Pages

Wednesday, January 23, 2013

7 Tips singkat bagaimana beternak kenari

Beternak kenari memang merupakan peluang yang masih berpotensi menjadi keuntungan bagi peternaknya baik itu untuk dipelihara sendiri ataupun dijual ke pasaran burung. namun ada kalanya dalam beternak itu sering dihadapi berbagai permasalahan yang timbul seperti kenapa burung tidak mau berjodoh, kenapa kenari jantan selalu mematuk burung betina dan kenapa mereka tidak mau kawin.
dan disini akan dijelaskan beberapa tips singkat bagaimana beternak kenari yang efektif.

7 TIPS BAGAIMANA BETERNAK BURUNG KENARI

1. Pisahkan kenari jantan dan betina
Burung kenari jantan dan betina sebelum mulai ditangkarkan sebaiknya dijauhkan dahulu sebelum mereka benar-benar siap untuk dikembang biakan. terkecuali burung sudah pernah produksi atau sejodoh. hal ini untuk mencegah burung kenari jantan menyerang burung kenari betina jika burung kenari betina tersebut belum siap untuk berproduksi.

2. Perhatikan tanda-tanda kenari siap kawin.
Burung kenari jantan lebih cepat mengalami birahi dibanding burung betina, dalam hal ini anda bisa melihat kondisi burung kenari jantan dan betina yang sudah siap dikawinkan tersebut dengan melihat sifatnya yaitu antara lain :


Burung Jantan akan lebih cenderung menurunkan kedua sayapnya sewaktu berkicau.
Burung Jantan akan berkicau dengan lebih lantang dan rajin.
Burung Jantan akan memiliki sifat teritorial saat dipertemukan dengan burung jantan lain.
Burung Betina akan sering merobek kertas.
Dari semua tanda yang paling akurat adalah melihat Ven atau alat kelamin mereka yang akan memerah dan membengkak. 
Burung betina juga akan lebih sering mengangkat ekor mereka sewaktu didekatkan dengan burung jantan. 

3. Menjodohkan kenari
Menjodohkan burung kenari bisa dengan cara menempelkan kedua kandang mereka selama beberapa hari atau bisa juga dengan memaukan burung betina kedalam kandang penangkarannya lalu kandang yang berisi burung jantan dimasukan juga kedalam kandang penangkaran tersebut. Proses ini disebut juga dengan proses perkenalan atau perjodohan, tanda-tanda mereka berjodoh adalah jika burung kenari jantan lebih sering berkicau dan burung betina akan membungkuk jika mendengar kicauan burung jantan tadi. serta burung betina akan lebih senang jika berada didekat kandang burung jantan.
Setelah proses perjodohan berjalan lancar, burung bisa disatukan dalam satu kandang penangkaran. jika burung dalam beberapa hari masih terlihat berantem maka proses perjodohan ini bisa diulangi kembali sampai mereka benar-benar menjadi pasangan yang cocok.

4. Pasang kotak sarang.
Sediakan wadah atau tempat bersarang untuk burung kenari tersebut bertelur. wadah sarang ini banyak dijual di toko-toko kandang atau asesoris dan pakan burung dengan jenis dan harga yang bervariasi. gunakan juga sarang yang sudah jadi dan bahan-bahan sarang yang ditebarkan dilantai dari kandangnya.

5. Berikan pakan yang cukup
Berbeda dengan perawatan hariannya, perawatan kenari selama berkembang biak membutuhkan banyak asupan gizi yang didapatkan dari makanan utama dan makanan tambahannya, berikan eggfood sebagai pelengkap serta tulang sotong dan grit untuk membantu kebutuhkan kalsium, jangan lupa juga menyediakan vitamin dan suplemen khusus untuk burung anda misalnya BirdMature dan BirdVit.

6. Pengamatan sarang 
Kenari Betina dapat bertelur dengan jumlah hingga 8 butir telur dalam sekali bertelur, meskipun telur yang umum dihasilkan adalah berjumlah 5 butir saja. dan dalam prosesnya dibutuhkan waktu selama 2 minggu atau 14 hari untuk telur tersebut menetas. dan selama waktu kenari mulai bertelur dan menetas hingga pelolohan anaknya ,sebaiknya anda membuat catatan khusus sebagai laporan pengamatan mengenai penangkaran burung kenari anda.

7. Pemisahan anakan.
Anak kenari yang sudah berusia 3 minggu biasanya sudah bisa mandiri dan keluar dari sarangnya , pada usia ini burung kenari muda tersebut bisa diberikan ring pengenal dan dipisahkan dalam kandang tersendiri mereka.


Saturday, January 19, 2013

Budidaya Salak Pondoh dan Cara Menanamnya yang Baik

Budidaya, salak, pondoh, cara menanam, tanaman

Pemilihan Bibit
Pemilihan bibit  adalah usaha untuk mendapatkan bibit yang unggul dalam budidaya salak pondoh agar diperoleh hasil yang maksimal. Mengenai pemilihan bibit ini ada beberapa hal yang perlu kita ketahui. Cara memperoleh bibit tanaman buah-buahan pada umumnya dapat diperoleh dengan 2 cara, yaitu:

1.    Generatif
Bibit tanaman yang diperoleh dengan cara generative berasal dari biji yang dibenihkan. Cara generative ini sudah jarang dilaksanakan karena memiliki beberapa kelemahan, yaitu:
a.    Buah yang dihasilkan dalam waktu yang lama.
b.    Sifat buah yang dihasilkan akan berbeda dengan sifat induk.
c.  Hanya dilakukan jika tidak dapat dilakukan dengan cara vegetative, atau hanya dapat dikembangbiakkan dengan biji saja.

2.    Vegetatif
Bibit tanaman yang diperoleh dengan cara vegetative, tidak berasal dari biji, namun dari bagian lain dari tumbuhan. Misalnya, akar, batang, dan daun.
Keuntungan perkembang biakkan vegetative adalah:

a.    Tumbuhan hasil perkembangbiakkan cepat menghasilkan buah.
b.    Hasil buah akan sama dengan sifat induknya
c.    Sifat induk dapat dipertahankan sampai keturunan selanjutnya.
Untuk salak pondoh, cara memperoleh yang biasa digunakan adalah dengan cara pembenihan dari biji, tunas anakan, dan cangkok.

Penggunaan jenis bibit sangat berpengaruh pada kecepatan berbuah suatu tanaman. Jika bibit yang diperoleh dengan cara generative maka akan memerlukan waktu yang lama untuk dapat berbuah, yaitu sekitar 8-10 tahun. Hal itu karena tumbuhan harus memulai fase vegetative dengan menyediakan akar, batang dan daun terlebih dahulu sampai besar, baru fase generative untuk berbunga dan berbuah. Contohnya, mangga yang ditanam dari biji akan berbuah dalam umur 6 tahun, namun dengan cangkokan hanya dalam umur 3 tahun sudah dapat berbuah.

Sebaliknya, jika bibit tanaman yang kita pilih berasal dari bibit vegetative, maka tanaman akan cepat berbuah, karena tumbuhan sudah memiliki organ tubuh yang lengkap yaitu akar, batang, dan daun. Sehingga tumbuhan tinggal melaksanakan fase generative yaitu berbunga dan berbuah.

3.    Pemilihan bibit
Bila kita memperoleh bibit tanaman dengan cara membeli, kita akan merasa kecewa sebab tidak seperti apa yang kita harapkan. Hal ini terjadi karena bibit berasal dari cara generative, jadi dapat mengalami perubahan sifat. Sehingga, jika kita ingin mempertahankan sifat unggul harus didapat dari cara vegetative. 

Kita tidak bisa mengetahui bagaimana cara penjual memperoleh bibit, maka sebaiknya kita membeli pada pedagang yang dapat dipercaya, dan yang sudah kita kenal dengan baik.
Selain itu, ada cara yang lain yaitu dengan membeli bibit pada pedagang yang sudah bersertifikat sehingga ada jaminan mutunya. Tujuan sertifikasi ini untuk melindungi konsumen dari kerugian yang mungkin  dapat dialaminya. Sebab bila kita salah dalam pemilihan bibit ini, kita akan mengalami kerugian waktu, tenaga , dan biaya.

B.    Pengolahan Tanah

Proses pengolahan tanah harus direncanakan dengan baik, yaitu meliputi:
1.    Pembuatan saluran
Saluran di sekitar kebun dibuat untuk saluran air di musim hujan, dan untuk mengairi kebun di musim kemarau.

2.    Pengaturan jarak tanam
Pengaturan jarak tanam antara system penanaman monokultur berbeda dengan polikultur. Sistem monokultur adalah system penanaman yang hanya menanam satu jenis tanaman dalam satu areal. Jarak yang dipakai untuk menanam salak pondoh adalah 2 x 2 meter, dengan jumlah tanaman 1.800 rumpun untuk tiap hektarenya.
Sedangkan system polikultur adalah menanam areal kebun dengan beberapa jenis tanaman. Untuk system ini, jarak tanam antara tanaman yang satu dengan yang lain adalah 1,5 x 1,5 meter. Selain itu, ada tambahan bahwa untuk tanah yang subur, jarak tanam antara tumbuhan satu dengan yang lain lebih luas dibandingkan tanah yang kritis.

3.    Pembuatan lubang tanam

Setelah kita tentukan jarak tanam antara tumbuhan salak yang satu dengan yang lain, maka kita sekarang mulai membuat lubang tanam. Ukuran lubang tanam adalah 50 x 50 x 50 cm atau 75 x 75 x 75 cm. Pada saat membuat lubang tanam, sebaiknya dipisahkan antara tanah yang di bagian atas dan tanah bagian bawah.

Setelah pembuatan lubang selesai, lubang dibiarkan dahulu selama 3 minggu agar terkena sinar matahari. Selain itu, kedalaman lubang ditambahkan pupuk kandang atau pupuk kompos kira-kira 15 kg. Masukkan kembali tanah yang telah berisi pupuk, tunggu selama 1 minggu baru dapat ditanami dengan tanaman salak pondoh

C. Penanaman
Langkah selanjutnya setelah pengolahan tanah adalah penanaman bibit salak pondoh, yang dilakasanakan pada awal musim hujan yaitu sekitar bulan Nopember. Sebab selain udara yang sejuk, juga tersedianya air yang cukup pada musim hujan, sehingga tumbuhan salak pondoh cepat tumbuh dengan baik.

    Hal-hal yang perlu diperhatikan pada penanaman bibit salak pondoh adalah:

1.    Waktu tanam
Seperti telah dijelaskan di depan, bahwa waktu untuk penanaman bibit salak pondoh yang baik adalah pada awal musim penghujan, yaitu sekitar bulan November. Pada saat itu masih tersedia cukup air yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembang biakkan salak pondoh.
Selain itu, juga untuk menghemat tenaga penyiraman, karena lingkungan tempat hidup tanaman salak pondoh sudah basah oleh air hujan.

2.    Jumlah bibit
Jika bibit salak pondoh yang merupakan hasil perbanyakan dari biji,, di tiap lubang tanam diberi 2 rumpun, sebab kita tidak tahu jenis kalamin dari tiap rumpun tanaman salak pondoh tersebut. Jadi untuk persiapan agar tanaman salak pondoh dapat berbuah.
Namun, jika bibit tanaman salak pondoh berasal dari bi it cangkokan, maka untuk setiap lubang tanam hanya diberi satu rumpun bibit tanaman salak pondoh, karena jenis kelamin induknya sudah diketahui sebelumnya.
Cara penanaman bibit salak pondoh:

a.    Keluarka bibit dari kantong plastic/polybag.
b.    Masukkan dalam lubang tanam yang telah tersedia.
c.    Timbun dengan tanah yang sudah bercaampur dengan pupuk.
d.    Tambahkan ajir di sekeliling tanaman salak pondoh agar tidak roboh oleh angin.
e.    Pangkaslah sebagian daunnya kurang lebih sebanyak 75%, dengan tujuan untuk mengurangi penguapan.
f.    Hati-hati dalam menanam bibit salak pondoh, jangan sampai akarnya rusak sebab tumbuhan tersebut akan mati.
g.    Jangan mencampur jenis bibit salak pondoh yang satu dengan yang lain. Jika dicampur akan menyebabkan terjadinya perkawinan silang, sehingga yang didapat adalah buah salak yang berbeda dari tanaman induknya atau tidak seperti yang kita harapkan.

Pemeliharaan tanaman salak pondoh terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

1.    Penyulaman
Penyulaman adalah kegiatan untuk mengganti bibit tanaman salak yang sudah ditanam, biasanya terjadi karena beberapa alas an, yaitu:
a.    Bibit tanaman salak pondoh yang sudah ditanam mati.
b.    Bibit tanaman salak pondoh terhambat atau lambat pertumbuhannya/tidak sama seperti yang lain.
c.    Bibit tanaman salak tidak sesuai yang diingiinkan, misalnya perbandingan antara salak pondoh yang jantan dan yang betina tidak seimbang.
d.    Tanaman dapat diketahui jenis kelaminnya setelah salak pondoh tersebut berbunga.

Penggantian bibit atau penyulaman ini, sebaiknya dengan menggunakan bibit yang sehat, umurnya sama, dan berbuah banyak. Waktu penyulaman pada awal musim hujan agar kita tidak repot menyiraminya dan cepat tumbuh pohon salak pondohnya.

Cara pengambilan bibit untuk penyulaman dilakukan dengan cara putar, yaitu dengan membongkar bibit bersama tanahnya, lalu dibersihkan agar akar dapat tumbuh baik dan terbebas dari rayap.
Tahap-tahap pembongkaran tanaman salak pondoh yang sudah dewasa, yaitu:

a.    Ikat pelepah tanaman salak pondoh dengan tali yang kuat.
b.    Tanaman salak pondoh ditopang dengan bamboo agar tidak roboh.
c.    Pembomgkaran tanaman dilakukan dengan jarak dari pangkal pohon sejauh 20 cm
d.    Potong akar sebanyak 75%, dan sisakan sebanyak 25% agar tanaman tidak mati.
e.    Isilah lubang galian dengan pupuk kandang atau pupuk kompos, dengan perbandingan 1:1.
f.    Bongkar dan pindahkan tanaman dengan hati-hati agar tanaman salak pondoh tidak rusak.
g.    Angkut dan masukkan pada tempat penanaman, jangan lupa beri ajir atau penyangga agar tidak roboh.

2.    Pemupukan
Seperti makhluk hidup yang lain, salak pondoh juga memerlukan makanan yang berguna untuk pertumbuhan sampai menghasilkan buah. Zat makanan tumbuhan berasal dari dalam tanah, yang diambil oleh akar lewat pembuluh kayu di bawa ke daun untuk fotosintesis, dan hasilnya kemudian diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan oleh pembuluh tapis.
Tujuan pemberian pupuk adalah agar tumbuhan menjadi:

a.    Tumbuh dengan baik dan subur, karena tersedianya unsure hara di dalam tanah secara lengkap.
b.    Sehat, tidak mengalami gangguan, baik hama ataupun penyakit karena kekurangan salah satu unsure.
c.    Berproduksi dengan banyak. Produksi yang banyak dapat terwujud jika tanaman salak pondoh dalam keadaan subur dan sehat.
Macam-macam pupuk yang dapat dipakai untuk tanaman, yaitu:
a.    Pupuk alamiah: pupuk kandang dan pupuk kompos.
b.    Pupuk buatan:Urea, NPK, TSP, KCL, ZA.

Sedangkan pupuk yang dipakai  untuk tanaman salak pondoh adalah pupuk kandang atau kompos dan NPK (pupuk buatan yang terdiri dari unsure natrium, kalium dan fospat)
Tujuan pemberian pupuk kandang agar kesuburan tanah dan struktur tanah tetap terjaga dengan ukuran 15 kg untuk tiap rumpun tanaman salak pondoh selama setahun sekali. Sedangkan pemakaian pupuk buatan atau organic yang berupa NPK (Natrium kalium Fospat),  dan campurkan antara urea, TSP dan KCL, dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

3.    Penggemburan tanah

Penggemburan tanah adalah usaha untuk menjaga agar tanah tetap gembur. Tanah yang gembur mempermudah akar untuk bernapas dan dapat bergerak dengan leluasa untuk mencari sumber air atau sumber makanan, sehingga tumbuhan salk pondoh dapat tumbuh dengan subur. Selain itu, dapat merangsang tumbuhnya tunas baru yang dapat menjadi tunas anakan untuk bibit tanaman salak pondoh yang baru. Penggemburan dilakukan pada waktu pemberian pupuk. Penggemburan dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman salak pondoh induk maupun tunas anakan yang sudah mulai tumbuh.

Hasil penggemburan dapat diletakkan disekitar tanaman salak pondoh, sehingga tanamannya menjadi lebih kokoh dan merangsang tumbuhnya tunas baru. Jangan menimbun tanah terlalu tinggi dan tanahnya jangan dipadatkan, sebab akar akan kesulitan dalam mengambil makanan yang lebih luas dan mengalami kesulitan dalam bernapas. Hal ini akan menyebabkan beberapa masalah pada tumbuhan salak pondoh, antara lain:

a.    Pertumbuhan yang terjadi sacara tidak sempurna.
b.    Waktu berproduksi yang lebih lambat dibandingkan dengan yang lain.
c.    Bila berproduksi, didapatkan hasil yang sedikit dan mutu tidak seperti yang diharapkan.

4.    Penyiangan
Penyiangan adalah kegiatan pembuangan rumput liar di sekitar tanaman salak pondoh. Kegiatan ini dilakukan agar pertumbuhan salak pondoh adalah saat pemberian pupuk yang pertama, yaitu dilakukan sekitar 6 bulan pertama umur tanaman.
Untuk seterusnya, kegiatyan penyiangan dilakukan secara rutin tiap 4 bulan sekali. Tujuan penyiangan bagi tanaman salak pondoh adalah untuk:
a.    Menjaga kestabilan tanah
b.    Menjaga kesuburan tanah
c.    Menambah kesuburan tanaman
d.    Menjaga pertumbuhan salak pondoh agar sempurna
e.    Mendapatkan hasil produksi berupa buah yang bermutu dan berjumlah banyak.

5.    Pengairan

Pengairan adalah kegiatan pembarian dan penyediaan air bagi tanaman. Kebutuhan akan air yang terpenuhi akan membuat tanaman menjadi tumbuh dan berproduksi dengan baik. Tanaman salak pondoh memerlukan air yang cukup banyak, terutama dimusim kemarau. Pengaturan pemberian air pada tanaman salak pondoh dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain:

a.    Jenis tanah
Jik tanah tempat tumbuh salak pondoh berpasir, maka kebutuhan akan air lebih banyak dibandingkan tanah liat, karena tanah berpasir cepat basah dan cepat menguap/kering.
b.    Iklim
Pada musim hujan kebutuhan akan air sudah tercukupi, sehingga tidak perlu penyiraman. Lainhalnya pada musim kemarau, tanaman membutuhkan air yang banyak.
c.    Kesuburan tanah
Tanah yang subur adalah tanah yang banyak mengandung zat organic, termasuk air, sehingga kebutuhan air untuk tanah yang subur lebih sedikit dibandingkan tanah yang tandus atau gersang.
d.    Pancaran sinar matahari
Daerah yang pancaran sinar matahari diterima langsung dan penuh, misalnya daerah dataran rendah, membutuhkan air yang lebih banyak . Sedangkan daerah dataran tinggi/pegunungan membutuhkan air yang lebih sedikit karena pancaran sinar mataharinya agak berkurang jumlahnya.
e.    Luas lahan dan tingkat pertumbuhan
Lahan yang luas membutuhkan air yang lebih banyak dibandingkan lahan yang sempit. Selain itu, tingkat pertumbuhan salak pondoh juga mempengaruhi kebutuhan air, misalnya tanaman yang kecil tentunya memiliki kebutuhan air lebih sedikit dibandingkan tanaman salak pondoh yang sudah besar.

6.    Pemangkasan
Kegiatan pemangkasan pada tanaman salak pondoh bertujuan untuk:
a.    Mengatur banyaknya pelepah daun.
b.    Mengatur banyaknya tunas
c.    Agar lingkungan tidak terlalu lembap.
Pemangkasan ditujukan pada pelepah yang sudah tua dan tunas anakan yang terlalu banyak. Waktu pemangkasan yaitu pada saat tanaman salak pondoh sudah mulai berbunga dan mulai berbuah, agar konsentrasi ditujukan untuk proses pembuahan. Pelaksanaan pemangkasan secara rutin setiap 2 bulan sekali atau setelah panen, termasuk pemangkasan tandan buah  yang sudah kering.

7.    Penyerbukan

Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik atau peristiwa perkawinan. Perkawinan ini akan diikuti dengan pembuahan. Tanaman salak adalah tumbuhan yang dapat melakukan penyerbukan sendiri, tanpa campur tangan manusia. Namun, kadang-kadang dapat dibantu oleh angin dan serangga, termasuk manusia ikut membantu penyerbukan tanaman salak pondoh karena ingin mendapatkan hasil yang baik.
Tanaman salak pondoh mulai berbunga pada umur 2 tahun untuk bibit dari tunas anakan dan 3 tahun untuk bibit dari biji. Tanaman salak pondoh berbunga pada umur 3 tahun.
   
Tanda-tanda tanaman salak pondoh siap untuk penyerbukan adalah:

a.    Pecahnya seludang bunga betina,
b.    Berbau wangi, dan
c.    Berwarna merah.
Cara penyerbukan bunga tanaman salak pondoh adalah sebagai berikut:
a.    Oleskan bunga jantan pada bunga betina.
b.    Usahakan benang sari bunga jantan menempel pada bagian putik bunga betina.
8.    Pengendalian Hama Penyakit

Walaupun tanaman salak pondoh termasuk tanaman yang tahan terhadap hama penyakit, namun tetap saja ada beberapa tanaman yang terkena serangan hama dan penyakit. Jika kita ingin bercocok tanam salak pondoh dengan baik dan tidak terserang hama penyakit, kita perlu melakukan beberapa pencegahan, antara lain:

a.    Menjaga kebersihan kebun, baim dari sampah maupun dari gulma/tanaman pengganggu.
b.    Memberikan pupuk yang sesuai, baik jenis maupun dosisnya agar tumbuh dengan sehat.
c.    Menjaga kelembapan lokasi bertanam salak pondoh, lakukan pemangkasan bila perlu.
d.    Lakukan penyemprotan bila terdapat hama atau penyakit.
e.    Menjaga kesuburan dan  kegemburan tanah sehingga pertukaran udara berlangsung dengan baik.
Kita perlu mengenal beberapa jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman salak pondoh. Jenis hama dan penyakit yang sering  merusak tanaman salak pondoh, yaitu:

a.    Hama perusak akar tanaman salak pondoh
Hama ini berupa cacing tanah, yang mengakibatkan tanaman menjadi  pendek/kerdil, daun menguning, dan akhirnya mati. Pengobatannya dengan memberikan Furadan 3 G, Curater 3 G, dan Khriphos 25 EC.

b.    Hama perusak batang tanaman salak pondoh. 
Hama ini berupa kumbang yang meyerang tanaman muda. Mula-mula bagian daun, lalu masuk melalui pelepah ke dalam batang. Akibat yang dialami tanaman salak pondoh adalah daunnya menguning, kerdil, dan akhirnya mati. Penanggulangannya dengan membasmi kumbang menggunakan insektisida Thiodan, Decis, dan Superdice. Cara pemberantasan dilakukan dengan penyemprotan pada bagian yang terkena serangan.

c.    Binatang perusak buah salak pondoh
Binatang yang sering merusak buah salak pondoh adalah tupai dan tikus. Gejalanya berupa bekas gigitan pada buah atau pangkal buah. Pemberantasan dilakukan dengan racun pospit, dan klerat atau dengan cara memburu tikus dan tupai tersebut.

d.    Penyakit jamur pada salak pondoh
Cendawan atay jamur adalah penyakit yang menyerang bagian pangkal batang dan bagian buah. Penyakit ini muncul pada musim hujan yang terus-menerus dan kebun tanaman salak pondoh yang lembap. Pemberantasannya dengan menyemprotkan fungisida Dithane, Antracol, dan Velimex.




Budidaya Melon dan Cara Menanam Melon

Budidaya, Melon, cara menanam, tanam

A.    Lahan Budidaya

Syarat-syarat yang diperlukan dalam proses budidaya tanaman melon agar mendapatkan hasil yang maksimal. Hal-hal tersebut antara lain ;

1.    Pemilihan Lokasi Lahan

Lokasi lahan yang diperlukan untuk membudidayakan tanaman melon, yaitu lahan yang memiliki ketinggian berkisar antara 200 hingga 2000 m dpl dan suhu yang dibutuhkan 12-27 �C.
Lahan yang dipergunakan diusahakan berstruktur miring dan tidak berangin kencang. Hal ini dimaksudkan agar pengaturan irigasi yang diperlukan tanaman saat tumbuh dapat dengan mudah tercukupi, sedangkan tanah tidak dalam keadaan kondisi becek atau tergenang air.

Tanaman melon memiliki keunikan dalam pembudidayaannya karena varietasi-varietas tertentu saja yang dapat dibudidayakan sesuai dengan ketinggian tempatnya. Berikut ini pembudidayaan melon berdasarkan ketinggian tempatnya :
  • Ketinggian tempat < 200 m dpl, dengan suhu 27-25 �C, yaitu varietas : Musk Melon dan Oriental Sweet Melon
  • Ketinggian tempat 200-650 m dpl, dengan suhu 25-23,5�C dan 26-24 �C, yaitu varietas : Jade, Golden Light, Silver Light, Cantaloupe (Halest Best)
  • Ketinggian tempat 650-1.000 m dpl, dengan suhu 23,5-18�C dan 72.,4-19�C, yaitu varietas : Casaba Melon, Melon (Jade Dew, Honey Dew)
  • Ketinggian 1.000-2.000 m dpl, dengan suhu 18,7-12 �C, yaitu varietas : Cantaloupe, dan Casaba Melon.

Tanaman melon sebenarnya dapat dibudidayakan pada lahan yang bersuhu tinggi atau antara 30�C hingga 35�C, namun yang perlu diperhatikan pada penanaman disuhu tinggi tersebut adalah pengairan yang baik karena tanaman melon memerlukan banyak air pada saat tumbuh.

Pada saat penyemaian benih, temperature lahan yang sesuai adalah sekitar 26 �C. apabila kondisi temperature lebih tinggi maka hal ini berpengaruh terhadap pertumbuhan tunas pada benih tanaman melon. Pada saat tanaman melon mengalami pertumbuhan akan memerlukan temperature antara 35 �C hingga 37 �C, sedangkan pada saat tanaman berbuah maka proses pembentukan buah hingga matang  buah akan memerlukan temperature antara 26 �C pada siang hari, dan pada malam hari 16 �C.

Kelembapan udara yang dibutuhkan tanaman melon pada saat pertumbuhan berkisar antara 70 hingga 80%. Sedangkan tanaman melon muda yang tumbuh hingga dewasa memerlukan kelembapan udara maksimal 80% serta minimal 60%.

Dengan kelembapan yang terlalu tinggi dapat mengundang organisme penyebab penyakit seperti cendawan atau jamur yang dapat mempengaruhi kondisi tanaman.

Sinar matahari langsung sangat penting bagi tanaman melon karena dapat membantu  proses fotosintesis tanaman, tanaman melon akan menghasilkan buah yang mani apabila pada fase pembentukan buah, sinar matahari yang diterima intensitasnya lebih tinggi. Hal ini karena pada  fase pembentukan buah tanaman memproduksi vitamin C yang tersimpan dalam buah sehingga kadar gula yang terkandung pada buah juga ikut meningkat.

Curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman melon yaitu, daerah dengan curah hujan berkisar antara 2.000 hingga 3.000 mm/tahun atau sekitar 166.66 hingga 250 mm/bulan.

Tanaman melon sebaiknya ditanam dengan jarak yang lebih lebar apabila waktu penanaman bibit dilakukan pada musim penghujan. Pembuatan bedengan untuk lahan tanaman dibuat dengan lebar sekitar � 120 cm dan tinggi tanah bedengan sekitar 50 hingga 60 cm. pengaturan jarak tanam dimaksudkan untuk memberikan kelembaban yang sesuai bagi tanaman pada saat tumbuh.

Akar pada tanaman melon hanya mampu menembus tanah sedalam 15 hingga 20 cm serta menyebar dalam radius 30 hingga 40 cm. Dengan kondisi seperti itu maka pengairan yang cukup harus dilaksanakan agar kebutuhan air yang diperlukan tanaman dapat sesuai.

2.    Kondisi Tanah

Tanaman melon dapat tumbuh pada lahan terbuka dengan menanamnya pada tanah yang dibuat bedengan ataupun dengan menggunakan media tanah yang disiapkan dalam pot, polybag, atau wadah tertentu. Kondisi tanah yang ideal yang dipergunakan untuk pembudidayaan tanaman adalah tanah yang bertektur liat, berpasir, gembur, drainase baik, subur, serta mengandung pH tanah antara 6,0 hingga 7,0.

Tanah yang dipergunakan untuk budidaya menggunakan pot tidak berbeda dengan tanah yang digunakan di lahan terbuka, namun diperlukan pengaturan yang sesuai agar dapat diciptakan komposisi yang ideal bagi pertumbuhan melon.

Menurut penelitian para ahli tanaman di Indonesia, penggunaan medium tanah yang dicampur dengan humus daun bambu dengan perbandingan 1 : 1 akan lebih meningkatkan pertumbuhan tanaman melon. Sedangkan medium tanah yang dicampur dengan campuran humus daun bamboo serta pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2 akan memengaruhi kondisi buah melon hingga mencapai diameter buah yang maksimal. Pilihan lain campuran tanah yang disarankan oleh para ahli tanaman yang diperlukan bagi budidaya tanaman melon yaitu dengan campuran tanah dengan unsure lempung, pasir, humus, serta pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 : 1.

Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan campuran harus dipastikan bahwa campuran dalam keadaan steril. Sterilisasi campuran dapat dilakukan dengan terlebih dahulu pengukusan atau dioven dengan suhu berkisar 100 �C dan waktu pengukusan 30 menit. Sterilisasi campuran dapat juga dilakukan dengan mencampurkan atau memfumigasikan dengan zat Basamid-G. alternative lain penggantian campuran pupuk kandang adalah dengan memberikan pupuk organic Super TW plus.

Sebelum penanaman tanah terlebih dahulu digemburkan, proses penggemburan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau supaya tanah mudah dihancurkan dan diremahkan. Proses penggemburan dilakukan dengan mencangkulnya hingga kedalaman � 30 cm, kemudian membalikan tanah, yang tadinya tanah bagian bawah dibalik supaya berada di bagian atas. Hal ini supaya gulma tidak dapt tumbuh dan berkembang.

Setelah tanah dibalik-balikan biarkan tanah selama 1 minggu supaya tersinari dan terangin-anginkan. Kalau sudah cukup baru tanah dibuat bedengan tempat tanaman akan ditanam. Ukuran yang ideal untuk pembuatan bedengan adalah panjang 5-7 m dan lebar antara 30-50 cm untuk penanaman satu baris tanaman atau lebar 1-1,25 m  apabila penanaman dua baris. Masing-masing bedengan dengan gundukan tanah dengan ketinggian 30-50 cm.

B.    Persiapan Penanaman

Apabila lahan yang akan digunakan pernah dipakai sebagai lahan budidaya tanaman sejenis ddan terserang penyakit fusarium, maka sebaiknya lahan tersebut tidak digunakan, atau dengan menanam tanaman lain yang tidak sejenis hingga � 3-5 tahun. Kalaupun ingin dipakai dengan tanaman sejenis maka harus melalui proses pengolahan tanah secara kimiawi, dan lahan pun bisa digunakan kembali.

Prosesi kimiawi bisa mengunakan Basamid-G, dengan lahan yang basah dan lembap campuran basamid bisa dilakukan, kemudian aduk tanah dengan basamid sampai merata dan mencapai kedalaman 20-30 cm. sesudah rata tercampur basahi tanah sampai lembap selama 7 hari, kemudian tutup permukaan tanah dengan plastic hingga 1 minggu, setelah itu lakukan pencangkulan kembali sampai merata, dan sirami sampai lembap dengan air bersih.

Setelah bedengan telah siap ditanami maka lahkah selanjutnya pemasangan mulsa 3-7 hari sebelum bibit ditanam, mulsa atau penutup permukaan tanah dapat menggunakan plastic hitam perak (mulsa PHP). Penggunaan mulsa bertujuan agar kelembapan dan suhu tanah tetap stabil, juga dapat mencegah pertumbuhan gulma.

Setelah pemasangan mulsa selesai maka dapat dilakukan pembuatan lubang tanam, alat bantu untuk melubangi mulsa bisa menggunanakan besi ata kaleng bekas yang dipanaskan agar plastic dapat ditembus dengan diameter � 10 cm.

Setelah lubang tanam siap, selanjutnya memasang ajir pada bedengan. Ajir atau cagak digunakan tanaman sebagai penopang tanaman atau sulur tanaman. Ajir ditanam disamping lubang tanam dan menyilang dengan masing-masing.ajir yang menyilang dibentuk segitiga sama kaki dengan jarak � 25 cm.

�    Pemilihan bibit
Bibit yang ideal dapat kita peroleh dib alai pertamanan atau produsen dengan jaminan kualitas yang baik, dan memilih varietas yang sesuai dengan kondisi iklim dimana bibit ini akan ditanam.

�    Pupuk organic dan anorganik

Pupuk yang diperlukan bagi tanaman melon berbeda dari tiap fasenya. Untuk itu perlu dipersiapkan jenis-jenis pupuk yang akan diperlukan. Pupuk organic yang perlu dipersiapkan antara lain jenis kompos, pupuk kotoran ternak, super TW plus, muhus, Gro-Mate, dan Stratos. Sementara untuk pupuk anorganik dapat dipilih seperti, Urea, TSP, ZA, KCI, ZK, SP-36, NPK dan beberapa jenis pupuk daun yang biasanya berupa pupuk cair.
Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman bisa menggunakan seperti, Rootone F, IBA, IAA, Atonik 6,5L, Dekamon, dan lain-lain sedangkan untuk zat yang diperlukan tanah bisa menggunakan seperti, Dolomit, Zaegro-1, kapur hidrat, kalsit, dan lain-lain.

�    Obat tanaman
Obat tanaman diperlukan bila tanaman mengalami gejala terserang penyakit ataupun untuk menghilangkan hama tanaman yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Obat tanaman yang perlu disiapkan dan dipergunakan antara lain insektisida, bakterisida, fungisida untuk jamur, serta nematisida.

C.    Pembibitan Tanaman Melon

Setelah menentukan biji dan varietas yang akan kita tanam, maka biji-biji tersebut disemai terlebih dahulu sebelum ditanam pada media tanam yang tersedia. Penyemaian perlu dilakukan untuk menghindari pertumbuhan tanaman seperti pertumbuhan kerdil hingga benih menjadi mati.

Penyemaian dapat dilakukan dengan menggunakan wadah plastic atau polybag atau juga menggunakan lahan penyemaian tersendiri. Jika ingin menggunakan polybag atau  kantong plastic maka kita pilih polybag yang berukuran 8 x 10 cm, setelah  polybag tersedia maka dapat dimasukan media tanam berupa  tanah yang telah dicampur yang terdiri dari tanah, pasir serta pupuk organic dengan perbandingan 1 : 1 : 1 untuk masing-masing jenisnya.

Biji yang sudah siap rendam dahulu untuk mensterilkan hama dan penyakit dengan air yang dicampur pestisida selama 1- 2 jam, kemudian biji tiriskan sampai kering. Sebelum ditanam biji didiamkan dan ditutupi kain yang steril selama semalam dengan suhu 25 �C.

Setelah didiamkan semalam barulah benih di masukan pada masing-masing polybag dengan kedalaman 5 cm, benih yang berada  dalam polybag harus disiram secara kontinyu, yuitu pada  pagi jam 06.00 dan sore hari pukul 16.00, diusahakan jangan terlalu becek.

Setelah 10 hingga 14 hari maka tanaman akan mulai memproduksi daun, kalau sudah tumbuh daun penyemprotan bisa menggunaka pupuk daun agar daun terhindar dari serangan hama atau penyakit.
Setelah bibit berumur 2 minggu atau lebih maka bibit siap dipindahkan ke lahan budidaya. Jarak tanam sesuaikan dsengan lubang pada mulsa yang telah disediakan, kedalaman lubang tanam sekitar 10-15 cm. setelah  5 hari maka dapat diberikan pupuk anorganik dengan membenamkannya pada lubang tanam. Selanjutnya lakukan penyiraman yang sesuai agar tanaman melon tumbuh dengan baik.

Budidaya Rambutan dan Cara Menanamnya

Budidaya, Rambutan cara menanamnya

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman rambutan.

A.    Faktor luar
Faktor luar adalah factor-faktor yang terdapat di luar tanaman rambutan, yaitu sebagai berikut:

1.    Tanah
Jenis tanah yang baik sebagai media tanam untuk pertumbuhan rambutan adalah tanah yang gembur, subur, dan sedikit berpasir. Walaupun sebenarnya rambutan dapat hidup dalam segala jenis tanah, namun pada jenis tanah seperti tersebut di atas, rambutan dapat memberikan hasil yang optimal.
Tingkat derajat keasaman (pH) tanah yang optimal untuk budidaya tanaman rambutan adalah antara 6,67 dan jika pH tanahnya kurang dari 5,5 seperti daerah rawa-rawa maka perlu diadakan pengapuran terlebih dahulu.

2.    Iklim
Iklim adalah keadaan suhu rata-rata suatu tempat pada jangka waktu tertentu.
Keadaan iklim sangat dipengaruhi oleh:
a.    Suhu udara,
b.    Curah hujan,
c.    Pancaran sinar matahari, dan
d.    Arah angin
Hal yang paling mempengaruhi keadaan iklim adalah curah hujan. Curah hujan yang diperlukan rambutan adalah 1.500-2.500 mm setiap tahunnya.
Pada saat berbunga, rambutan memerlukan musim kering selama 3 bulan agar dapat menjadi buah yang baik. Jika musim kering berlangsung lebih dari 3 bulan, maka bunga akan menjadi gugur atau buah tidak sempurna (menjadi kempes).

3.    Letak ketinggian
Ketinggian antara 30-500 meter di atas permukaan laut adalah kondisi tempat yang dapat dipakai bertanam untuk mendatangkan hasil lebih baik.

B factor Dalam
    Faktor-faktor dalam adalah factor yang berasal dari tubuh tanaman rambutan itu sendiri, yang termasuk factor dalam adalah sebagai berikut:

1.    Jenis rambutan yang ditanam
Terdapat beragam jenis rambutan, masing-masing memiliki sifat yang khas. Dari bermacam-macam sifat tersebut, kita dapat menyeleksi sifst-sifst yang menguntungkan. Sifat-sifat tersebut diturunkan ini juga perlu kita perhatikan, jika ingin memperoleh  hasil lebih baik.

2.    Bibit yang dipilih
Seperti kita ketahui, sifat turunan adalah sifat yang diturunkan induk pada anak-anaknya. Jika kita telah memilih induk dengan sifat unggul atau berkualitas, kita dapat juga mengusahakan agar sifat tersebut diturunkan pada anak-anaknya yaitu dengan cara perkembangbiakkan tak kawin, misalnya mencangkok. Dengan cangkok, kita memiliki beberapa keuntungan yaitu:
a.    Diperoleh sifat yang hampir sama dengan induknya;
b.    Cepat berbuah;
c.    Cepat menghasilkan keturunan.
Tetapi apabila kita mendapatkan keturunan dengan hasil perkawinan, belum tentu memperoleh sifat yang sama dengan induk, sebab perkawinan adalah gabungan antara induk jantan dan induk betina.

    Proses  penanaman

Penanaman pohon rambutan di pekarangan rumah lebih mudah dari pada dikebun, karena perhatiannya lebih banyak dan tidak mememrlukan bermacam-macam tehnik perawatan, namun tentu saja dengan perawatan yang sederhana, hasilnya juga tidak dapat memberikan hasil yang maksimal.
Tanaman rambutan yang diusahakan di kebun dan di rawat secara maksimal maka akan diperoleh hasil yang maksimal.

Persiapan

Untuk penanaman rambutan, yang kita perlukan pada persiapan lahan adalah:
1.    Persiapan lahan
Lahan yang kita perlukan adalah:
a.    Lahan yang subur,
b.    Kondisi tanah yang gembur, dan
c.    Sirkulasi udara dalam tanah berjalan baik.
Cara mempersiapkan lahan untuk berkebun rambutan:
a.    Tanah dibersihkan dari tanaman pengganggu (semak)
b.    Tanah dibajak atau dicangkul agak dalam, jika kita tanam pohon rambutan dari biji atau dengan okulasi. Jika dari cangkokan, tidak usah terlalu dalam.
c.    Pada lahan yang agak liat, kita tambahkan humus terlebih dahulu.
d.    Biarkan kondisi seperti ini selama satu tahun terlebih dahulu.

2.    Pembuatan Lubang Tanam
Setelah selesai mengadakan persiapan lahan, selanjutnya kita persiapkan pembuatan lubang tanam untuk tanaman rambutan.
Lubang tanam dibuat 4 pekan sebelum proses penanaman bibit rambutan.
Besar ukuran lubang tanam adalah 1x1x0,5 meter.
Cara pembuatan lubang tanam untuk tanaman rambutan adalah sebagai berikut:
a.    Ukurlah tanah dengan meteran sepanjang 1 meter, lebar 1 meter
b.    Mulailah menggali lubang tanam sedalam 0,5 meter
c.    Pada saat penggalian, sebaiknya pisahkan antara tanah sebelah atas dan tanah sebelah bawah
d.    Jarak antara lubang tanam yang satu dengan lainnya adalah 12 meter
e.    Tunggu lubang tanam selama 2 minggu
f.    Tutup kembali lubanag tanam dengan sususnan seperti semula sebelum di gali
g.    Tambahkan pada bagian tanah sebelah atas dengan pupuk kandang
h.    Setelah 4 minggu maka bibit rambutan sudah dapat ditanam pada lubang tanam

3.    Persiapan penyediaan benih
Cara penyiapan bibit dari biji rambutan:
a.    Rendam biji rambutan dalam air bercampur asam klorida (HCL) 25% dengan perbandingan 1:2 atau dalam larutan asam sulfat (H2SO4)
b.    Lama perendaman selama 15 menit.
c.    Ambilbiji rambutan dan cuci sampai bersih
d.    Tiriskan biji rambutan selama 1 hari sampai kering agar tidak ditumbuhi dengan jamur
e.    Langkah selanjutnya adalah menyemaikan benih pada lahan yang gembur sedalam 20 cm.
f.    Kurang lebih 1 bulan, pohon rambutan sudah mulai tumbuh dan jika sudah ada daunnya, dua helai dipindahkan ke tempat penanaman.

Penanaman

Pada penanaman tanaman rambutan harus diperhatikan:
1.    Lubang tanam tidak terlalu dalam atau terlalu dangkal.
2.    Dalam lubang kira-kira batas antara akar dan batang. Usahakan setinggi tanah yang ada dipermukaan
3.    Buatkan perlindungan tanaman dari bahan bamboo dengan posisi agak tinggi bagian Timur, atau membujur dari arah Utara ke selatan  agar Matahari pagi lebih banyak dari pada sore hari
4.    Pelindung bagian atap dibuat dari daun kelapa atau daun tebu
5.    Lepas bibit dari keranjang atau kantung plastic, agar tidak mengundang rayap merusak akar yang masih muda
6.    Pada awal penanaman, ditambah dengan pupuk kandang dan pupuk hijau.
7.    Penanaman bibit rambutan sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Namun, jika masih musim kemarau, sebaiknya disiram 2 kali sehari selama 2 minggu.s
Pemeliharaan

A.    Penyiraman

1.    Penyiraman pada tanaman rambutan yang baru ditanam sampai berumur 2 minggu, dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari.
2.    Setelah 2 minggu berlalu, penyiraman dilakukan 1 kali sehari
3.    Setelah tanaman rambutan kuat, penyiraman dilakukan sesekali saja jika memerlukan.
4.    Jika da air yang menggenang, segera buat saluran air agar air sgera mengalir jauh dari tanaman rambutan, karena tanaman rambutan, karena tanaman rambutan timbuhnya kurang baik dalam air yang menggenang.

B.    Pemupukan

Pemupukan adalah usaha untuk menambah kesuburan tanah sehingga tanaman cepat berbunga dan berbuah. Selain itu, pemupukan juga dilakukan agar susunan unsure hara tanah tetap dalam keadaan seimbang.
1.    Untuk menanam rambutan yang berumur 2 tahun, pemupukan dilakukan dengan cara menggali tanah di sekeliling pohon sedalam 30 cm, lebar 40 cm, dan memasukakkan campuran 30 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram urea setara 20 gram ZK.
2.    Untuk tahun ketiga dan seterusnya, pemupukan tanaman rambutan berupa 50 kg pupuk kandang, 60 kg TSP, 150 gram urea, dan 250 gram ZK untuk setiap hectare tanah.
Selain pupuk yang diberikan pada bagian tanah, tanaman rambutan juga perlu pupuk daun.
Pupuk daun adalah pupuk yang diberikan  pada tanaman lewat bagian daun dengan cara disemprotkan, terutama pada saat stomata mulut daunnya terbuka.

Kelebihan pemberian pupuk daun adalah:

1.    Unsur hara lebih cepat terserap.
2.    Tunas lebih mudah terbentuk.
3.    Bunga lebih cepat terbentuk.
4.    Tanah tidak cepat menjadi tandus.
Penyemprotan pupuk daun dilakukan pada bagian bawah daun, karena letak stomata atau mulut daun ada di permukaan bawah daun. Kecuali pada tumbuhan air yang memiliki stomata di permukaan atas daun.

C.    Penyiangan

Penyioangan adalah proses pembuangan atau pembersihan lahan tanaman rambutan dari tanaman lain yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman rambutan, misalnya gulma dan rumput.Selain penyiangan, yang tak kalah penting agar tanaman rambutan cepat berbuah adalah pemangkasan. Buah yang banyak diperoleh dari daun yang rimbun. Sedangkan daun yang rimbun ini, dapat kita peroleh dari pemangkasan.
Pemangkasan dilakukan setelah selesai panen seluruhnya, terutama ranting-ranting yang telah kering dan mati.
Ada beberapa cara yang dilakukan agar tanaman buah-buahan cepat berbuah, yaitu:

1.    Pemangkasan
Pemangkasan ada 3 macam yaitu pemangkasan ringan (pada batang yang tidak produktif). Pemangkasan sedang (untuk cabang yang rusak), dan pemangkasan berat (meremajakan batang yang tua).
Pemangkasan perlu memperhatikan kondisi tanaman dan lingkungan tempat hidupnya, serta waktunya yaitu akhir musim kemarau dan awal musim hujan.

2.    Pematahan Bagian Ujung Tunas
Pematahan ujung tunas hampir sama dengan pemangkasan. Pematahan hanya dilakukan pada ujung tunas. Pematahan menghambat tambahan memanjang. Sehingga zat makanan untuk membentuk tunas ditimbun agar terbentuk buah.

3.    Melukai batang akar atau Umbi
Pembuatan luka merupakan usaha yang dilakukan oleh nenek moyang sejak zaman dahulu kala. Pembuatan luka dilakukan pada bagian batang, akar dan bagian umbi.
Setelah dilukai sebaiknya diberi paraffin atau cat agar tidak terjadi infeksi. Bagian batang yang dapat dilukai adalah batang yang keras, dengan lebar luka 10-20 cm pada sekeliling batang.
Dengan adanya luka maka pengangkutan zat makanan menjadi terganggu, sehingga pemusatan zat makanan pada bagian daun akan mendorong proses pembungaan.

4.    Pengikatan
Mengikat tanaman ini merupakan cara yang sudah lama dilakukan oleh nenek moyang kita.
Pada awalnya, mereka tidak tahu mengapa tanaman yang diikat menjadi cepat berbunga dan brbuah. Pengikatan menggunakan kawat sebagai pengikat, dapat dilakukan bagian batang besar atau kecil. Setelah berbunga dan berbuah, pengikatnya baru dilepas.

1.    Hama

Hama tanaman rambutan adalah gangguan pada tanaman rambutan yang disebabkan oleh hewan. Hewan yang biasa mengganggu tanaman rambutan adalah semut, kepik (kumbang kecil), kutu, tupai dan kelelawar. Termasuk di dalamnya adalah ulat penggerek yang paling sering dijumpai pada buah, batang, dan daun rambutan, serta masih banyak lagi jenis ulat pengganggu yang lain.

a.    Ulat penggerek
Ciri-ciri buah rambutan yang terkena hama ulat penggerek adalah sebagai berikut:
1)    Buah rambutan kering dan berwarna hitam.
2)    Pada bagian daging buah terdapat ulat yang berwarna cokelat

b.    Ulat pemakan daun

Ulat pemakan daun sering disebut ulat keket, memiliki ciri-ciri:
1)    Menyerang daun tanaman rambutan saat musim kemarau.
2)    Daun yang dimakan adalah daun yang muda.
3)    Pinggir daun menjadi kering dan keriting.

c.    Ulat penggerek batang

d.    Ulat jengkal
Ulat jengkal menyerang bagian daun ranbutan yang masih muda.
Ciri-ciri daunnya:
1)    Bagian pinggir menjadi keriting.
2)    Bagian pinggir daun berwarna coklat dan kering.
3)    Dijumpai ulat yang berwarna coklat seperti tangkai daun yang kering.

2.    Penyakit

Penyakit pada tanaman rambutan adalah gangguan pada tanaman rambutan yang disebabkan oleh mikroorganisme (makhluk hidup yang sangat kecil, berupa tannaman dan hewan).

Macam-macam penyakit pada tanaman rambutan adalah:

a.    Bercak daun
1)    Bercak daun disebabkan oleh ganggang.
2)    Yang diserang adalah bagian daun yang sudah tua
3)    Penyakit ini muncul pada musim penghujan.
4)    Gejala berupa bercak putih pada permukaan atas daun
5)    Serat bercak berwarna jingga.

b.    Bercak pada batang
1)    Apenyebab bercak putih adalah lumut kerak
2)    Warna putih
3)    Menyerang pada bagian batang

c.    Akar putih.
1)    Penyebab akar putih adalah  jamur.
2)    Gejala adanya bercak putih pada akar.
3)    Dapat menyebabkan akar menjadi kering sehingga tanaman mati.
3.    Gulma
Gulma adalah gangguan pada tanaman rambutan yang berupa tanaman pengganggu.
Gulma tanaman rambutan biasanya berupa rumput liar yang hidup di sekitar tanaman tersebut, upaya menanggulangi dengan mengadakan penyiangan secara rutin pada jarak 1 meter dari batang rambutan.

Usaha-usaha pemberantasan hama dan penyakit pada tanaman rambutan adalah sebagai berikut:

1.    Pencegahan
Usaha pencagahan terhadap hama dan penyakit yang menyerang tanaman rambutan dilakukan untuk membasmi hama tanaman berupa kutu.

2.    Pemberantasan
Adalah usaha pemberantasan hama yang berupa ulat penggerek.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk pemberantasan hama, yaitu:
a.    Jangan dilakukan pada saat tanaman rambutan berbunga, karena akan menggangu proses penyerbukan
b.    Jangan melakukan pemberantasan hama pada saat buah siap dipanen.
Dua puluh hari sebelum dipanen, pemakaian pestisida harus sudah dihentikan, karena residu pestisida dapat meracuni konsumen.
Pencegahan penyakit pada tanaman rambutan, misalnya sebelum tumbuh jamur pada musim hujan ,mulai tiba, tanaman rambutan kita semprot dengan fungisida.



Budidaya Mengkudu dan Cara menanamnya

budidaya, mengkudu, cara menanamnya

Mepersiapkan Lahan

Tanaman mengkudu merupakan jenis tanaman yang mudah tumbuh, hal ini memudahkan bagi kita yang ingin membudidayakan mengkudu. Tanaman ini dapat tumbuh di lahan bekas perkebunan, tegalan, persawahan, atau bekas hutan. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam persiapan lahan antara lain:
  • Melakukan pembersihan lahan dari sisa-sisa tanaman jika akan ditanam di bekas hutan dan perkebunan
  • Lahan harus diolah dengan hati-hati agar humus tidak rusak.
  • Jika ditanam pada persawahan atau tegalan tidak usah dibersihkan. Langsung saja dibuat lubang tanam untuk bibit mengkudu.
  • Jika mengkudu akan ditanam di lahan yang miring perlu dibuat terasering agar tidak longsor. Derajat keasaman atau pH tanah yang cocok untuk mengkudu antara 6-7. Ketinggianlahan antara 0-700 m dpl.
  • Melakukan pengapuran dengan cara menaburkan kapur dolomite ke tanah dan dibiarkan selama 7-14 hari. Keuntungan dari pengapuran ialah, tanah menjadi gembur, mengurangi zat-zat beracun, dan mengurangi hilangnya unsure hara.
  • Pembibitan Mengkudu Hal yang penting dengan pembibitan ialah jenis-jenis bibit mengkudu. Jenis-jenis mengkudu ini dibedakan  menjadi tiga yaitu:

�    Bibit Generatif
Bibit generative diperoleh dari hasil penyemaian. Waktu yang dibutuhkan relative lama. Dari satu buah mengkudu dihasilkan 40-50 bibit.

�    Bibit Vegetatif
Bibit vegetative diperoleh dengan cara membiakan bagian tanaman, yaitu cara stek. Bibit ini cocok ditanam didalam pot karena akarnya kurang kuat. Jika ditanam di lahan dikhawatirkan mudah roboh.

�    Bibit Siap Tanam
Bibit siap tanam diperoleh dengan cara membeli di penyedia bibit, bibit ini mempunyai tinggi 0,5-1 m dalam umur 2,5-3 bulan. Bibit ini langsung bisa ditanam dan emppat bulan kemudian sudah berbuah.
Bibit mengkudu dapat diperoleh dengan membuat sendiri, yaitu dengan cara generative dan vegetative .

Cara pembibitan generative sebagai berikut:

  • Memiliki pohon indukan yang unggul
  • Benih yang akan disemai harus lebih banyak disbanding bibit yang akan ditanam, missal, rencana penanam 500 bibit, berarti kita menyemai benih 1000, hal ini untuk menanggulangi bibit yang mati.
  • Menyiapkan lahan penyemaian yang kondisi tanahnya cukup subur, banyak mengandung humus, permukaan datar, dan dekat dengan sumber air.
  • Membuat bedengan penyemaian caranya, Tanah dicanggkul sedalam 20 cm, kemudian dibentuk bedengan. Lebar dan panjang bedengan disesuaikan dengan benih yang akan disemai. Jika bedengan lebih dari satu buatlah parit kecil antara bedengan satu dan yang lainnya, dengan ukuran lebar 50 cm dan kedalamannya 10 cm.
  • Membuat larikan. Jarak antara larikan sekitar 20 cm. larikan dibuat dengan panjang 80 cm, lebar 10 cm dan dalamnaya 5-10 cm. larikan merupakan tempat menanam benih mengkudu. Di atas bedengan dipasang naungan dari daun kelapa, jerami atau alang-alang.
  • Menyiapkan benih yang akan disemaikan, caranya, mengkudu yang sudah masak dengan warna putih dan lunak, kemudian ambil bijinya dan dicuci sampai bersih, biji yang sudah bersih dijemur selama 1 minggu.
  • Cara penyemaian: 1. Benih yang sudah siap ditempatkan di larikan secara vertical dan berjajar, 2. Larikan ditutup dengan campuran pasir dan kompos atau pupuk kandang. Agar pada waktu bibit dipindahkan ke kantong plastic akar tidak putus. 3. Melakukan penyiraman 2-3 kali. 4. Jika daun sudah tumbuh empat helai maka bibit dapat dipindahkan ke kantong plastic atau polybag.
  • Isi media dari kantong plastik terdiri dari tanah, pupuk kandang halus, dan sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Ukuran plastic 15 x 15 cm, pada saat pemindahan jangan sampai akarnya terputus.
  • Bibit siap di tanam lahan terbuka ketika sudah berumur 1,5-2 bulan dengan ukuran batang 40-50 cm.

Cara pembibitan vegetative (stek) sebagai berikut:

  • Bahan stek berupa batang sekunder diperoleh dari pohon induk yang bbagus.
  • Menyiapkan kkantong plastic atau polybag ukuran 20 x 20 dan diisi media tanam.
  • Batang tanaman dipotong sekitar 20 cm
  • Daun yang ada pada batang tanaman bi buang dan sisakan 1/3 bagian daun.
  • Tanam stek batanng pada  plastic  dengan kuat agar tidak roboh.
  • Siram sehari 1-2 kali.
  • Letakkan bibit di ttempat yang  ternaungi.
  • Akar akan tumbuh jika stek berumur 1-1,5 bulan.

Penanaman Bibit di Lahan Tanam Terbuka

  • Bibit yang akan ditanam adalah yang sudah berumur 2,5-3 bulan jika bibit berasal dari penyemaian.
  • Lubang digali dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm. tanah galian diletakan disamping lubang, tanah bekas galian dicampur dengan kompos sebanyak 1 kg.
  • Letakkan lubang berurutan dengan jarak 3 x 3 m.
  • Membuka polybag dengan perlahan supaya akar tidak patah
  • Memotong sebagian atau 1/3 daun yang untuk mengurangi proses kelayuan.
  • Memotong akar tunggang bibit sampai 20-25 cm.
  • Memasukan media tanam sampai � bagian.
  • Bibit dimasukan pada lubang tanam yang sudah disediakan seminggu sebelumnya.
  • Timbun dengan bagian media tanam
  • Tekan media tanam agar tidak mudah rebah
  • Siram sampai media tanam basah.

Pemupukan
Pemupukan pada tanaman mengkudu sebaiknya menggunakan pupuk organic. Cara pemberian pupuk organic dengan ditabur. Pupuk organic dapat diperoleh dari kotorann makhluk hidupyang diolah terlebih dahulu melalui proses pembusukan. Jenis-jenis pupuk organic antara lain, pupuk kkandang, kompos,dan pupuk hijau.



 

Sample text

Sample Text

Sample Text