Pages

Friday, March 29, 2013

MEMELIHARA BURUNG KUTILANG

Cucak Kutilang atau Kutilang adalah sejenis burung kicauan dari suku Pycnonotidae. Masyarakat dari daerah Sunda menyebutnya cangkurileung, orang Jawa menamainya ketilang atau genthilang, mengikuti bunyi suaranya yang khas. Dalam bahasa Inggris burung ini disebut Sooty-headed Bulbul, sementara nama ilmiahnya adalah Pycnonotus aurigaster; mengacu pada bulu-bulu di sekitar pantatnya yang berwarna jingga


Kebiasaan dan Penyebaran 

Cucak kutilang kerap mengunjungi tempat-tempat terbuka, tepi jalan, kebun, pekarangan, semak belukardan hutan sekunder, sampai dengan ketinggian sekitar 1.600 meter dpl. Sering pula ditemukan hidup meliar di taman dan halaman-halaman rumah di perkotaan. Burung kutilang acapkali berkelompok, baik ketika mencari makanan maupun bertengger, dengan jenisnya sendiri maupun dengan jenis merbah yang lain, atau bahkan dengan jenis burung yang lain. 

Seperti umumnya merbah, makanan burung ini terutama adalah buah-buahan yang lunak. Cucak kutilang sering menjengkelkan petani karena kerap melubangi buah pepaya dan pisang yang telah masak di kebun. Namun sebaliknya burung ini menguntungkan petani karena juga memangsa pelbagai jenis serangga, kupu-kupu dan ngengat ulat dan aneka hewan kecil lainnya yang menjadi hama tanaman. 




Burung Kutilang memiliki kebiasaan untuk berjemur dan mandi embun setiap pagi,hal ini berguna untuk menjaga bulunya yang terus di minyaki. Minyak ini berasal dari bagian belakang dekat ujung ekornya yang berhubungan dengan badan. Burung Kutilang juga memiliki kebiasaan menaikan jambulnya bila senang maupun ingin buang air besar. Burung Kutilangpun memiliki masa "Mabung" yaitu saat dimana bulu yang lama rontok dan berganti bulu yang baru. Di saat Mabung burung Kutilang akan cenderung lebih diam baik secara suara maupun gerakan. 

Sarang cucak kutilang berbentuk cawan dari anyaman daun rumput, tangkai daun atau ranting yang halus. Telur dua atau tiga butir, berwarna kemerah-jambuan berbintik ungu dan abu-abu. Tercatat bersarang sepanjang tahun kecuali Nopember, dengan puncaknya April sampai September. 



Burung kutilang menyebar luas di Tiongkok selatan dan Asia Tenggara kecuali Malaysia , Jawa serta Bali. Diintroduksi ke Sumatra dan Sulawesi, beberapa tahun yang silam burung ini juga mulai didapati di Kalimantan.

Perawatan burung ini terbilang cukup mudah karena burung ini dikenal sebagai burung yang mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya sehingga seliar apapun burung ini jika sudah lama dirawat maka akan menjadi jinak, terlebih jika memelihara burung ini dari piyikan maka akan mudah perawatan dan juga proses penjinakannya. Untuk makanannya bisa dibilang tidak merepotkan karena burung - burung jenis Cucak-cucakan sangat menyukai Buah-buahan dan seranggs. 

sumber: berbagai sumber, gambar@orientalbirdimages.com

TENTANG KEBIASAAN BURUNG SUKA SALTO

Mempunyai burung yang bertingkah laku ganjil seperti salto atau 'jumpalitan' memang merupakan suatu hal yang menjadi masalah utama para penggemar burung kicauan , selain terlihat jelek karena burung yang tidak mau diam, juga kalau tidak diketahui penyebab saltonya malah akan membuat burung tersebut akan mendapatkan masalah besar di kemudian hari. Burung yang terkenal suka salto adalah cendet, robin, ciblek dan kacer. walaupun demikian masih ada juga burung burung lainnya yang mempunyai kebiasaan buruk tersebut. 

Banyak hal yang menyebabkan seekor burung mempunyai kebiasaan buruk seperti salto atau jumpalitan didasar kandang, seperti burung stress, kelamaan disimpan dalam kandang sempit atau tangkringan terlalu dekat dengan bagian atas sangkar, dan juga penyakit atau bakteri yang menyebabkan burung menjadi hilang keseimbangannya. 




Burung yang memiliki kebiasaan salto dikarenakan stress biasanya banyak dialami oleh burung - burung hasil tangkapan hutan atau burung burung bakalan yang ditempatkan dalam sangkar yang kecil atau tidak sesuai. sehingga burung yang mencoba mencari celah diantara jeruji-jeruji yang ada diatas sangkar dan salto dilakukan untuk menjaga keseimbangan tubuhnya, namun karena hal tersebut menjadi rutin terlebih lagi oleh sikap pemilik yang tidak juga mengganti kandangnya dengan yang sesuai untuk burung tersebut maka akhirnya salto tersebut menjadi kebiasaan si burung dan itu tertanam dalam otaknya. sehingga biarpun kandang sudah diganti dengan yang sesuai dan penempatan tangkringan yang standar si burung tetap saja bersalto.

Dan untuk mengatasi masalah kebiasaan tersebut kita bisa memindahkan si burung ke kandang yang lebih luas atau umbaran untuk mencegahnya melakukan kebiasaan saltonya atau juga dengan menambah beberapa tangkringan yang diatur sedemikian rupa sehingga tidak memberi tempat untuk si burung bersalto, terapi ini hanya untuk membuat si burung melupakan kebiasaan saltonya dan masih ada kemungkinan si burung kembali melakukannya lagi begitu kembali ke kandang yang biasanya. jadi untuk kebiasaan salto karena stress ini sangatlah sulit untuk diobati kecuali dengan terapi yang konsisten dan kontinue hingga siburung benar-benar menghilangkan kebiasaan saltonya. 

Sementara untuk burung yang salto karena penyakit atau bakteri atau juga karena kekurangan mineral magnesium (mg) yang menyebabkan burung kehilangan keseimbangan sehingga burung secara reflek melakukan salto terlihat dari kebiasaan saltonya yang dimulai dari meliuk liukan leher atau jumpalitan di dasar sangkar. biasanya salto karena penyakit ini tidak sering dilakukan dan hanya muncul sekali-sekali tidak terus menerus seperti halnya karena kebiasaan. Burung akan kembali bersikap normal seperti biasanya dan akan melakukan salto begitu penyakitnya mulai terasa, diawali dengan liukan leher dan seterusnya. pencegahannya bisa dengan memberikan anti biotik atau obat-obatan mineral khusus untuk burung.

PERTANDA MURAI BATU SUDAH SIAP KONTES


Murai batu ( copychus malabaricus) adalah salah satu keluarga dari jenis Turdidae atau sikatan dan jenis ini termasuk salah satu jenis burung yang mampu berkicau dengan merdu, berirama dan penuh variasi dengan suaranya yang khas. 

Tidak hanya itu murai batu juga dikenal karena gayanya yang atraktif dan memukau terlebih dengan naluri tempurnya yang selalu berkobar koba. 

Murai batu yang sudah siap dilombakan bisa dikenali dengan ciri ciri sebagai berikut:

  • Usia harus sudah mapan, dengan begitu mentalnya pun bisa stabil dan sifat fighternya tinggi, usia yang siap lomba minimal 2 tahun
  • gayanya yang mulai ngeplay dengan kepala keatas penuh kewaspadaan, energik dan sangat sensitif terhadap suara suara yang mengganggu,
  • Murai Batu lebih dominan dengan suara yang berulang (ngeban) dengan intonasi yang kuat, keras sampai terlihat tubuhnya bergetar sewaktu berbunyi.
  • Murai Batu terdengar rajin mengeluarkan suara suara isian dengan intonasi keras saat mendengar suara suara aneh.
  • Murai batu terbiasa dengan suasana keramaian, karena seperti halnya kacer ada juga muray batu yang gacor dirumah tetapi begitu dibawa ke lapangan malah membisu tidak mau bunyi.
  • Bentuk fisik terlihat proporsional, tidak gemuk dan tidak kurus.
  • murai batu sudah terbiasa dibawa trek dengan burung murai lainnya dengan jumlah lebih dari tiga burung, agar burung tidak demam panggung begitu dibawa ke arena lomba dengan peserta yang banyak dan juga tidak terlalu galak.
  • Kotoran yang terlihat kecil dan kering, serta sering disertai adanya muntahan kering bekas makanannya.

Dengan melihat ciri dan kondisi seperti diatas, burung murai batu bisa dikatakan sudah siap untuk dibawa ke lapangan, mengenai aksi dan penampilannya tentu saja tergantung dari rawatan kitanya. semoga bermanfaat.

CARA MEMEGANG BURUNG YANG BENAR

Berhati-hatilah saat memegang burung kesayangan Anda, karena burung mudah sekali eksitasi (meronta-ronta) yang kemudian akan membuatnya stres. dan dalam kondisi tersebut, burung bisa mati jika dipegang pada bagian dada. Hal itu dikarenakan burung tidak memiliki diafragma sehingga tidak bisa bernafas bila bagian dadanya didekap, apalagi bila terlalu kencang.

Burung memiliki konstruksi kepala, sayap dan kaki yang kokoh sehingga ketika memegang burung usahakan dengan menangkap kepala, sayap dan kedua kakinya.

Jika Anda memegang burung kecil seperti kenari, murai batu dan anis merah, upayakan memegangnya dari bagian atas burung dan telapak tangan berada di punggung burung, sementara dua jari (telunjuk dan tengah) mengapit leher, seperti kita memegang ulekan cobek namun menjepitkan jari tengah dan telunjuk seperti sedang memegang rokok.

Sementara untuk burung jenis besar seperti kakatua, burung hantu dan elang, pegang bagian kepala dengan tangan satu. Jika burung paruh atau kaki tajam, bisa menggunakan handuk atau paper towel. Sementara tangan satunya memegang kaki. Sedangkan untuk bagian sayap, bisa minta bantuan orang lain.

Jika Anda ingin menggunakan sarung tangan untuk memegang, sebaiknya yang bukan berbahan kulit atau plastik tebal. Dan jangan menangkap burung secara tiba-tiba karena burung bisa panik dan stres berat. Menggunakan sarung tangan tebal akan membuat tangan kehilangan sensitivitas sehingga genggaman bisa terlalu kuat dan bisa menyebabkan kematian burung secara mendadak, seperti burung tercekik.

Disarankan pula untuk memegang burung di tempat tertutup sebagai antisipasi jika burung terlepas dari tangan, dia tidak akan pergi ke mana-mana.

Burung liar atau sedang meronta, akan cepat sekali naik suhu tubuhnya (hyperthermic). Oleh karena itu jika pemeriksaan atau perawatan burung akan memakan waktu lama, maka setelah burung dapat dikuasai, maka handuk, paper towel atau sarung pelapis tangan segera dilepas untuk mengurangi terjadinya hyperthermic.
Beberapa cara memegang burung yang benar

semoga bermanfaat

SEKILAS TENTANG BURUNG JALAK KEBO

Jalak merupakan jenis burung berkicau yang memiliki suara kasar dan keras dengan ragam variasi tembakan yang bisa juga dijadikan masteran bagi burung berkicau lainnya seperti Muray Batu. Banyak jenis-jenis burung jalak yang bisa dijadikan masteran seperti burung Jalak Suren, Jalak Putih, jalak Malaysia, Jalak Kebo, Jalak Cungko ataupun jenis-jenis dari keluarga jalak lainnya semacam Rio-rio dan lainnya. 


Untuk pembahasan kali ini kita akan mengulas tentang burung jalak kerbau atau yang lazim disebut jalak kebo. Burung Jalak kebo adalah jenis burung kicau yang tergolong dalam suku sturnidae dengan ukuran tubuh yang sedang, berukuran antara 20 cm - 30 cm. Jenis burung ini hidup berkelompok dalam jumlah antara 4 hingga 6 ekor dan bersuara bising. 

Bagi kalangan pecinta burung kicauan burung jalak kebo kurang mendapat perhatian khusus, Burung ini hanya dijadikan sebagai burung masteran karena variasi suara serta lengkingannya yang tajam. Tak begitu banyak penggemar burung yang memelihara burung jalak kebo ini, padahal burung ini sebenarnya adalah burung pintar yang bisa menirukan berbagai macam suara bahkan karena kepintarannya burung ini juga bisa menirukan suara manusia walaupun hanya sepatah-patah kata. Burung jalak kebo jika dipelihara lama bisa menjadi burung yang penurut seperti halnya burung kutilang ( cangkurileung ) , memelihara burung ini pun sangat mudah dan tidak merepotkan kita dalam hal pemberian pakannya. Burung jalak kebo bisa disebut sebagai burung yang mau makan apa saja termasuk makanan utamanya yaitu Voer, serangga dan buah-buahan. 


Burung yang terkenal dengan kelincahannya ini sering terlihat di daerah pematang sawah, perkebunan, hutan - hutan primer dan sekunder serta daerah padang rumput. Berkelompok dan bersarang dalam lubang-lubang pohon besar ataupun dalam lubang pohon yang tumbang. Hidup berkelompok dan suka bertengger sambil memakan kutu-kutu atau parasi yang ada di punggung kerbau karena itulah burung ini dinamakan dengan jalak kerbau. Kakinya yang panjang membuat burung jenis ini lebih aktif berjalan diatas permukaan tanah mencari dan mengais makanan seperti cacing tanah, jangkrik serta makanan lainnya yang ditemukan. 



Daerah Penyebaran Habitat Burung ini mulai dari Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Malaysia, Thailand bahkan hampir di seluruh kawasan Asia Tenggara. Jumlah Populasinya yang cendrung kian menurun karena faktor seleksi alam dan ulah penangkapan yang di lakukan manusia. Membuat Jumlah species burung ini kian di ambang kepunahan, meskipun nasibnya tak separah yang di alami oleh saudara – saudara satu speciesnya yang lain seperti : Jalak Bali, Jalak Suren, Jalak Nias, Jalak Putih dsb.

Jalak kerbau atau jalak hitam atau masyarakat sunda menyebutnya dengan sebutan kerak kebo memiliki warna hitam diseluruh tubuhnya dengan sedikit bulu yang berwarna putih di sayap dan pada ekornya. Postur tubuh jantan lebih panjang daripada burung betina tatapan matanya pun lebih tajam, tetapi baik jantan ataupun betina keduanya sama-sama berkicau. 
Ada berbagai cara untuk membedakan burung jantan dengan betina dan biasanya penggemar burung kicauan melihat jambul yang ada diatas paruhnya, jika jambul tersebut panjang dan berdiri permanen maka dipastikan burung tersebut adalah jantan, cara tersebut masih belum menjadi acuan dalam pemilihan burung jalak kebo yang benar-benar jantan. Ada lagi yang melihat kepintaran menirukan suara burung jalak kerbau dari warna lingkaran matanya jika berwarna putih ( di jawa barat kerap menyebut dengan jalak emas/kerak omas) maka burung tersebut dianggap lebih pintar menirukan suara burung lain dan bisa diajar bicara dibanding yang lingkar matanya berwarna kuning. tetapi semuanya kembali pada kemampuan kita sebagai trainernya.


MELATIH JALAK KERBAU


Jalak kerbau yang dipelihara dari muda atau anakan akan lebih cepat menguasai celotehan manusia dibanding dengan burung yang sudah dewasa. untuk melatih burung ini bisa berbicara diperlukan kesabaran serta rutinitas latihan agar si burung benar-benar memahami apa maksud pemiliknya.

Mengajarkan burung bicara harus terlebih dahulu mengetahui karakter dari burung jalak kerbau ini, ingat burung ini bukan sejenis burung beo yang mampu berucap dalam beberapa kalimat, burung jalak kerbau hanya mampu mengucapkan sepatah kata yang pendek tapi tegas dalam penyebutannya, contohnya : bapak, emak, cewek dsb. jangan dilatih menghapalkan kalimat yang panjang karena keterbatasan penerimaan kosa kata dari burung jalak kebo ini. ucapkan tiap hari secara berulang dan sebaiknya pada saat mengucapkan kata tersebut jika siburung terlihat memperhatikan kita maka berikan jangkrik atau makanan kesukaannya sebagai hadiah, lakukan terus menerus dan kata yang dilatihpun harus satu kata sampai siburung bisa menyebutkan kata tersebut. setelah itu baru dilatih dengan kata-kata lainnya. ada beberapa mitos mengenai bagaimana agar burung jalak kerbau ini bisa pintar berbicara yang tentunya hal tersebut diluar nalar kita tetapi masih banyak yang percaya dengan mitos tersebut ialah:
 
  • mengusapkan barang yang dibuat dari emas (cincin) ke lidah si burung.
  • memotong ujung lidah burung jalak kerbau yang bercabang.
  • memandikan burung jalak kerbau pada malam jum'at.

dan lain-lain, saya sendiri belum pernah mencoba dan juga belum pernah mendengar ada rekan-rekan saya yang berhasil setelah melakukan hal tersebut diatas ,apakah kita percaya hal tersebut? sebenarnya kunci dari keberhasilan melatih burung ini adalah kesabaran dan ketelatenan kita sebagai pemiliknya.

BURUNG-BURUNG YANG ADA DI TIPSPETANI







































Kenari yorkshire


Kenari Merah


Kenari Lizard


Kenari Jambul






























CARA JEBAKAN BURUNG LEPAS


Burung lepas gara-gara sangkarnya jatuh atau gara-gara kelupaan menutup pintu sangkarnya. Sebaiknya mulai sekarang kicaumania harus mulai mengantisipasinya dengan memiliki kandang yang berfungsi sebagai jebakan burung guna mengantisipasi lepasnya burung kesayangan kita. atau siapa tahu ada burung tetangga yang lepas terbang ke rumah kita, sukur-sukur itu burung cucak rawa :) 

Dipasar-pasar burung sudah banyak tersedia kandang - kandang jebakan yang harganya bervariasi antara 40ribu hingga 60ribu tergantung model pintu jebakannya... 

Di indonesia khususnya di pulau jawa ini kebanyakan menggunakan kandang jebakan model pintu yang mengarah ke atas dan model pintu jebakan dengan sistem geser. kandang ini memiliki dua ruang/tingkatan. kandang yg bawah untuk menempatkan jontrot / burung pemikat dan kandang bagian atas adalah kandang untuk menjebak burung. untuk jontrotnya sebaiknya menggunakan burung betina atau burung yang sudah jadi ( rajin berkicau ) dengan tujuan memancing burung lainnya menghampiri kandang. dan sebaiknya di dalam ruang jebakan ( kandang atas ) ditaruh ulat hongkong yang disimpan dalam sebuah wadah kecil. tujuannya agar burung yang terpancing oleh burung pemikat atau burung yang menghampiri kandang jebakan kita begitu melihat ulat akan langsung masuk dan secara otomatis pintu jebakan akan menutup. 

MODEL- MODEL KANDANG JEBAKAN DARI BERBAGAI DAERAH




gbr 1 . kandang ini sering digunakan di wilayah kep riau, sumatera, malaysia dan kalimantan . biasanya digunakan untuk menjebak burung kacer atau burung lainnya



Gbr 2. dengan sedikit kreatifitas bahan kawat pun bisa dibuat menjadi kandang jebakan.


Gbr 3. Kandang ini biasa digunakan di wilayah malaysia, biasanya khusus untuk menjebak burung serindit. 


Gbr 4. Kandang ini model yang biasa di gunakan di indonesia, Banyak tersedia di pasar burung atau kita juga bisa memodifikasi sendiri kandang harian milik kita menjadi kandang jebakan. untuk cara bagaimana memodifikasi kandang harian menjadi kandang jebakan akan saya jelaskan di postingan berikutnya.
















Gbr 5. Model Jebakan yg lazim digunakan untuk menangkap burung gereja atau magpie (murai) di luar negeri.biasanya orang yang membeli kandang ini bukan bermaksud menangkap lalu memliharanya tetapi untuk memindahkan burung tersebut ke tempat lain. 

Gambar - gambar kandang jebakan lainnya : 










Dan selain dari menggunakan kandang jebakan untuk menangkap burung bisa juga menggunakan media lain seperti Jaring ,Getah, kail dan juga perangkap tali.
Jaring biasanya digunakan di area yang luas atau daerah persawahan, dan bisa juga dipasang di tempat tinggi.Pemasangannya dengan cara membentangkan jaring dan dengan cara ini burung - burung yang terbang akan langsung terjerat begitu menabrak jaringnya. 

Getah biasanya digunakan hanya untuk burung - burung kecil saja karena kekuatan / daya lengket dari getah tersebut terbatas sehingga begitu burung menempel di getah kita harus segera mengambil burung tersebut sebelum burung itu terlepas dan kembali terbang. Getah ini biasanya dibuat dari getah pohon bendo, Getah diambil dari pohon tersebut dengan cara menoreh pada bagian kulitnya. Getah yang sudah terkumpul kemudian menggumpal dengan tekstur liat dan relatif elastis. Untuk menangkap burung, getah yang telah menggumpal itu dioleskan pada suatu dahan atau ranting pohon yang diperkirakan akan dihinggapi burung. Dan apabila ada burung yang hinggap, maka telapak kaki atau bahkan sayapnya terekat oleh gumpalan getah bendo tadi.

Kail : penggunaan mata kail seperti yang digunakan pemancing ikan adalah yang paling sering dilakukan pemburu burung liar. dengan cara mengikat beberapa mata kail pada benang nilon dan menggantungnya di tempat yang sering dilewati oleh burung. dan terakhir adalah perangkap tali, biasanya digunakan di dataran rendah / semak belukar. dengan menggantungkan seekor ulat dan memasang tali perangkap yang diikatkan pada ranting yg dibengkokan dan diatur sedemikian rupa hingga begitu ulat tersebut ditarik oleh burung, tali perangkap akan langsung mengikat bagian dari tubuh burung tersebut ( biasanya yang kena terikat adalah kakinya ). ada juga beberapa menggunakan umpan pada mata kailnya yang begitu umpan tersebut dimakan maka burungpun akan tersangkut pada kail tersebut dan biasanya penjebaknya tidak mencabut kail yang telah tertelan siburung tetapi hanya memutus benangnya saja dengan makanya sering ditemukan burung bakalan yang mati akibat mata kail yang menyangkut di tenggorokan atau diperutnya. @ariesmunandi


 

Sample text

Sample Text

Sample Text