Pages

Saturday, October 22, 2011

Potensi Pertanian Indonesia

 
Indonesia dikatakan Jambrut Katulistiwa, negeri yang gemah Ripah Lohjinawi katanya orang suku Jawa. Saya berpikir benarkah demikian, kalau kita melihat renstra pertanian 2010-2014, potensi Indonesia khususnya dalam bidang Agraris, Apa potensi pertanian Indonesia ?

Ibaratnya tongkat bambu jadi tanaman, orang bilang tanah kita tanah sorga, 
Ulasan ini saya bagi ada beberapa tahap unggahan, mengingat potensi pertanian Indonesia yang begitu banyaknya.
1. Keanekaragaman Hayati dan Agroekosistem 
Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam, termasuk plasma nutfah, yang melimpah (mega biodiversity). Bio-diversity darat Indonesia merupakan terbesar nomor dua di dunia setelah Brasil, sedangkan bila termasuk biodiversity laut maka Indonesia merupakan terbesar nomor satu di dunia. Hal ini dapat dilihat dengan beragamnya jenis komoditas pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan yang sudah sejak lama diusahakan sebagai sumber pangan dan pendapatan masyarakat. 

Keaneka ragaman hayati yang didukung dengan sebaran kondisi geografis berupa dataran rendah dan tinggi; limpahan sinar matahari dan intesitas curah hujan yang hampir merata sepanjang tahun di sebagian wilayah; serta keaneka ragaman jenis tanah memungkinkan dibudidayakannya aneka jenis tanaman dan ternak asli daerah tropis, serta komoditas introduksi dari daerah sub tropis secara merata sepanjang tahun di Indonesia.

Aneka ragam dan besarnya jumlah plasma nutfah tanaman dan hewan, baik yang asli daerah tropis maupun komoditas introduksi yang sudah beradaptasi dengan iklim tropis, di sisi lain merupakan sumber materi genetik yang dapat direkayasa untuk menghasilkan varietas dan klone tanaman unggul serta bangsa ternak. 

Potensi pertanian Indonesia ini, banyak dimanfaatkan oleh negara-negara lain seperti Belanda, Prancis, Amerika dll dalam mendapatkan plasma nutfah antara lain bibit-bibit pertanian, yang dalam pelaksanaan pemanfaatannya membentuk industri bibit pertanian. Sebagian besar dari productnya dibawa ke negeri orang bule tersebut. Ini berdasarkan informasi dari tenaga kerjanya (orang Indonesia Asli)


2. Lahan Pertanian
Indonesia memiliki potensi ketersediaan lahan yang cukup besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Data dari kajian akademis yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Kementerian Pertanian pada tahun 2006 memperlihatkan bahwa total luas daratan Indonesia adalah sebesar 192 juta ha, terbagi atas 123 juta ha (64,6 persen) merupakan kawasan budidaya dan 67 juta ha sisanya (35,4 persen) merupakan kawasan lindung. Dari total luas kawasan budidaya, yang berpotensi untuk areal pertanian seluas 101 juta ha, meliputi lahan basah seluas 25,6 juta ha, lahan kering tanaman semusim 25,3 juta ha dan lahan kering tanaman tahunan 50,9 juta ha. Sampai saat ini, dari areal yang berpotensi untuk pertanian tersebut, yang sudah dibudidayakan menjadi areal pertanian sebesar 47 juta ha, sehingga masih tersisa 54
juta ha yang berpotensi untuk perluasan areal pertanian. 



Jumlah luasan dan sebaran hutan, sungai, rawa dan danau serta curah hujan yang cukup tinggi dan merata sepanjang tahun sesungguhnya merupakan potensi alamiah untuk memenuhi kebutuhan air pertanian 
apabila dikelola dengan baik. Waduk, bendungan, embung dan air tanah serta air permukaan lainnya sangat potensial untuk mendukung pengembangan usaha pertanian.
http://okemms.blogspot.com

Contoh Ekstraksi Tanaman untuk Memperoleh Pestisida Organik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda, biasanya air dan yang lainnya pelarut organik.
Ekstraksi senyawa yang mengandung pestisida dari dalam tanaman biasanya menggunakan pelarut organik seperti etanol, metanol, aseton dan triton. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan pelarut organik ini biasanya efektif, namun pelarut ini sulit diperoleh dan harganya mahal.
Walaupun demikian, pelarut organik tersebut dapat diganti dengan sabun colek atau jenis detergen lain. 
Berikut ini diuraikan beberapa contoh caramembuat ekstrak bahan tumbuhan yang murah dan mudah.

Sirsak (Annona muricata)
Bahan ramuan terdiri dari 50-100 lembar daun sirsak yang ditumbuk hingga halus dan dilarutkan dalam 5 liter air dicampur dengan 15 gram sabun colek, kemudian diendapkan selama kurang lebih 12 jam, setelahnya larutan disaring dengan kain halus, hasil penyaringan diencerkan dengan 50-75 liter air, maka bahan tersebut sudah siap untuk digunakan terutama untuk mengendalikan hama trips yang menyerang cabai (Kardinan, 2000).

Kemuning Culang (Aglaia odorata )
Kulit batang dan ranting kemuning culang yang telah dihaluskan sebanyak 100 gram direbus dengan 1 liter air selama 30 menit. Cairan ini disaring dan dapat langsung disemprotkan untuk mengendalikan ulat krop kubis (Crocidolomia binotalis) hingga 55 %. Tumbuhan ini mengandung senyawa rokoglamida yang mampu membunuh dan menghambat perkembangan dan berfungsi sebagai antifidan untuk ulat krop kubis
(Sudarmo et al., 1999).

Campuran beberapa jenis tumbuhan
Membuat bahan insektisida nabati yang terdiri dari beberapa jenis tumbuhan seperti daun mimba (8 kg), daun lengkuas (6kg) dan daun serai (6 kg) dicampur dan ditumbuk hingga halus kemudian diaduk dalam 20 liter air dan direndam selama 24 jam. Keesokan harinya larutan disaring dengan kain halus. Larutan hasil penyaringan diencerkan dengan 60 liter air sambil dicampur dengan 20 gram sabun colek atau detergen. Hasilnya dapat digunakan untuk mengendalikan hama serangga tanaman seluas 1 hektar
(Kardinan, 2000).

Friday, October 21, 2011

Mengolah Lahan untuk Tanaman Sawi

Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan bedengan. Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan yang akan kita gunakan.

Tanah yang hendak digemburkan harus dibersihkan dari bebatuan, rerumputan, semak atau pepohonan yang tumbuh. Dan bebas dari daerah ternaungi, karena tanaman sawi suka pada cahaya matahari secara langsung.

Sedangkan kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20 sampai 40 cm. Pemberian pupuk organik sangat baik untuk penyiapan tanah. Sebagai contoh pemberian pupuk kandang yang baik yaitu 10 ton/ha. Pupuk kandang diberikan saat penggemburan agar cepat merata dan bercampur dengan tanah yang akan kita gunakan.

Bila daerah yang mempunyai pH terlalu rendah (asam) sebaiknya dilakukan pengapuran. Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan derajad keasam tanah, pengapuran ini dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman benih, yaitu kira-kira 2 sampai 4 minggu sebelumnya.

Sehingga waktu yang baik dalam melakukan penggemburan tanah yaitu 2 � 4 minggu sebelum lahan hendak ditanam. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2).

Pembenihan Sawi

Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram.

Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil.

Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Dan penanaman sawi yang akan dijadikan benih terpisah dari tanaman sawi yang lain. Juga memperhatikan proses yang akan dilakukan mesilnya dengan dianginkan, tempat penyimpanan dan diharapkan lama penggunaan benih tidak lebih dari 3 tahun. (bersambung)

Thursday, October 20, 2011

Manfaat Buah Sirsak


Hampir semua orang pernah tau yang namanya sirsak. Buahnya bisa dibuat berbagai penganan lezat, seperti dodol, keripik, atau dimakan langsung. Selain itu, meski rasanya agak masam, khasiatnya pun cukup bisa diandalkan untuk mengatasi beberapa penyakit. Sirsak yang punya namaAnnona Muricata ini bisa tumbuh di sembarang tempat termasuk di pekarangan rumah. Jika ditanam di daerah yang mengandung banyak air, sirsak akan tumbuh lebih subur.

Daun sirsak berbentuk bulat telur dan agak tebal. Buahnya juga berbentuk bulat dengan permukaan kulit yang kasar dan seperti berduri. Buah yang sudah matang rasanya lebih terasa asam daripada manis.

Nama sirsak berasal dari bahasa Belanda, yaitu Zuurzak yang berarti kantung yang asam. Oleh sebab itu ada juga orang yang menyebut buah ini dengan nama nangka landa,  nagka walanda atau nangka sabrang.

Berbagai referensi menyebutkan, buah sirsak mengandung berbagai zat dan senyawa yang dibuthkan oleh tubuh. Misalnya kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, dan C. Sedangkan pada batangnya mengandung senyawa tamin, Ca-oksalat, dan fitosterol serta di daun dan bijinya terdapat annonain dan resin. Karena kandungan senyawa dan zatnya itu, maka sirsak bisa dimanfaatkan untuk pengobatan dari beberapa jenis penyakit dan dibuat pestisida nabati.

Untuk penyakit ambeien misalnya, yang dimanfaatkan adalah buah sirsak yang sudah matang. Caranya, buah tersebut diperas dan diambil airnya sebanyak satu gelas. Air tersebut kemudian diminum dua kali sehari.

Bayi yang mengalami mencret-mencret juga bisa diobati dengan sirsak. Buah sirsak yang sudah matang diperas dan diambil airnya, air perasan tersebut diminumkan ke bayi 2–3 sendok makan.

Bagi mereka yang mengalami sakit pinggang juga bisa memanfaatkan tanaman ini. Caranya, ambil 20 lembar daun sirsak dan rebus dengan 5 gelas air hingga mendidih sampai tersisa kurang lebih tiga gelas. Selanjutnya air rebusan diminum satu kali sahari sebanyak tiga perempat gelas.

Selain penyaik-penyakit di atas, sirsak juga memiliki khasiat untuk mengatasi gangguan penyakit lainnya, seperti asam urat, bisul, dan ayang-ayangan (sering buang air kecil tapi sedikit dan terasa sakit).

Sedangkan pemanfaatan sebagai pestisida bisa dibuat untuk penanggulangan hama wereng dan ulat grayak. Caranya, 250 gr daun sirsak yang masih segar ditumbuk halus, kemudian aduk dengan ½ liter air. Setelah tercampur rata, saring cairan tersebut. Dalam pengaplikasiannya, campurkan hasil saringan tadi dengan 14 liter air lalu semprotkan.

Untuk mengendalikan hama thrips pada tanaman cabe caranya, 50-100 lembar daun sirsak ditumbuk halus, kemudian tambahkan 5 liter air dan ditergen sebanyak 15 gram. Setelah diendapkan semalam, larutan disaring. Bila ingin diaplikasikan, setiap 1 liter larutan dicampur dengan 10-15 liter air, baru disemprotkan.
http://bertanimandiri.blogspot.com
 

Sample text

Sample Text

Sample Text