan yang lain 10 meter. Dengan demikian setiap kotak yang kita buat ini akan memakan luas tanah 1000 meter persegi. 

Kalau lebar dan dalam parit malang itu 50 cm, maka lebar dan dalam parut mujur 70 cm. ketika membuat parit malang dan mujur tanah hasil galian kita buang selang-seling di sisi kiri dan kanan supaya tidak menghalangi saat membuat �jegongan� (galian tanah) untuk menanam bibit.

 Kemudian setelah parit malang, parit mujur, dan parit keliling semuanya telah jadi, selanjutnya membuat lubang-lubang untuk yang akan kita masuki bibit.
Pembagian yang paling ideal untuk membuat lubang dan parit malang yang panjangnya 100 meter adalah sebagai berikut :

�    Parit mujur 1 x 70 cm                 = 70 cm
�    Jalan dan pembuangan galian 1 x 130 cm     = 130 cm
�    Lubang tanam 100 x 40 cm             = 4.000 cm
�    Galengan 100 x 58 cm             = 5.800cm

Dan kedalaman lubang tanam untuk tanaman adalah 35 cm. waktu pengolahan tanah yyang tepat adalah saat musim panas yaitu antara bulan April, Mei, dan awal Juni. Dengan demikian apabila ada tanah bekas sawah yang akan ditanami tebu, sisa air bekat tanaman ppai bisa dikeringkan dahulu.
Apabila tanah yang akan kita Tanami tebu bekas padi, maka tanah harus di cangkul dan dibalik agar zat asamnya mengurang, biarkan tanah yang sudah kita balik selama satu bulan.

Bibit dan Penanaman

Mengingat tanaman tebu ini termasuk tanaman musiman, dan adanya factor umur tebu yang rata-rata 12 bulan, maka untuk masa tanamnya pun harus memdapat perhatian yang serieus karena tebu bukan berdiri sendiri. Maksudnya ialah sebagai bahan utama pembuatan gula, dan gula ini hubungannya yang sangat erat dengan pabrik gula.

Dengan demikian kita harus memperhitungkan masa-masa pabrik gula itu sendiri kapan mulai gilingnya. Kalau kita tidak memperhitungkan factor tersebut, bisa jadi keadaan kita  menjadi repot. Karena waktu yang tepat adalah ketika kita masuk waktu panen pabrik masuk waktu penggilingan, maka hasil tanaman kita bisa dapat menghasilkan uang.

Pengembangbiakan

Untuk mengembangbiakan tanaman tebu ada dua macam cara. yang pertama adalah cara generative, khusus untuk mencari bibit-bibit unggul yang nantinya bisa dipakai untuk mendapatkan jenis tebu baru yang mempunyai kadar gula lebih tinggi. Kemudian cara berikutnya ialah cara vegetative untuk mendapatkan bibit-bibit yang kita perlukan untuk ditanam.

�    Generative
Dengan cara mengawinkan bunga tebu secara silang, dan kemudian menanam biji dari hasil perkawinan silang tersebut. Perkawinan jenis unggul akan menghasilkan jenis tebu baru yang unggul.

�    Vegetative
Dilakukan dengan penyetekan. Caranya dengan mengumpulkan pucuk-pucuk pohon tebu kurang lebih 3-4 ruas, kemudian bdaun-daun yang menutupi ruas-ruas tersebut kita hilangkan. Karena pucuk ini biasanya masih tertutup daun dan masih agak muda, untuk menghilangkan atau mencegah adanya  hama yang nantinya menyerang, sebelum kita tanam kita harus member racun anti hama. Untuk bibit-bibit seperti ini sering dipakai trusi yang dioles-oleskan pada batang tebu yang akan ditanam sebagai bibit.

�    Bibit Stek Pucuk
Yang  dimaksudkan dengan bibit stek pucuk ini adalah bibit yamg kita ambil dari pucuk tebangan tebu. Panjang pucuk yang kita ambil itu kurang lebih 3 ruas. Kemudian buang daun-daun yang menempel pada ruas-ruas tersebut. Biasanya  dari bibit-bibit macam ini akan didapat dua atau tiga mata.

Setelah kita mendapatkan bibit-bibit yang kita perlukan, maka cara penanamannya haruslah ditidurkan dengan sedikit menimbuninya dengan tanah, sedangkan letak tunas harus disusun disebelah kiri dan kanan.

Sebelum kita meletakan bibit-bibit ini, kita telah siap membuat lubang (cemplong), dan lubang-lubang ini sebelum ditanami bibit terlebih dahulu harus diklantang/dikeringkan dengan maksud supaya tanah menjadi masak/ndayung. Hal itu penting untuk menmghilangkan /mengurangi keasaman. Tebu akan tumbuh dengan baik apabila tanah tidak terlalu asam atau pH nya antara 6,4 ke atas.

Bila lubang/cemplongan situ telah berumput, maka harus dibersihkan atau disiangi. Tanah dari guludan mulai kita turunkan keddalam lubang tanaman yang sudah kita beri sedikit air. Lubang itu dalamnya lebih kurang 35 cm. setelah sehari semalam barulah bibit kita tanam.

�    Bibit Rayungan

Bibit rayungan adalah bibit tebu yang telah tumbuh. Sedangkan untuk bibit-bibit yang telah tumbuh ini yang paling baik adalah bibit-bbibit yang yang bermata 2 dan 3. Kemudian bila ada bibit yang matanya hanya satu, maka sebaiknya di  sampingnya haruslah kita tambah lagi dengan bibit bermata 1 atau 2.

Cara yang baik untuk menanam bibit ini adalah sebagai berikut:

Dari pinggir 1,30 m. Lebar parit keliling 0,70 m, dengan dalam juga 0,70 m. Panjang parit malang 100 m, lebar 0,50 m, demikian juga dengan kedalamannya 0,50 m. Kemudian lebar parit mujur 0,70 m, dengan dalasm 0,70 m. Dengan demikian, maka setiap kotakan ini luasnya 0,10 Ha dengan perincian 100 x 10 m� = 1.000 m�. Kemudian untuk parit yang malang itu dengan panjang 100 m kita bagi lagi sebagai berikut:

  • Untuk membuat parit 1 x 0,70 m = 0,70 m.
  • Jalan dan  tempat pembuangan tanah dari hasil galian membuat parit tersebut kita ambil 1,30 m.
  • Tempat guludan/galengan 0,58 x 100 m = 58 m.
  • Seperti juga jenis bibit yang lain-lain, lubang tanaman kita buat dalamnya 0,35 m.
  • Dengan demikian pada setiap lubang yang panjangnya 10 m ini memerlukan 20 bibit, dan tentu saja masih ditambah dengan dengan bibit sumpingan untuk cadangan sebagai penyulam kalau ada bibit yang tidak baik.
  • Bibit Bonggol
  • Bibit ini kita ambil daribbagian bawah tebu yang habis ditebang. Biasanya berupa batang yang masih  terpendam di dalam tanah, untuk bibit bonggol ini, biasanya mempunyai mata 2 atau 3, cara  penanaman bibit jenis ini dilakukan dengan agak miring sedikit.

Waktu Tanam
Setelah kita mempunyai bibit-bibit dan akan turun tanam, maka sebaiknya kita mulai mengatur waktunya. Dengan demikian dapatlah kita perhitungkan bahwa masaknya tebu dalam kondisi prima dengan rendemen tinggi tepat dengan timing masa giling dari pabrik gula.

Manfaat Stroberi untuk Kecantikan

Manfaat, khasiat, stroberi, kecantikan

A.    Stroberi untuk kecantikan

Buah stroberi mengandung asam salisilat (salah satu jenis  asam beta-hidroksi yang membantu mengencangkan kulit), silica, serta vitamin B, C, E, dan K. Dengan demikian, manfaat stroberi dapat menyehatkan dan meremajakan kulit. Oleh karena itu, stroberi pun banyak dipakai untuk membuat masker.

Cara membuat masker stoberi:

Hancurkan beberapa buah stoberi yang telah di pisahkan dari tangkai dan daunnya. Kemudian, usapkan dua sendok makan hancurkan stoberi tadi pada wajah dan biarkan selama 15 menit.Seteh itu, bilas dengan air steril atau air hangat biasa. Kulit wajah pun jadi lebih cantik.

B.    Stroberi untuk kesehatan

Stroberi mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan, diantaranya sebagai diuretic dan antirematik. Dengan minun 3 hingga 4 gelas larutan daun dan akar stroberi, kita akan terbebas dari asam urat dan nyeri sendi. Dengan meminum air hasil rebusan akar stroberi yang menghasilkan zat antiradang, hal itu juga bisa memulihkan pembengkakan akibat nyeri sendi tersebut.

Daun stroberi juga memiliki zat astringent. Dengan meminum tiga hingga empat cangkir air hasil rebusan daun stroberi per hari, kita bisa terbebas dari diare. Lumatan daun stroberi yang dilumurkan di wajah juga sangat bermanfaat untuk mencegah pengeriputan kulit.

Buah stroberi kaya akan vitamin C dan mengandung zat antianaemik sehingga bermanfaat  untuk pertumbuhan anak. Buah stroberi yang hanya sedikit mengandung gula juga sesuai untuk diet bagi pengidap diabetes.

Menurut penelitian, stroberi dapat mencegah kanker payudara dan leher rahim. Fungsi antioksidan stroberi turut di sumbangkan oleh kandungan vitamin C yang tinggi, yaitu 56,7 mg per 100 gram. JIka memakan 8 buah stroberi berukuran sedang, kita telah mencukupi kebutuhan C harian kita.

C.    Stroberi untuk makanan
Stoberi dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu stoberi segar dan stoberi olahan.

1.    Stoberi segar
Stoberi dapat dikonsumsi dalam keadaan segar. Stoberi segar biasanya berasa manis, beraroma harum, dan daging buahnya berstektur lembut.

Stoberi olahan
Tidak semua stoberi berasa manis, ada pula yang rasanya agak asam. Stoberi yang berasa asam itulah yang sengaja dijadikan produk olahan, seperti untuk sirup, jeli, dodol, selai, jus, manisan, bermacam-macam kue dan pudding, dan es krim.

Stroberi dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai jenis makanan. Terdapat tempat-tempat yang khusus menyediakan berbagai macam makanaan yang husus terbuat dari stoberi. Misalnya, Rumah stoberi yang ada diwilayah Cihideung, Lembang bandung. Di tempat tersebut, pengunjung juga dapat memetik stroberi segar langsung dari kebun.
Jika tidak ingin jauh-jauh pergi ke daerah Bandung, di Jakarta pun terdapat tempat untuk memperoleh stoberi dengan cara yang agak berbeda. Tempat tersebut adalah Waroeng Stoberi.

Budidaya Stroberi dan Cara Menanam Stroberi

Budidaya, Stroberi, cara, menanam

Ada beberapa cara untuk pembibitan budidaya stoberi, namun yang sering digunakan para pekebun stoberi yaitu pembibitan dengan biji dan pembibitan dengan stolon.

1.    Pembibitan dengan Biji
Benih sroberi dapat kita beli di toko-toko penyedia bibit tanaman, apabila bibit sudah tersedia langkah pertama untuk menanam stoberi yaitu merendam benih selama 15 menit, setelah direndam benih kita angin-anginkan supaya kering. Benih yang telang kering kemudian disemai di tempat penyemaian yang sudah dikasih media tanam berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kompos halus yang steril. Dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Selanjutnya benih kita semai secara merata di kotak bibit persemaian yang telah kita siapkan kemudian tutup dengan tanah tipis. Dan terakhir tutp permukaan dengan plastic atau kaca bening dan simpan pada temperature 18-20 �C.

Proses selanjutnya siram benih setiap hari. Setelah tumbuh dan mempunyai dua helai daun, maka bibit telah siap untuk dipindahkan kebedengan sapih. Bibit ditanam di bedengan sapih dengan jarak antarbibit, yaitu 2-3 cm. media tanam bedeng sapih sama dengan media yang digunakan pada persemaian. Bedengan diberi atap plastic bening. Selama didalam bedengan, bibit diberi pupuk daun. Setelah berukuran 10 cm dan tanaman telah merumpun, bibit siap dipindahkan ke kebun.

2.    Pembibitan dengan Stolon
Stolon dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman stroberi. Caranya ialah sebagai berikut. Pilih rumput stroberi yang telah memiliki akar sulur pertama dan kedua. Kemudian, potong kedua akar sulur tersebut. Selanjutny, bibit sulur ditanam di dalam polybag berukuran 18 x 15 cm yang berisi media campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang, dengan perbandingan 1 : 1: 1. Setelah tingginya 10 cm dan berdaun rimbun, bibit siap dipindahkan ke kebun.

Selain itu cara budidaya  bisa dipakai menggunakan polybag-polybag dengan menggunakan media tanam campuran gabah padi dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1.
Setelah bibit di persemaian berdaun, bibit tersebut siap dipindahkan ke polybag-polybag besar dengan ukuran 30 x 30 cm dengan media yang sama. Dan di polybag ini bibit dipelihara sampai menghasilkan buah siap panen.

Pengolahan Media Tanam

Setelah melakukan pembibitan hal yang harus diperhatikan ialah pengolahan media tanam. Secara umum, media tanam tumbuhan stroberi dibedakan menjadi 2 macam, yaitu kebun tanpa plastic mulsa dan kebun yang ditutupi oleh plastic mulsa.

1.    Kebun Tanpa Plastik Mulsa

Caracara merawat stoberi di kebun yang tidak menggunakan plastic mulsa, pertama  lahan diolah dengan baik dengan kedalaman 30-40 cm, kemudian setelah diolah diangin-anginkan selama 15-30 hari.

Lahan dibuat bedengan dengan ukuran lebar 80 x 100 cm, tinggi 30-40 cm, sedangkan panjang disesuai dengan lahan. Sementara itu jarak anatara bedengan ialah 40 x 60 cm. ukuran guludan (petakan tanah yang telah digemburkan untuk tempat menyemai bibit) ialah lebar 40 x 60 cm dan tinggi 30 x 40 cm, dan panjang disesuaikan dengan lahan yang ada, dan jarak antar guludan 40 x 60 cm.

Setelah guludan selesai selanjutnya pupuk kandang ditaburkan dengan merata. Jumlah pupuk kandang yang ditabur ialah 20-30 ton/ha. Selanjutnya, bedengan atau guludan dibiarkan selama 15 hari. Terakhir, buat lubang tanam dengan jarak 40 x 30 cm, 50 x 50 cm, atau 50 x 40 cm. kemudian, stroberi pun siap ditanam.

2.    Kebun dengan Plastik Mulsa
Pengolahan kebun dengan plastic mulsa hampir sama denga pengolahan tanpa plastik mulsa. Diawal musim hujan, lahan diolah dengan baik dan diangin-anginkan selama 15-30 hari supaya kering.
Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 80 x 120 cm, tinggi 30-40 cm, dan panjang disesuaikan dengan lahan yang ada. Sedangkan jarak antar bedengan ialah 60 cm atau guludan dibuat dengan ukuran lebar bawah 60 cm, lebar atas 40 cm, tinggi 30-40 cm. dan panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 60 cm.

Setelah itu lahan diangin-anginkan selama 15 hari, setelah kering, 200 kg urea, 250 kg SP-36, dan 100kg/ha KCl ditaburkan dan dicampurkan dengan tanah bedengan. Kemudian bedengan disiram hingga lembab selanhutnya, plastic mulsa hitam atau perak ditutupkan pada bedengan atau guludan, kuatkan ujung-ujungnya dengan bambu.

Setelah bedengan tertutup plastic mulsa, buat lubang di atas plastic seukuran kaleng bekas susu kental manis. Jarak antar lubang dalam barisan 30-50 cm sehingga jarak tanam 40 x 30, 50 x 50, dan 50 x 40 cm. terakhir, buat lubang tepat pada plastic yang sudah dilubangi.

Pengapuran

Pengapuran dilakuan jika tanah terlalu asam cara ini dilakukan dengan menebarkan 2-4 ton/ha kapur kalsit atau dolomite diatas bedengan atau guludan. Proses pengapuran ini dilakukan segera setelah bedengan atau guludan selesai dibuat.

Teknik Penanaman

Proses selanjutnya setelah pengolahan media tanam ialah penanaman. Penanaman ini membutuhkan teknik agar tidak merusak stroberi yang akan ditanam. Hal pertama yamg harus dilakukan ialah menyiram polybag berisi bibit. Kemudian keluarkan bibit bersama media tanamannya denga hati-hati.

Selanjutnya, tanam satu bibit dilubang tanam, lalu padatkan tanah disekitar pangkal batang. Pemberian pupuk basah dapat dilakukan untuk tanaman tanpa mulsa. Dosis pupuk yang dianjurkan ialah 200 kg/ha urea, 250 kg SP-36, dan 150 kg/ha HCl. Pupuk diberikan kedalam lubang sejauh 15 cm di kiri-kanan tanaman. Terakhir, tanah disekitar pangkal batang disiram sampai lembab.

Pemeliharaan Tanaman

1.    Penyulaman

Bibit tumbuhan  stroberi biasanya ada yang mengalami kematian ketika dipindahkan ke media tanam di kebun, jumlah bibit yang mati biasanya 10-20% dari total bibit yang ditanam.
Bibit tanaman stroberi yang mati atau tumbuh lambat dan tidak normal harus dicabut dan diganti dengan bibit tanaman stroberi yang baru. Syarat bibit tanaman stoberi pengganti harus mempunyai jenis, ukuran, dan umur yang sama dengan bibit tanaman stoberi yang mati.

2.    Penyiangan
Tanaman stroberi yang berada dilahan terbuka biasanya sering diikuti tumbuhan lain yang ikut tumbuh disekitar tanaman stroberi, hal ini dapat merugikan tanaman poko yang kita tanam karena banyak nutrisi dan zat-zat makanan yang �diambil� oleh tanaman pengganggu atau gulma tersebut.
Untuk menghindari hal tersebut maka dilakukan penyiangan yaitu mencabut dan membuang gulma tersebut agar tidak menggaggu tanaman stroberi. Dan biasanya penyulaman diikuti pemupukan.

3.    Pemangkasan
Pertumbuhan stroberi yang cukup pesat biasanya dibarengi pertumbuhan daun yang rimbun. Oleh karena itu, harus dilakukan pemangkasan terhadap daun tersebut. Selain pemangkasan pada daun yang rimbun pemangkasan dilakukan pada daun yang sudah tua  dan mongering serta pada stolon.
Pemangkasan pada stolon dilakukan untuk meningkatkan produksi buah, sehingga buah yang dihasilkan lebih besar dan menarik. Waktu pemangkasan biasanya 2 tahun sekali.

4.    Pemupukan
Pemupukan merupakan penambahan nutrisi pada tanaman, pemupukan pada tumbuhan stroberi yang ditanam di kebun tanpa mulsa dilakukan setelah 1,5-2 bulan. Jumlah pupuk yang diberikan 2/3 dosis yang dianjurkan. Pemberian pupuk dengan cara ditabur, kemudian ditutupi tanah.

Sementara itu, pemupukan dikebun dengan mulsa dilakukan jika pertumbuhan dirasa kurang baik. Komposisi pupuk yang biasa diberikan ialah campuran urea, SP-36, KCl dengan perbandingan 1 : 2 : 1,5 sebanyak 5 kg yang dilarutkan dalam air 200 liter. Selanjutnya, setiap tanaman disiram dengan 350-500 cc larutan pupuk tersebut.

5.    Pengairan dan Penyiraman
Air merupakan unsure penting dalam pemeliharaan tanaman stroberi. Oleh karena itu, penyiraman merupakan hal penting yang harus dilakukan. Penyiraman dilakukan dua kali sehari hingga tanaman berumur dua minggu. Selanjutnya, penyiraman dikurangi secara berangsur-angsur agar tanah tidak mongering. Air dapat langsung disiramkan pada tanaman atau mengaliri parit antarbedengan dengan air.

6.    Pemasangan mulsa kering
Setelah masa tanam di bedengan, dilakukan pemasangan mulsa kering seawall mungkin. Sebelumnya, jerami atau rumput kering setebal 3-5 cm dihamparkan di permukaan bedengan dan di antara barisan tanaman.

Sunday, January 13, 2013

Panduan Budidaya Jamur Tiram dan Penjelasan Tata caranya

budidaya, jamur, tiram, putih

Jamur tiram dapat tumbuh dan berkembang dalam media yang terbuat dari serbuk kayu yang dikemas dalam kantong plastic. Pertumbuhan jamur tiram sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, kita harus mengetahui mengenai kondisi yang cocok untuk pertumbuhannya sebelum kita melakukan budidaya jamur tiram.

Pada kehidupan alaminya jamur ini tumbuh di hutan dan biasanya tumbuh berkembang dibawah pohon berdaun le bar atau dibawah tanaman berkayu. Jamur Pleurotus ini tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak .

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa miselium yang disimpan di tempat yang redup, jumlahnya lebih banyak disbanding di temapat yang terang dari cahaya matahari yang penuh.
Miselium adalah jaringan yang didalamnya kumpulan dari hifa jamur. Miselium dapat tumbuh pada sel dinding kayu dengan melakukan penetrasi pada dinding sel kayu dengan cara melubanginya.

Proses penetrasi dinding sel kayu dibantu oleh enzim pemecah selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang dihasilkan oleh jamur melalui ujung benang-benang miselium. Enzim tersebut mencerna senyawa kayu sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber (zat) makanan.
Syarat Tumbuh JamurTiram

IKLIM

1.    Temperature

Serat (miselium) jamur tiram putih tumbuh dengan baik pada kisaran suhu antara 23-28 �C, artinya kisaran temperature normal untuk pertumbuhannya.  Waluapun begitu, dengan temperature di bawah 23 �C, miselium jamur masih dapat tumbuh meskipun memerlukan waktu yang lebih lambat.
Sedangkan untuk pertumbuhan tubuh buahnya yang bentuk seperti cangkang tiram, memerlukan kisaran suhu antara 13-15 �C selama 2 samapai 3 hari.

Bila nilai temperature rendah tersebut tidak didapatkan, maka ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu pertumbuhan tumbuh buah jamur tidak akan terbentuk, yang berarti pemeliharaan tidak berhasil, atau walaupun terbentuk maka waktu yang diperlukan akan lama.
Tetapi walaupun demikian fase kedua jamur tiram putih tersebut masih dapat tumbuh pada rentang suhu 12-37,8 �C.

2.    Kelembapan

Kandungan air di dalam subtract sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan miselium jamur.
Terlalu sedikit air akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan akan terganggu, bahkan terhenti sama sekali. Namun, apabila terlalu banyak air, miselium akan membusuk dan mati. Kandungan air didalam subtract tanaman akan didapat dengan baik bila dilakukan penyiraman.
Jamur tumbuh baik dalam keadaan yang lembab, tetapi tidak menghendaki genangan air. Miselium jamur tiram tumbuh optimal pada subtract yang memiliki kandungan air sekitar 60%. Sedangkan untuk merangsang pertumbuhan tunas dan tubuh buah, memerlukan kelembapan udara sekitar 70-85%.

3.    Cahaya

Miselium jamur tiram putih tumbuh optimal pada keadaan gelap. Sebaliknya, tubuh buah jamur tidak dapat tumbuh pada tempat gelap. Cahaya diperlukan untuk merangsang pertumbuhan tubuh buah. Tangkai jamur akan tumbuh kecil dan tudung tumbuh abnormal bila saat pertumbuhan primordial tidak memperoleh penyiraman.

Akan tetapi, cahaya matahari yang menembus secara langsung dapat merusak dan menyebabkan kelayuan, serta ukuran tudung yang relative kecil. Pertumbuhan jamur hanya akan memerlukan cahaya yang bersifat menyebar. Oleh karena itu, diperlukan peneduh pohon di dekat bangunan tempat pemeliharaan jamur.

4.    Udara

Jamur tiram putih adalah tanaman saprofit fakultatif aerobic yang membutuhkan oksigen sebangai senyawa untuk pertumbuhannya. Sirkulasi udara yang lancer akan menjamin pasokan oksigen. Terbatasnya pasokan oksigen udara disekitar tempat tumbuh jamur dapat mengganggu pertumbuhan tubuh buah.

Jamur tiram juga yang tumbuh pada tempat yang kekurangan oksigen memiliki tubuh buah kecil dan abnormal. Tubuh buah jamur yang tumbuh pada tempat yang kekurangan oksisgen akan mudah layu  dan mati. Jamur tiram juga memerlukan sirkulasi udara segar untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, harus diberi ventilasi agar pertukaran udara dapat berjalan secara baik.

Pertumbuhan miselium jamur memerlukan kandungan karbon dioksida yang agak tinggi, yaitu 15%-20%. Tetapi, jamur tiram yang tumbuh pada tempat yang mengandung karbo dioksida yang terlalu tinggi memiliki tubuh buah yang abnormal. Biasanya, tudung jamur tiram tumbuuh relative kecil dibandingkan tangkainya.

5.    Derajat Keasaman (pH)

Miselium jamur tiram putih tumbuh optimal pada pH media yang sedikit asam, yaitu antara 5,0-6,5. Nilai pH medium diperlukan untuk produksi metabolism dari jamur tiram putih, seperti produksi asam organic.

Kondisi asam dapat menyebabkan pertumbuhan miselium jamur tiram terganggu, tumbuh kontaminasi oleh jamur lain, bahkan menimbulkan kematian jamur tiram putih. Kondisi pH yang terlalu tinggi (basa), dapat menyebabkan system metabolism dari jamur tiram putih tidak efektif. Bahkan, menyebabkan kematian. Tubuh buah jamur tiram tumbuh optimal pada pH lingkungdn yang mendekati normal (pH 6,8-7,0).

MEDIA TANAM

Secara tradisional, di Jepang, bibit ditanam di dalam lubang atau garisan di kayu kering. Pengeringan dilakukan dengan tenaga sinar matahari atau listrik. Dalam budidaya modrn, media tumbuh yang digunakan berupa kayu tiruan (log) yang dibuat dalam bentuk silinder. Komposisi media ini berupa sumber kayu (gergaji kayu, ampas tebu), sumber gula (tepung-tepungan), kapur, pupuk P, dan air.

1.    Nutrisi

Pertumbuhan yang optimal dapat dicapai bila lingkungannya sesuai serta tersedia nutrisiyang cukup. Protoplas sel memerlukan  nitrogen, fosfor, dan nutrisi lai. Karbon selain diperlukan untuk pembentukan protoplasma, juga diperlukan sebagai sumber energy. Sehingga karbon lebih banyak dibutuhkan  disbanding dengan nitrogen.
Nitrogen dibutuhkan untuk pembentukan asam nukleat. Sedangkan protein dan kitin diperlukan untuk pembentukan dinding sel jamur.

2.    Kehadiran Mikroorganisme lain

Media tempat tumbuh merupakan sumber energy utama bagi jamur tiram. Kehadiran mikroorganisme lain dapat menyebabkan persaingan dalam mendapatkan nutrisi,  sehingga jamur yang diharapkan tidak dapat tumbuh dengan optimal.
Bahkan, sebagian dari competitor tersebut dapat mengeluarkan senyawa yang bersifat toksin terhadap organism disekitarnya.
Sterilisasi media merupakan cara yang efektif untuk membebaskan media tanam dari kehadiran jasad asing di dalam media tanam yang tidak diharapkan.

KETINGGIAN TEMPAT

Kondisi di atas lebih mudah dicapai didaerah dataran tinggi sekitar 700-800 m dpl. Kemungkinan budidaya jamur didataran rendah tidak mustahil, asalkan iklim ruang penyimpanan dapat diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan jamur.

PEMBIBITAN

Bibit yang dapat digunakan adalah F3. Bibit ini dapat dibuat atau diperoleh dari petani jamur yang s udah bisa membuat bibit bibit jamur. Untuk membuat bibit sendiri, diperlukan alat dan bahan yang steril karena proses ini sangat rentan terhadap kontaminasi. Sterilisasi pembuatan bibit biasa menggunakan laminar flow atau transfer box.

ALAT DAN BAHAN

Untuk membudidayakan jamur tiram, diperlukan alat dan bahan sebagai berikut :

�    Kompor minyak tanah
�    Drum berdiameter 80 cm, tinggi 96 cm
�    Rak, dengan luas 3m�
�    pH meter
�    Thermometer
�    Sprayer / penyemprot, dengan pipa paralon 2 inci sebanyak 300 buah
�    Cincin
�    Lampu spirtus, dengan volume 30 liter
�    Baskom plastic
�    Sekpo
�    Serbuk kayu albasia sebanyak 10,5 kg
�    Dedak halus sebanyak 21 kg
�    Tepung jagung sebanyak 0,6 kg
�    TSP murni 1 kg
�    Kapur 3 buah
�    Bibit jamur F3 sebanyak 3 buah
�    Alcohol 95% sebanyak 1 liter
�    Kantung plastic transparan (20x35x0,5)  cm sebanyak 300 buah
�    Kertas roti 10 x 10 sebanyak 300 buah
�    Karet gelang tahan panas 600 buah
�    Air sumur 30 liter

PEMBUATAN JAMUR TIRAM

Adapun proses pembuatan jamur tiram adalah sebagai berikut

1.    Serbuk gergaji dipilih dan dibersihkan. Bagian yang besar dan tajam dibuang karena dapat merusak plastic substrat.

2.    Bahan yang sudah ada dicampur sesuai komposisi takaran dalam jolang / baskom plastic. Aduk sampai merata, jangan sampai ada gumpalan-gumpalan. Adapun bahan yang dicampurkan untuk menghasilkan 100 log adalah sebagai berikut :
�    Serbuk gergaji atau ampas tebu halus 10,5 kg
�    Tepung jagung 0,6 kg
�    Dedak halus 21 kg
�    TSP 1 kg
�    Kapur 3 buah
            Beri air secukupnya, dengan kandungan air 60% dan pHmedia diukur.

3.    Campuran bahan dimasukan ke dalam plastic transparan dengan ukuran 20 x 35 cm dan tebal 0,5. Media harus dipadatkan agar terbentuk log yang baik. Media yang bagus adalah kepadatannya merata. Jangan lupa, ujung plastic bagian bawah ditusuk jari telunjuk supaya masak. Hal ini dilakukan agar bahan yang dimasukkan dan dipadatkan bisa duduk posisinya (tidak miring). Pengisian dilakukan tidak terlalu penuh, tapi disisakan 15 cm untuk memudahkan dalam mengikat.

4.    Tiap log ditimbang beratnya, yaitu sebanyak 1,2 kg.

5.    Sisa ujung plastic ke dalam cincin dilipat keluar, lalu diikat mulut plastic tersebut dengan karet tahan panas.

6.    Tutup mulut log tersebut dengan kapaskemudian tutup lagi dengan kertas, lalu diikat lagi dengan karet.

7.    Dilakukan pengukusan terhadap log media selama 12 jam.

8.    Lamanya pengukusan dihitung setelah air di dalam drum mendidih.

9.    Setelah selesai pengukusan, media di angkat dari drum. Lalu, biarkan selama 8 jam atau sampai dingin pada ruangan yang tertutup. Untuk selanjutnya, dilakukan penanaman bibit.

10.    Setelah media dingin, baru dilakukan penanaman bibit, caranya:
  •     Penanaman bibit dilakuan di ruangan tertutup
  •     Semprot isi ruangan dengan alcohol 95%
  •     Gunakan sarung sarung tangan dan semprot dengan alcohol 95%
  •     Untuk memudahkan penanaman bibit, media yang akan diinokulasi disimpan di depan dekat tangan kiri. Bibit yang akan ditanamkan disimpan di depan dekat tangan kanan. Antara media yang akan ditanami dan bibit, disimpan lampu spirtus.
  •     Buka karet, kertas penutup, serta kapas penutup media.
  •     Masukkan 3 sendok makan bibit untuk satu log media.
  •     Setiap gerakan sendok yang dipakai, dipanaskan dengan api dari lampu spirtus.
  •     Media yang sudah ditanami bibit tersebut ditutup kembali dengan kapas.
  •     Penanaman bibit dikerjakan dengan cepat, tetapi harus teliti.
11.    Media yang sudah ditanami bibit disimpan di atas rak.

12.    Biarkan sampai seluruh media diisi miselium jamur.

13.    Miselium tumbuh memenuhi log media. Setelah seluruh log media ditumbuhi miselium, tutup kapas dan cincin pada bagian atas log tersebut dibuka.

14.    Kelembapan lingkungan dipertahankan dengan menyemprot menggunakan sprayer.

15.    Tubuh buah yang sudah cukup mekar dapat dipanen.

PENYIMPANAN LOG
budidaya, jamur, tiram, putih

Jika kita akan menyimpan log di dalam bangunan, masa tanam jamur tiram tidak tidak diatur oleh kondisi iklim dan dapat dilakukan setiap saat. Log yang sudah ditanami bibit harus disimpan di tempat yang menunjang pertumbuhan miselium dan tubuh buah.
Bangunan untuk menyimpan log dapat dibuat permanen untuk budidaya jamur tiram skala besar atau di dalam bangunan semi permanen.

Tempat pemeliharaan jamur dibuat dengan ukuran 10 x 12 m� yang di dalamnya terdapat 8 buah petak pemeliharaan berukuran 5,7 x 2,15 m�. jarak antara petak 40-60 cm. di dalam setiap petakan dibuat rak-rak yang tersusun ke atas untuk menyimpan 1.300-1.400 log. Rangka bangunan dapat dibuat dari besi, kayu atau bambu.
Log disimpan di atas rak dengan posisi tegak atau miring. Jarak penyimpanan diatur sedemikian rupa sehingga tubuh buah yang tumbuh dari log tidak tumpang tindih dengan tubuh buah yang lain.

PANEN

�    Ciri dan Umur Panen
Jamur tiram Pleurotus adalah  jamur yang rasanya enak dan memiliki aroma yang baik jika dipanen pada waktu umur muuda. Panen dilakukan setelah tubuh buah mencapai ukuran maksimal saat 2-3 hari setelah tumbuh bakal tubuh buah.

�    Cara Panen
Pengambilan jamur harus dilakukan dari pangkal batang karena batang yang tersisa dapat mengalami kebusukan. Potong jamur dengan pisau yang bersih dan tajam, kemudian simpan di wadah plastic dengan tumpukan setinggi 15 cm.

�    Periode Panen
Panen dilakukan setiap hari atau beberapa hari sekali, tergantung dari jarak pembukaan log-log. Dari satu log akan dihasilkan sekitar 0,8-1 kg jamur.


Saturday, January 12, 2013

Budidaya Kacang Hijau

Kacang hijau, selain enak untuk dibuat bubur ternyata juga cukup menjanjikan dari sisi ekonomi. Saat ini harga kacang hijau semakin membaik seiring terus meningkatnya permintaan pasar. Nah, Anda tertarik untuk membudidayakan kacang hijau ? simak yang satu ini.

Kacang  hijau mudah tumbud dan tahan kekeringan, bahkan dapat berproduksi baik pada lahan marjinal (lahan yang kurang subur dan curah hujan rendah), namun dalam usaha taninya masih memerlukan teknologi yang optimal untuk meningkatkan kualitas dan produktivitasnya.

Teknologi Budidaya Umum
1. Benih
Penggunaan bibit yang baik merupakan faktor penting agar budidaya yang anda lakukan memberikan hasil optimal. Benih kacang hijau sangat disarankan menggunakan varietas unggul. Semisal, benih kacang hijau murai, perkutut, kenari, sriti, dan fore belu.

2. Pengelolaan tanah 
a. pada lahan sawah bekas tanaman padi tidak dilakukan oleh tanah (TOT)
b. pada tanah bertekstur ringan tidak perlu dilakukan pengolahan tanah
c. pada lahan kering (tegalan) pengolahan tanah dilakukan intensif, bersihkan dari rumput, cangkul hingga gembur (untuk tanah tegalan yang berat, pembajakan dilakukan sedalam 15-20 cm), buat petakan 3-4 m.
d. tanah tegalan bekas tanaman jagung, kedelai, atau padi gogo perlu pengolahan tanah minimal.
e. pemberian mulsa jerami kira-kira 5 ton/ha agar dapat menekan pertumbuhan gulma, mencegah penguapan air, dan perbaikan struktur tanah.

3. Penanaman
a. Waktu Tanam
Pada lahan sawah, kacang hijau ditanam pada musim kemarau setelah padi, sedangkan di lahan tegalan, lakukan pada awal musim hujan.
b Cara Tanam
Benih ditanam dengan cara tugal, dengan jarak 40 cm x 10 cm atau 40 cm x 15 cm, setiap lubang diisi 2 biji

4. Pemupukan 
a. Pada lahan sawah bekas tanaman padi tidak perlu dilakukan pemupukan.
b. Pada tanah yang kurang subur dilakukan pemupukan 45 kg urea + 45-90 kg TSP + 50 kg KCL/ha
c. Bila ada, tambahkan pupuk organik, seperti pupuk kompos dan pupuk kandang.

5. Pengairan 
Tanaman kacang hijau relatif tahan kering, namun tetap memerlukan pengairan terutama pada periode kritis pada waktu perkecambahan , menjelang berbunga, dan pembentukan polong. 

6. Penyiangan
a. Lakukan penyiangan seawal mungkin karena kacang hijau tidak tahan bersaing dengan gulma.
b. Penyiangan dilakukan 2 kali pada umur 2 dan 4 minggu. 

Sumber : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTT
 

Sample text

Sample Text

Sample Text