Pages

Thursday, October 18, 2012

MENANAM SAYURAN ORGANIK DALAM POT

Hampir setiap hari kita mengkonsumsi sayuran, beberapa jenis sayuran dapat kita makan tanpa dimasak, misalnya terong, tomat, dan cabai. Tanpa kita sadari berbagai sayuran yang kita konsumsi sebenarnya mengandung racun kimia, racun itu berasal dari pestisida, herbisida, fungisida, bakterisida dan pupuk kimia yang diaplikasikan dalam proses produksi sayuran tersebut.

Agar kesehatan tubuh terjaga sebaiknya kita mengkonsumsi sayuran organik, yaitu sayuran yang diproduksi tanpa aplikasi bahan kimia. Sayuran organik dapat kita budidayakan sendiri, jenis sayuran yang dapat dibudidayakan adalah yang sesuai dengan iklim di tempat tinggal kita. Berikut ini adalah cara sederhana membudidayakan sayuran organik untuk konsumsi sendiri.

A. GUNAKAN PUPUK ORGANIK.

Pupuk organik dapat dibeli di toko pertanian atau dibuat sendiri. Cara untuk membuat sendiri pupuk organik adalah sebagai berikut :

1. Pembuatan Bakteri 1

Bahan :

1. Berbagai jenis buah-buahan yang sudah masak 5 kg.

2. Tetes tebu, atau gula pasir  � kg

Cara pembuatan :

1. Bahan ditumbuk atau diparut sampai menjadi bubur.

2. Ambil sari buahnya dengan cara disaring atau di peras.

3. Larutkan tetes tebu atau gula pasir.

4. Campur air perasan sari buah-buahan dengan larutan gula.

5. Simpan dalam wadah ditempat yang tidak terkana sinar matahari selama 2 minggu.

6. Bakteri 1 siap digunakan untuk membuat kompos.

2. Pembuatan Bakteri 2

Bahan

1. Air cucian beras 1 liter.

2. Bakteri 1 sebanyak 10 sendok makan.

3. Alkohol 40% atau air tape sebanyak 10 sendok  makan.

4. Cuka 10 sendok makan.

5. Gula pasir 1 ons.

Cara pembuatan :

1. Campur semua bahan  menjadi satu.

2. Simpan di dalam botol  tertutup selama 2 minggu dan tidak terkena sinar matahari.

3. Bakteri 2 siap digunakan.

Kegunaan :

1. Sebagai pupuk cair dan dapat  mengendalikan hama tanaman.

2. Bahan pembuat kompos.

3. Pembiakan Bakteri

Bahan :

1. Bakteri 1 liter

2. Daun (1-2 kg) dari tumbuhan yang tidak bergetah.

3. Terasi � kg dan campur dengan air secukupnya.

4. Gula pasir atau tetes tebu (pilih salah satu) sebanyak 1 kg dan larutkan dalam air.

5. Kotoran hewan 30 kg.

6. Air secukupnya.

Pembuatan :

1. Masukan kotoran hewan dan dedaunan  ke dalam drum.

2. Masukan  larutan gula, terasi dan larutan bakteri .

3. Tambahkan air hingga tergenang sambil diaduk-aduk

4. Tutup drum.

5. Setelah 8-10 hari pembiakan bakteri sudah selesai dan tutup drum dibukak.

6. Saring dan masukan ke dalam  wadah  atau  botol, simpan ditempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

7. Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan 1-2  liter dan tambahkan air, terasi, larutan gula dengan perbandingan yang sama sambil diaduk-aduk dan tutup kembali wadah tersebut.

8. Setelah 8-10 hari bakteri sudah berkembang biak dan siap digunakan.

9. Lanjutkan pekerjaan tersebut hingga beberapa kali.

Kegunaan:

1.  Untuk membuat kompos.

2.  Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot

3.  Tidak boleh dicampur dengan bahan lain, terutama bahan kimia atau  bahan untuk pestisida.

B. SIAPKAN TANAMAN DALAM POT

Tanaman akan tumbuh subur dalam media tanam yang baik. Media tanam yang baik adalah media tanam yang dapat menyediakan sumber makanan bagi tanaman. Gunakan tanah yang gembur untuk media tanam, tanah yang gembur biasanya berwarna hitam, tidak lengket dan tidak menggumpal. Untuk mempermudah sirkulasi udara dalam media tanam, tanah dapat dicampur dengan arang sekam, akan lebih baik lagi jika tanah juga dicampur dengan kotoran hewan ternak yang telah kering.

Apabila media tanam telah siap, masukan media tanam kedalam pot. Menanam benih sayuran sebaiknya pada pagi atau sore. Pada musim hujan tanaman perlu diberi atap pelindung agar tidak kelebihan air. Media tanam yang becek akan menyebabkan sayuran menjadi mudah busuk.

C. APLIKASIKAN PUPUK ORGANIK YANG ANDA BUAT

Setelah tanaman dalam pot mulai tumbuh, aplikasikan pupuk organik yang telah dibuat. Pemberian pupuk organik dapat dilakukan satu minggu sekali. Ingat, jangan sampai media tanam terlalu basah dan lembab, hal tersebut dapat menyebabkan tanaman terserang jamur atau bakteri pengganggu.

Dengan cara diatas, anda dapat memproduksi sendiri sayuran organik. Selamat mencoba dan semoga sukses.

Saturday, October 13, 2012

Cara Budidaya Tanaman Cengkeh

I. BUDIDAYA TANAMAN CENGKEH

A. Umum
Tanaman cengkeh (Syzigium aromaticum) dikenal sebagai tanaman rempah yang digunakan sebagai obat tradisional. Cengkeh termasuk salah satu penghasil minyak atsiri yang biasa diguakan sebagai bahan baku industri farmasi maupun industri makanan, sedangkan penggunaan yang terbanyak sebagai bahan baku rokok. Produksi Cengkeh mempunyal peranan yang cukup besar dalam menunjang upaya peningkatcin pendapatan Negara karena sampai saat ini Cukai rokok merupakan salah satu sumber pendapotcin Negara yang terbesar dibanding dengon sumber-sumber pendapaton lainnya untuk Tahun Anggaran 2001, yaitu sekitar Rp. 17,6 Trilyun atau 7,5 % bahkan target untuk Tahun Anggaran 2002, yaitu sekitar Rp. 22,3 Triliun dart Tahun 2003 sebesor 27 triliun dan penerimaan Negara don penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi
Besarnya cukai Rokok Kretek tergantung dan perkembangan produksi Rokok Kretek yang dihasilkan oleh Pabrik Rokok Kretek di Indonesia. Sedangkan produksi Rokok baik kuolitas moupun kuantitasnya akan sangat dipengoruhi oleh ketersediaan pasokon Cengkeh yang merupokan bohon baku utama produksi Rokok Kretek.

B. Persyaratan Tumbuh
- Tanah yang sesuai untuk tanaman cengkeh adalah gembur, solum tanah tebal (minimal 1,5 meter) serta kedalaman air tanah lebih dari 3 meter dari permukaan tanah, jenis tanah yang sesuai adalah latosol, podsolik merah, mediteran dan andoso.
- Keasaman tanah (pH) optimum berkisar antara 5,5 � 6,5.
- Besarnya curah hujan optimal untuk perkembangan tanaman cengkeh berkisar 1.500 � 2.500 mm/tahun serta bulan kering kurang dari 2 bulan, suhu antara 25 � 34� C kelembaban (RH) 80 � 90 %.
- Ketinggian tempat yang optimal bagi pertumbuhan tanaman cengkeh berkisar antara 200 � 600 meter diatas permukaan laut (dpl).

C. Penanaman
1. Persiapan Lahan
- Pembersihan lahan yang dilanjutkan dengan pegolahan tanah.
- Pembuatan lubang tanam, ukuran yang biasa digunakan panjang, lebar dan kedalaman masing � masing berkisar antara 60 � 80 cm (60 X 60 X 60 cm atau 80 X 80 X 80 cm atau 80 X 80 X 60 cm)
- 2 minggu � 1 bulan sebelum tanam diberi pupuk kandang sebanyak 5 � 10 Kg/pohon.
- Untuk mengatur kelebihan air perlu dibuat saluran drainase yang cukup.
2. Jarak Tanam
- Jarak tanam yang biasa digunakan pada penanaman cengkeh tidak sama tergantung pada ketinggian dan kemiringan tanah. Jarak tanam yang biasa digunakan adalah sekitar 6 m x 7 m = 238 pohon, 7 m x 8 m = 178 pohon atau 8 m x 8 m = 156 pohon.
3. Pola Tanam
- Penanaman dilaksanakan pada awal musim hujan.
- Pola tanam campuran (polykuntur) dengan system tanam pagar, yaitu memperkecil jarak tanam dalam baris (Timur-Barat) misalnya 12 m x 5 m atau 14 m x 6 m sehingga tersedia ruangan untuk tanaman sela/campuran.
- Tanaman campuran dapat dilakukan pada tanaman yang belum produktif dan atau kurang produktif.


D. Pemeliharaan Tanaman.
Setelah bibit cengkeh ditanam ke lapangan tahap selanjutnya adalah pemeliharaan. Pada tanaman cengkeh, pemeliharaan merupakan periode yang panjang, yaitu selama tanaman yang diusahakan tersebut dianggap masih menguntungkan secara ekonomis.
1. Pengelolaan Lahan dan Tanaman.
Penggemburan Tanah dan Sanitasi Kebun.
- tanaman cengkeh umur 1 � 5 tahun merupakan periode yang kritis, sekitar 10 � 30 % tanaman yang telah ditanam dilapangan mengalami kematian atau perlu diganti/disulam karena berbagai sebab, seperti hama penyakit, kekeringan, kalah bersaing dengan gulma, atau penyebab lainnya.
- Penggemburan tanah disekeliling tanaman didaerah sekitar perakaran di cangkul dangkal (� 10 cm) sekurangnya 2 kali setahun, pad awal dan akhir musim hujan sekaligus sebagai persiapan pemupukan.
- Gulma/alang-alang harus dibersihkan sampai akar-akarnya dengan cangkul/garpu atau dengan penyemprotan herbisida.
1. Pengaturan Naungan
- Pada stadia awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan naungan yang cukup, berupa naungan buatan/sementara.
- Naungan buatan diadakan maksimal untuk dua periode musim kemarau setelah penanaman.
2. Penyulaman.
- Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan, yaitu untuk menghindari kematian tanaman karena kekurangan air.
- Bibit sulaman yang dignakan berasal dari sumber benih dan umur yang tidak jauh berbeda dengan tanaman yang telah ditanam.
3. Penyiraman
- Pada awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan kondisi tanah yang lembab, sehingga pada musim kemarau perlu adnya penyiraman.
- Pada tanaman dewasa penyiraman kurang diperlukan lagi, kecuali pada kondisi iklim ekstrim kering.
4. Pemasangan mulsa
- Untuk menjaga kelembaban tanah disekitar tanaman dan memberikan kondisi lebih baik bagi pertumbuhan akar.
- Dilakukan menjelang musim kemarau.
5. Pemupukan.
- tujuan pemupukan adalah untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman dan meningkatnya produksi cengkeh setelah panen.
- Berdasarkan pola penyebaran akarnya, penempatan pupuk pada tanaman cengkeh dilakukan dibawah proyeksi tajuk dan bagian dalam tajuk.
- Jenis pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dan pupuk anorganik, baik tunggal maupun berupa pupuk majemuk dalam bentuk butiran maupun tablet.
- Pupuk anorganik berbentuk butiran (Urea, TSP/SP-36, KCI, Kieserit) diberikan pada proyeksi tajuk 2/3 bagian dan 1/3 bagian dibawah bagian dalam tajuk yang dilakukan dua kali setahun, yaitu pada awal dan akhir menjelang musim hujan.
- Pupuk anorganik berbentuk tablet, diberikan dalam 8 lubang tugal (4 lubang dibawah proyeksi tajuk dan 4 lubang tual dibawah tajuk bagi andalam) sedalam 10 � 15 cm. Pupuk tablet hanya diberikan setahun sekali, yaitu pada awal musim hujan.
- Dosis umum tanaman cengkeh bentuk butiran maupun tablet adalah sebagai berikut :

Dosis Umum Pemupukan Tanaman Cengkeh Muda
Umur
Tanaman
(Tahun) Pupuk Butiran
(kg/pohon/tahun) Pupuk Tablet
/(PMLT)
(kg/phn/th)
Urea TSP KCI Kieserit NPKCaMg
1 0,06 0,045 0,035 0,035 0,02
2 0,12 0,080 0,075 0,080 0,03
3 0,25 0,15 0,12 0,10 0,04
4 0,40 0,25 0,20 0,15 0,05
5 0,60 0,40 0,40 0,20 0,06
6 0,90 0,60 0,60 0,25 0,08
7 1,25 0,90 0,90 0,30 0,10
8 1,75 1,25 1,10 0,40 0,15
9 2,00 1,50 1,30 0,50 0,20
Keterangan :
Pupuk Butiran diberikan 2 kali/tahun, awal MH dan akhir MH
Pupuk PMLT diberikan 1 kali/tahun, awal MH
Sumber : Memproduktifkan cengkeh, tanaman tua, tanaman telantar,
Agus Ruhnayat,2002.

Sedangkan dosis pupuk anorganik pada intensifikasi tanaman cengkeh dewasa, sebagai berikut :
Umur
Tanaman
(Tahun Pupuk Butiran
(Kg/pohon/tahun)
Pupuk Tablet
/(PMLT)
(kg/phn/th)
Urea TSP KCI Kieserit NPKCaMg
10 3,90 0,80 2,00 0,80 0,40
11 4,30 0,80 2,10 0,90 0,40
12 4,70 1,00 2,40 1,00 0,40
13 5,00 1,00 2,60 1,00 0,40
14 5,40 1,00 2,90 1,10 0,40
15 5,80 1,00 3,00 1,10 0,40
16 6,00 1,00 3,00 1,20 0,60
17 6,40 1,20 3,40 1,20 0,60
18 6,70 1,20 3,60 1,30 0,60
19 6,90 1,20 3,80 1,30 0,60
20 7,20 1,20 3,90 1,30 0,60
21 7,50 1,20 4,10 1,30 0,80
22 7,60 1,30 4,20 1,30 0,80
23 7,60 1,30 4,30 1,30 0,80
24 8,00 1,30 4,50 1,60 0,80
25 8,10 1,30 4,60 1,60 0,80
26 8,20 1,30 4,70 1,70 1,00
27 8,40 1,60 4,90 1,70 1,00
28 8,50 1,60 5,00 1,90 1,00
29 8,60 1,60 5,00 1,90 1,00
30 8,80 1,60 5,10 2,00 1,00
> 30 9,10 1,90 5,40 2,10 1,30
Keterangan :
- Pupuk butiran diberikan 2 kali/tahun, yaitu 3-4 bulan
Menjelang pembentukan bakal bunga (awal musim kemarau)
Dan 3 bulan setelah pembentukan bakal bunga.
- Pupuk PMLT diberikan 1 kali/tahun, yaitu 3 � 4 bulan
Menjelang pembentukan baal bunga.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit.
Serangan hama dan penyakit sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman cengkeh, bahkan pada serangan berat dapat menyebabkan kematian.
Hama yang umum menyerang tanaman cengkeh adlah penggerek, perusak pucuk, perusak daun dan perusak akar. Sedangkan penyakit yang sering menyerang antara lain : Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC), Cacar Daun Cengkeh (CDC), Die back (mati ranting), embun jelaga.
Untuk pengendaliannya dapat digunakan insektisida/fungisida sesuai anjuran.

E. Panen
Produk utama tanaman cengkeh adalah bunga, yang pada waktu dipanen kadar airnya berkisar antara 60 � 70 %. Waktu yang paling baik untuk memetik cengkeh adalah sekitar 6 bulan setelah bakal bunga timbul, yaitu setelah satu atau dua bunga pada tandanya mekar dan warna bunga menjadi kuning kemerah-merahan dengan kepala bunga masih tertutup, berisi dan mengkilat.
Pemungutan bunga cengkeh dilakukan dengan cara memetik tangkai bunga dengan tangan, kemudian dimasukkan kedalam kantong kain atau keranjang yang telah disiapkan, menggunakan tangga segitiga atau galah dari bambu, serta tidak merusak daun disekitarnya pada waktu pemetikan. Waktu panen sangat berpengaruh terhafdap rendemen dan mutu bunga cengkeh serta miyak atsirinya.
Saat pemetikan bunga cengkeh yng tepat yaitu apabila bunga sudah penuh benar tetapi belum mekar, pemetikan yang dilakukan saat bunga cengkeh masih muda (sebelum bunga masak) akan menghasilkan bunga cengkeh kering yang keriput, kandungan minyak atsirinya rendah dan berbau langu (tidak enak). Sedangkan apabila pemetikan terlambat (bunga sudah mekar) setelah dikeringkan akan diperoleh mutu yang rendah, tanpa kepala serta rendeman rendah.

F. Penanganan Bunga Cengkeh
Sebelum dikeringkan, bunga cengkeh dipisahkan dari tangkai/gagang dan dikeringkan secara terpisah. Pada tahap ini dilakukan pemisahan antara bunga cengkeh yang baik, bunga yang terlalu tua dan yang terjatuh, setelah itu bunga cengkeh segera dikeringkan.
Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemurnya dipanas matahari langsung atau menggunakan pengering buatan.
- Bunga cengkeh yang akan dijemur dihamparkan pada alas tikar, anyaman bambu (giribig) atau plastik, atau pada lantai jamur yang diberi alas plastik.
- Selama proses pengeringan cengkeh dibolak-balik agar keringnya merata.
- Proses pengeringan dianggap selesai apabila warna bunga cengkeh telah berubah menjadi coklat kemerahan, mengkilat, mudah dipatahkan dengan jari tangan dan kadar air telah mencapai sekitar 10 � 12 %.
- Lamanya waktu penjemuran dibawah sinar matahari sekitar 3 � 4 hari.


sumber:
Tahun : 2007
Penulis: Dinas Perkebunan
Publisher: Dinas Perkebunan

Thursday, October 4, 2012

TIPS BERTANI DI LAHAN URBAN


TIPS BERTANI DI LAHAN URBAN

Tertarik untuk memiliki pertanian sendiri walaupun tinggal di tengah kota? Mengapa tidak. Yang diperlukan saat ini sebelum memulai pertanian anda sendiri yakni mengetahui apa itu dan seperti apa pertanian kawasan urban.

Apa? Pertanian urban adalah praktik budidaya, proses, dan distribusi pangan dengan memanfaatkan lahan di sekitar tempat tinggal. Di AS, termasuk dalam urban farming adalah beternak, memelihara ikan, dan berkebun dengan memanfaatkan lahan kosong di perkotaan.

Dimana? Pekarangan, lahan kosong sekitar rumah, lahan tidur di perkotaan bisa dimanfaatkan

Kapan? Setiap hari, sepanjang musim. Karena lahannya terbatas, perawatannya pun tak rumit dan tak makan waktu. Bisa dilakukan bersama komunitas di lahan umum perkotaan.

Mengapa? Isu food security dan food safety menjadi tantangan tak terelakkan di masa mendatang. Pertanian kota menjamin ketersediaan pangan bagi keluarga dan warga sekitar, menyediakan sayur-mayur dan buah-buahan segar, serta daging ternak yang aman. Pertanian kota juga merupakan bentuk pertanian berkelanjutan.

Siapa? Siapa saja bisa melakukannya asal ada kemauan. Cara bertanam bisa dipelajari melalui internet atau bergabung dengan komunitas petani perkotaan, misalnya dengan men-follow akun Twitter @IDBerkebun, atau komunitas di lingkungan Anda, seperti @BntBerkebun (untuk warga Banten), @BekasiBerkebun (Bekasi), @BatamBerkebun (Batam), dan lainnya. 

Bagaimana? Mudah, Cobalah memulai dengan memanfaatkan lahan untuk bertanam sayur-mayur seperti kangkung, bayam, dan sawi. Menggunakan media tanam sederhana dalam pot, paralon, atau plastik bekas. Bisa disusun secara vertikal.

BELAJAR BERCOCOK TANAM di AKADEMI BERKEBUN

BELAJAR BERCOCOK TANAM di AKADEMI BERKEBUN
GRATIS


Ingin bisa bercocok tanam secara instan? Belajarlah di Akademi Berkebun yang dikelola oleh para penggiat Indonesia Berkebun. Kelas dalam akademi itu dibuka tiap dua bulan sekali. Belajarnya, mulai dari materi dalam ruang hingga praktik lapangan, dilakukan dalam sehari saja. 

Syaratnya, cukup mendaftarkan diri dan mentransfer uang Rp 25 ribu. “Biaya belajarnya gratis. Uang digunakan untuk membeli konsumsi bagi peserta, karena kegiatan dilakukan dari pagi hingga sore,” kata Ida Amal, salah satu pengelola Akademi Berkebun. 

Selain itu, transfer uang sebagai bentuk tanggung jawab peserta. Dulu, Akademi Berkebun menggratiskan seluruh biaya pendidikan, termasuk konsumsi. Uang untuk membeli makanan bagi peserta, diambil dari hasil penjualan kebun percontohan. 

Namun, beberapa peserta ada yang “nakal”. Misalnya, berhalangan hadir tanpa pemberitahuan, sehingga konsumsi yang sudah disiapkan, menjadi mubadzir. “Padahal, uang yang dipakai untuk membelinya bisa dimanfaatkan untuk hal lain, membeli benih misalnya,” kata Ida. 

Dalam kelas berkebun, peserta diajarkan mulai dari pengenalan jenis-jenis sayuran, cara bercocok-tanam, pengendalian hama, hingga pemanenan. Bagi yang berniat untuk menekuninya secara komersial, diajarkan cara marketingnya. 

Mereka juga menghadirkan tutor tamu, yang biasanya adalah praktisi di bidangnya. Beberapa direktur dan pakar marketing pernah menjadi pemandu. 

Menurut Ida, tak sedikit alumni Akademi Berkebun yang memutuskan untuk menekuni agrobisnis di lahan yang mereka sewa. Apalagi, tren pangan organik kian menyebar di banyak kota. “Kita memang mengarahkan peserta pada model pertanian organik,” katanya. 

Ida yang juga aktif di Banten Berkebun bermimpi, pertanian perkotaan mengisi ceruk kebutuhan sayur-mayur organik warga perkotaan. Potensinya, kata dia, sangat besar. Ia mencontohkan perkebunan kangkung di kawasan Sepatan, Tangerang, yang tiap hari kewalahan melayani permintaan, padahal panen mereka 20 ton/bulan. 

Namun yang utama, kata dia, pertanian perkotaan membantu warga kota untuk berswasembada pangan. “Paling tidak, ketahanan pangan keluarga terjamin,” katanya.



Ingin bergabung dengan komunitas berkebun di kota Anda? 

Follow akun Twitter di bawah ini:


    Aceh - @ACEHberkebun
    Medan - @mdnberkebun
    Padang - @pdgberkebun
    Batam - @BatamBerkebun
    Banten - @bntberkebun (tiga lokasi: Serang, Bintaro Callista, BSD)
  Jakarta - @JktBerkebun (tiga lokasi: Holycow Senopati, Holycow Kelapa Gading , dan   Rumah Sushi Kelapa Gading)
    Bogor - @bgrberkebun
    Depok - @DpkBerkebun
    Bekasi - @BekasiBerkebun
    Bandung - @BdgBerkebun
    Sukabumi - @smiberkebun
    Batang - @BatangBerkebun
    Semarang - @smgberkebun
    Jogja - @JgjBerkebun
    Solo - @SoloBerkebun
    Madiun - @MadiunBerkebun
    Malang - @MLGberkebun  
    Surabaya - @srbyberkebun
    Denpasar - @BaliBerkebun
    Pontianak - @ptkberkebun
    Banjarmasin - @BjmBerkebun
    Samarinda - @smdberkebun
    Makassar - @MksrBerkebun
sc: ROL

MENJADIKAN HALAMAN PEKARANGAN MENJADI SUMBER PENGHASILAN

MENJADIKAN HALAMAN MENJADI SUMBER PENGHASILAN

Balikpapan dikenal sebagai "Kota Minyak", hal itu karena potensi alamnya yang kaya akan minyak bumi dan gas alam sehingga sejak masa penjajahan Belanda, umumnya warga memilih pekerjaan yang terkait dengan sektor perminyakan.


Kota Balikpapan yang dekat dengan laut serta strategis karena berada pada posisi silang antara Kalimantan Timur bagian selatan, timur dan utara sehingga berkembang menjadi kota dagang.

Kondisi itu menyebabkan warga Balikpapan umumnya bekerja sebagai pegawai pemerintahan, karyawan di sektor perminyakan dan pedagang.

Jarang yang berminat membuka usaha di bidang pertanian. Namun, bagi sebagian orang, justru sektor ini bisa menjadi andalan dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian keluarganya.

Sebut saja, Musiran, salah satu petani yang awalnya memanfaatkan lahan kosong yang ia pinjam dari warga lain, yakni biasa dipanggil Pak Lebu di kawasan Manggar Baru, Balikpapan Timur, Kaltim.

Berkat keuletannya menggarap lahan terlantar itu, maka kini ia sudah memiliki lahan 6.000 M2 dengan omzet penjualan sayur-sayuran bagi sejumlah perusahaan katering di Balikpapan mencapai Rp150 juta per bulan.

Musiran adalah warga perantauan asal Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ia datang ke Kalimantan Timur untuk bekerja pada sebuah perusahaan batu bara terbesar nasional, yakni KPC (Kaltim Prima Coal) pertengahan 1980-an.

Musiran bekerja di Unit Laboratorium di Sangatta, Kutai Timur, 300 km utara Balikpapan.Seperti umumnya pendatang, Musiran muda punya etos kerja luar biasa. 

Menghabiskan waktu di laboratorium memeriksa contoh-contoh batubara biasa dilakoninya hingga malam larut. Pekerjaannya juga rapi dan cepat selesai.

Melihat prestasinya, maka pihak manajemen akan mengirimnya ke Australia untuk mengikuti pendidikan tenaga laboratorium selama enam bulan agar lebih ahli di bidangnya.

Seharusnya, karyawan lain pasti senang mendapat beasiswa ke Negeri Kanguru itu. Namun, bagi Musiran tugas itu sangat berat mengingat istrinya baru melahirkan.

Maka ia menolak tugas ke Australia itu. Tidak cuma itu, Musiran bahkan mundur dari perusahaan dan kembali ke Balikpapan, 1986. Dua tahun ia luntang lantung tidak ada pekerjaan di Balikpapan. Keluarganya hanya hidup dengan uang pesangon dari perusahaan yang pasti terus menipis.

Lahan Kosong

Melihat sebuah lahan terlantar, terpikir olehnya untuk memanfaatkannya sebagai sebuah kegiatan usaha yang menghasilkan. Setelah mendapat ijin dari pemilik, maka ia segera menggarap lahan yang cukup landai dan berpasir itu.

Musiran menanam sawi, bayam, cabai, dan pepaya di bagian depan. Di belakang, ia mendirikan rumah permanen yang dikelilingi halaman rumput yang lapang.


Ia mengaku bahwa meski keturunan petani namun tidak bercita-cita jadi petani akan tetapi perjalanan hidupnya yang menolak tawaran perusahaan ke Australia yang merubah masa depannya.


"Waktu itu tahun 1988, saya sudah tinggal di Manggar ini. Tentu saja saat itu penduduk Balikpapan masih jarang. Ada lahan kosong milik Pak Lebu. Ini tinggal di pusat kota sana dan hanya sekali-sekali kemari periksa tanahnya. Lahannya dibiarkan begitu saja tak diurus," tuturnya.

Melihat lahan itu, maka tanpa ada kompensasi apa-apa, pemilik lahan dengan bermurah hati meminjamkan lahannya selama empat tahun. Musiran kemudian menanam sawi, bayam, kacang panjang, tomat, juga cabai, dan pepaya.

Saat menggarap lahan itu, perekonomian keluarganya dalam kondisi kritis karena uang pesangon perusahaan terus menipis.

Kala itu, bahkan ia tidak mampu membeli pupuk pabrik sehingga ia memanfaatkan kotoran ternak yang banyak di dekat lahan yang ia garaf sebagai pupuk kandang.

Selama satu tahun menjadi petani, nasibnya mulai berubah ketika seorang teman membuka usaha katering dan membutuhkan sayuran segar dalam jumlah cukup banyak.

"Alhamdulillah. Waktu itu 1989, dari memasok katering saja, sudah dapat Rp20 juta per bulan," kata Musiran.
Setelah itu, usahanya di bidang pertanian ini terus berkembang sehingga ia membeli lahan selluas 6.000 meter per segi pada 1993. Saat itu, harga tanah masih murah, yakni hanya Rp5.000-Rp10.000 per M2.

Sejak 1993 itu, usahanya tidak sekadar melayani perusahaan katering kecil namun sudah merambah ke usaha katering besar yang melayani perusahaan Migas di Balikpapan 
sehingga omzetnya dalam memasok berbagai jenis sayuran itu sudah mencapai Rp150 juta per bulan.

Kini, di Balikpapan, bukan hanya Musiran yang sukses memanfaatkan lahan pekarangan untuk bertanam sayuran namuun sejumlah warga juga melakukan usaha yang sama.
Petani lain rata-rata memiliki lahan dua hektar sudah bisa memanfaatkannya. Sebagian lahan untuk rumah dan sebagian lahan lahan pekarangan itu untuk bertanam berbagai jenis sayuran.

Pembeli tetap sayuran dari pekarangan keluarga itu kini bukan hanya perusahaan katering namun juga oleh pengelola hotel, rumah makan dan restoran di "Kota Minyak" Balikpapan.

Ternyata untuk mendapatkan rezeki, tidak mesti harus bekerja jauh dari rumah namun bisa juga halaman pekarangan rumah dapat memberi "berkah" seperti dipelopori oleh Musiran.
Redaktur: Heri Ruslan - ROL
 

Sample text

Sample Text

Sample Text