Pages

Sunday, December 19, 2010

Kedelai Untuk Mengatasi Perut Yang Buncit

Kedelai bukan saja kaya akan protein nabati, namun juga berkhasiat mencegah penimbunan lemak pada lingkar perut khususnya pada wanita pascamenopause.

Bagi wanita, penampilan adalah salah satu hal terpenting. Tubuh yang ramping dan indah selalu menjadi dambaan setiap kaum Hawa, supaya mereka terlihat sempurna. Namun masalah biasanya muncul ketika wanita mulai memasuki masa-masa menopause atau berhentinya masa menstruasi. Seorang wanita biasanya mulai mengalami masalah fisik dan psikis terkait perubahan yang terjadi dalam tubuhnya. Masalah ini bisa merembet ke hal lain termasuk pada bentuk tubuh yang tidak lagi indah seperti saat remaja.

Terhentinya haid atau menstruasi dapat menyebabkan penimbunan lemak di bagian-bagian tubuh tertentu terutama di sekitar pinggang, sehingga limgkar pinggang meningkat. Dengan kata lain, Anda makin lama makin gendut.

Masalah penimbunan lemak ini tentu tak bisa dibiarkan begitu saja. Kini ada sebuah harapan baru untuk mengatasi problema lemak ini salah satunya dengan mengonsumsi kedelai secara teratur.

Sebuah riset yang dilakukan para peneliti belum lama ini menunjukkan, konsumsi minuman kedelai dapat memperbaiki penampilan perempuan. Dalam riset, perempuan pascamenopause yang mengonsumsi minuman kedelai secara teratur setiap hari selama tiga bulan, cenderung memiliki perut lebih ramping dibanding rekan mereka yang minum susu.

Kedelai mengandung isoflavon, yang strukturnya sama dengan estrogen dan menempel pada reseptor estrogen di lapisan lemak. Jadi, secara teori isoflavon pada kedelai dapat membantu mengatur metabolisme lemak tubuh.

“Temuan ini tampaknya yang pertama menunjukkan bahwa protein dapat mempengaruhi distribusi lemak di perut,” ungkap pimpinan riset, Dr Cynthia K. Sites, dari Universitas Alabama di Birmingham yang mempublikasikan risetnya pada jurnal kedokteran “Fertility and Sterility”

Dalam risetnya, Sites melibatkan sebanyak 18 wanita berusia 50-an yang telah memasuki masa menopause antara satu hingga lima tahun. Setengah dari mereka diberi minuman shake dari kedelai setiap hari, sedangkan setengah lagi mengonsumsi milkshake yang mengandung protein casein.

Responden diminta meminum setengah takar minuman shake tersebut ketika sarapan dan setengah lagi saat makan malam. Mereka juga harus mengganti minuman sehari-hari dengan makanan lain guna mencegah penambahan berat badan.

Setelah tiga bulan berjalan, para peneliti menemukan bahwa wanita yang meminum kedelai mempunyai lingkar lemak perut lebih ramping dibanding yang meminum susu, meski kedua kelompok menunjukkan perubahan yang sama dalam berat dan lemak seluruh tubuh.

“Belum jelas mengapa protein pada kedelai dapat mempengaruhi lemak khususnya di lingkar perut. Apapun mekanismenya, data kami menunjukkan protein kedelai yang mengandung isoflavone dapat mencegah akumulasi lemak di perut,” ungkap Sites.

Peneliti menekankan bahwa mencegah penimbunan lemak pada usia paruh baya sangat penting artinya karena lemak yang berlebihan pada perut berkaitan dengan tingginya risiko mengidap diabetes dan penyakit jantung. Mereka juga berharap akan ada penelitian lanjutan untuk mengungkap potensi besar protein pada kedelai.
sumber : http://www.kompas.com

Keripik Gadung Untuk Atasi Penyakit Rematik

Keripik gadung cukup dikenal masyarakat di tanah air sebagai penganan ringan. Tumbuhan gadung (Dioscorea hispida Dennst) adalah salah satu jenis tumbuhan merambat yang umbinya dimanfaatkan dalam industri rumah tangga yang bisa dijadikan keripik.

Namun, keripik yang sepintas hanya dianggap sebagai makanan ringan ini nyatanya memiliki berbagai khasiat obat. Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan gadung adalah dioscorine (racun penyebab kejang), saponin, amilum, CaC204, antidotum, besi, kalsium, lemak, garam fosfat, protein, dan vitamin B1.

Bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah umbinya. Menurut pakar tanaman obat, Prof Hembing Wijayakusuma dalam bukunya Tumbuhan Berkhasiat Obat, penyakit yang bisa diatasi dengan gadung adalah rematik. Umbi gadung bisa digunakan sebagai obat luar atau obat dalam. Pada pemakaian luar, umbi gadung diparut dan ditempelkan pada bagian yang sakit.

Untuk pemakaian dalam, 15 sampai 30 gram umbi gadung segar atau 5 gram kering direbus lalu airnya diminum atau dijadikan keripik lalu dimakan. Mengatasi rematik, 30 gram umbi gadung, 10 gram jahe merah, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc lalu disaring dan diminum airnya. Lakukan secara rutin.


Sumber : republika.co.id

Hubungan Angggur Dengan Tekanan Darah

Peneliti Amerika Serikat dalam Jurnal Gerontologi, menyimpulkan, jika anggur dapat membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi jantung.

“Temuan ini mendukung teori yang ada dalam anggur sendiri, yang memiliki dampak langsung terhadap risiko kardiovaskuler. ini dapat menurunkan tekanan darah-yang sudah kita ketahui dari kandungan buah-buahan dan sayuran,” ujar Mitchell Seymour, peneliti Universitas Michigan.

Dalam sebuah studi yang disponsori produsen anggur California itu, Seymour dan rekannya meneliti efek dari anggur biasa pada tikus yang meningkat tekanan darah tingginya, bila diberi makanan yang asin. Setelah 18 minggu, tikus yang memakan anggur menunjukkan tanda penurunan tekanan darah, dan fungsi jantung lebih baik, serta mengurangi peradangan di seluruh tubuh mereka. Sedang tikus yang memakan makanan asin ditandai kerusakan pada otot jantungnya.

“Yang pasti terjadi penurunan hipertensi dan mengurangi risiko kegagalan jantung, karena kadar anggur yang tinggi,” ujar Dr Steven Bolling, rekan Seymour.Bolling mengatakan, flavonoids, bahan kimia yang ditemukan dalam anggur, teh hijau, kakao dan tomat, dapat memiliki efek pada tekanan darah. Flavonoids, ujarnya, telah terbukti dalam penelitian lain, memiliki manfaat untuk jantung.

sumber :http://tempointeraktif.com

Awet Muda Dengan Kedelai

Selain kaya akan protein nabati, enak, mudah dicerna, dan potensial menyehatkan, kedelai ternyata juga mengandung Isoflavon

Ya… hampir semua orang tahu, kedelai adalah kacang-kacangan berprotein tinggi. Namun, banyak orang belum tahu bahwa kedelai adalah sumber utama isoflavon, yang telah terbukti memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh. Salah satunya menjamin kulit awet sehat dengan menjaga elastisitas kulit, sehingga terlihat awet muda.

Isoflavon juga mengandung salah satu zat aktif fitoestrogen. Khasiatnya menyerupai hormon estrogen. Bila dikonsumsi secara rutin, bisa meningkatkan kekenyalan kulit dan mengurangi efek penuaan dini.

Menurut dr. Deby Susanti Vinski, ahli kecantikan dan anti-aging lulusan Perancis, kepada rileks.com, isoflavon dapat menjaga keseimbangan hormon dan berfungsi sebagai antioksidan, sehingga berpengaruh pada peningkatan kelembapan kulit.

“Dampak mengonsumsi fitoestrogen, kerutan di kulit berkurang. Sama dengan hasil terapi hormon untuk menjamin kulit sehat dan mengurangi penuaan dini, yang ditandai dengan terjaganya kekenyalan atau elastisitas kulit,” kata dr. Deby.

Struktur kimia isoflavon dan estrogen itu hampir sama. Tak heran, isoflavon sering disebut pengganti hormon estrogen secara alami atau fitoestrogen.

“Kandungan isoflavon dalam kedelai efektif diserap tubuh manusia. Isoflavon bersifat estrogenik, bermanfaat meningkatkan hormon estrogen. Dengan demikian, konsumsi kedelai bermanfaat bagi mereka yang menjelang maupun sudah mengalami menopause,” tuturnya.

Sebaliknya, bagi penderita kanker payudara atau kanker rahim yang estrogennya berlebih, isoflavon memiliki sifat antiestrogenik. Artinya, membantu memblokade estrogen agar bergerak menurun.

Dengan keistimewaan tersebut, bagi perempuan yang ingin memiliki sehat dan tetap awet muda tak salah jika disarankan untuk memperbanyak konsumsi kedelai dan turunannya seperti susu maupun tepung.

Khasiat isoflavon kedelai telah dibuktikan lewat berbagai penelitian ilmiah. Di antaranya dilakukan Masayuki Arii, Kikkoman Co, Ltd Biochemical Division (2005).

Peneliti asal Jepang tersebut melibatkan 26 wanita berusia 30-40 tahun. Terungkap bahwa konsumsi isoflavon selama tiga bulan mampu menahan kondisi kerutan tidak menjadi parah serta memperbaiki kekenyalan kulit.

Secara keseluruhan dr. Deby menyimpulkan, manfaat dari isoflavon bukan hanya sekedar mengurangi kerutan pada kulit dan merangsang pembentukan kolagen, melainkan juga memiliki banyak manfaat, antara lain:

1. Memperbaiki metabolisme lemak, sekaligus mengontrol berat badan.

2. Pada saat terjadi menopause, hormon estrogen berkurang dan tak lagi di produksi tubuh.

Sehingga, kerap timbul masalah seperti sulit tidur dan kulit keriput. Kemiripan sifat isoflavon dengan hormon estrogen membuat zat ini begitu hebat dan mampu menghambat laju penuaan dini.

3. Membantu mencegah Osteoporosis

Beberapa studi telah dilakukan untuk menghubungkan konsumsi kalsium dengan pengendalian osteoporosis. Penambahan kalsium dan estrogen yang dilakukan terhadap 72 orang wanita pasca menopause menunjukkan adanya pengurangan penurunan massa tulang.

4. Membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan dapat mengurangi risiko penyakit jantung,

Melalui penelitian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa mengonsumsi 4 porsi makanan dari kedelai setiap hari, kadar LDL dalam darah bisa berkurang hingga 10%, yang berarti dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 20%

Manfaat dan Khasiat dari Buah Pisang

Jangan menyepelekan khasiat buah pisang. Selain menjadi favorit sebagian besar atlet lokal maupun internasional, karena mengenyangkan tapi tak membuat gemuk, pisang juga sangat berkhasiat bagi kesehatan serta kecantikan.

Buah ini tak hanya mudah di cerna, tapi juga mengandung 9 kandungan gizi dan mengembalikan energi. Dibanding buah lain, pisang memang cenderung mudah dinikmati karena tidak perlu lagi diolah.

Asal tahu saja, sebuah pisang yang matang akan mengandung 99 gram (gr) kalori, 1,2 gr protein, 0,2 gr lemak, 25,8 miligram (mg) karbohidrat, 0,7 gr serat, 8 mg kalsium, 28 mg fosfor, 0,5 mg besi, 44 RE vitamin A, 0,08 mg vitamin B, 3 mg vitamin C dan 72 gr air.

Namun untuk mendapatkan manfaatnya, Anda perlu cermat memilih. Pasalnya hanya pisang yang matang saja yang dapat mengubah gula darah menjadi glukosa alami, serta cepat diabsorsi ke dalam peredaran darah.

Ciri-ciri pisang yang matang, adalah pisang yang kulitnya berwarna hijau kekuning-kuningan dengan bercak cokelat atau kuning. Semua kandungan dalam pisang matang tersebut, akan memberikan beberapa manfaat kesehatan, terutama bagi:

1. Sumber Tenaga
Pisang dapat dicerna dengan mudah, sehingga gula yang terdapat didalamnya akan diubah menjadi sumber tenaga yang baik untuk pembentukan tubuh, kerja otot dan juga sangat bagus untuk menghilangkan lelah.

2. Ibu Hamil
Wanita yang tengah hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi pisang, karena mengandung asam folat tinggi yang penting bagi kesempurnaan janin, pembentukan sel-sel baru dan mencegah terjadi cacat bawaan.

Sebuah pisang matang, akan mengandung sekitar 85-100 kalori. Sehingga dengan memakan dua pisang segar, kebutuhan asam folat yang sekitar 58 mikrogram dapat terpenuhi. Di samping itu pisang akan membantu menjaga kadar gula darah yang dapat mengurangi morning sick, sehingga pisang sangat baik untuk cemilan ibu hamil.

3. Penderita Anemia
Kandungan zat besi yang cukup tinggi pada pisang, dapat menstimulasi produksi hemoglobin dalam darah bagi penderita anemia. Dua buah pisang sehari, sangat baik untuk penderita anemia.

4. Penderita Sakit Maag
Sebagai buah yang dapat dikonsumsi langsung, pisang tak membuat iritasi atau kerusakan usus bagi penderita maag. Buah ini sering digunakan untuk melawan penyakit usus, sebab teksturnya lembut.

Pisang juga dapat menetralkan kelebihan asam lambung dan melapisi perut sehingga mampu mengurangi iritasi. Bagi yang mengalami penyakit usus atau kolik akibat asam lambung, Anda dapat mengkonsumsinya dengan di campur pada segelas susu cair.

5. Penderita Penyakit Lever
Bagi penderita lever, dua buah pisang sehari dengan tambahan satu sendok madu, akan baik untuk menambah nafsu makan dan meningkatkan kuat.

6. Penderita Luka Bakar
Khusus untuk penderita luka bakar, Anda dapat menggunakan daun pisang sebagai pengobatan. Caranya, kulit yang terbakar dioles dengan campuran abu daun pisang dan minyak kelapa. Campuran ini mampu mendinginkan kulit yang terbakar.

7. Yang Mengalami Stress
Pisang mengandung potasium, yaitu mineral vital yang membantu menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan kadar air dalam tubuh. Ketika mengalami stress, metabolisme tubuh akan meningkat drastis sehingga mengurangi kadar potasium tubuh. Dengan pisang, potasium dalam tubuh kadarnya akan seimbang.

8. Penderita Stroke
Berdasarkan riset The New England Journal of Medicine, mengkonsumsi pisang setiap hari akan menurunkan resiko kematian akibat stroke hingga 40%.

9. Mengontrol Temperatur
Di beberapa negara, pisang dipandang sebagai makanan pendingin yang dapat menurunkan temperatur fisik dan emosional ibu hamil. Di Thailand contohnya, ibu hamil mengkonsumsi pisang untuk memastikan bayi lahir dengan temperatur sejuk.

10. Meningkatkan Kekuatan Otak
Di sebuah sekolah Inggris, 200 pelajar mampu menyelesaikan ujian akhir hanya dengan sarapan pisang. Mereka juga kerap mengkonsumsi pisang saat jam istirahat serta makan siang, sebab pisang mampu meningkatkan kekuatan otak.

Sekolah Inggris tersebut merupakan responden sebuah riset, dan membuktikan bahwa kandungan potasium pada pisang membuat para pelajar jadi lebih aktif dalam proses belajar.

Di sisi lain, pisang juga bermanfaat bagi kecantikan. Seperti juga pada buah-buah lain, seperti alpukat, bengkuang dan mentimun, pisang juga kerap dijadikan sebagai masker wajah, atau untuk mengatasi rambut rusak dan menghaluskan tangan.

Pisang juga punya peranan dalam menurunkan atau menaikkan berat badan. Sebuah penelitian telah membuktikan, bahwa seseorang mampu menurunkan berat badannya dengan berdiet pisang.

Bila ingin menghilangkan berat badan, caranya gampang. Setiap hari konsumsilah empat buah pisang dan empat gelas susu non fat atau susu cair dalam sehari. Lakukan selama tiga hari dalam seminggu.

Dari pisang dan susu tersebut, Anda mendapatkan 1,250 kalori. Menu ini cukup menyehatkan bagi tubuh Anda. Selain menurunkan berat badan, diet pisang juga membantu kulit wajah menjadi lebih bersih dan tidak berminyak.

Sedangkan yang ingin menambah bobot tubuh, konsumsilah satu gelas banana shake yang dicampur madu, kacang dan mangga, sesudah makan. Menu ini bila dikonsumsi setiap hari, akan membantu menaikkan berat badan.

Belum banyak yang tahu, bahwa pisang ternyata juga mampu membantu perokok mengatasi kecanduan nikotin. Kandungan vitamin B6 dan B12 yang terdapat di pisang, dapat menetralisir pengaruh nikotin dalam tubuh. Bahkan enzim bromelain yang terkandung di pisang pun, terbukti dapat meningkatkan libido pria.
Sumber : izoel pada http://www.halohalo.co.id
 

Sample text

Sample Text

Sample Text