Pages

Sunday, April 17, 2011

Menanam Ubi Jalar yang menguntungkan

Berusaha tani ubi jalar, cukup menjanjikan keuntungan, karena ubi jalar mempunyai potensi hasil yang tinggi, dapat mencapai 30-40 ton/hektar, bila diusahakan dengan menggunakan teknologi yang tepat.

Disamping itu, ubi jalar merupakan bahan makanan pokok bagi sebagian penduduk Indonesia, seperti masyarakat kepulauan Irian. Selain itu, ubi jalar, sekarang telah dijadikan sebagai pakan alternatif pengganti beras, dan telah pula menjadi pangan bergengsi

dan bernilai ekonomi tinggi. Tepung ubi jalar dapat dibuat untuk roti tawar, mie, cookies dan banyak lagi aneka ragam produk olahan yang dikemas dengan baik dan dijual di Supermarket dan Swalayan dalam bentuk kripik, roti tawar, mie, dll.

Ubi jalar dapat tumbuh hampir di seluruh daerah. Lokasi yang baik adalah dari dataran rendah sampai ketinggian 2700 m diatas permukaan laut. Suhu udara yang dikehendaki berkisar antara 16-34 C atau suhu rata-rata 24 C, curah hujan yang tepat adalah rata-rata 750-1200 mm per tahun. Dalam pertumbuhannya, ubi jalar membutuhkancahaya matahari yang cukup antara 11-12 jam per hari dan pH tanah yang dibutuhkan adalah 5,8– 6,7.

Bibit ubi jalar, di Sumatera Barat mudah diperoleh, terutama di daerah-daerah sentra produksi seperti Kabupaen Agam, Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, Padang Panjang, Solok, Payakumbuh, Padang. Varietas-varietas yang berproduksi tinggi sudah banyak beredar di petani-petani di daerah tersebut. Ubi jalar memerlukan drainase yang baik, tanah bebas dari gulma. Oleh karena itu, tanah harus diolah sempurnadan dibuat gludan setinggi 30 cm, lebar 60 cm, dan panjangnya sesuai keadaan lahan.

Penanaman dilakukan pada awal atau akhir musim hujan, kebutuhan bibit 40 000 stek /hektar dengan menggunakan stek pucuk.Untuk pembaharuan bibit dapat digunakan umbi ubi jalar yang ditaruh di tanah, kemudian ditutupi dengan tanah setebal 2-3 cm. Setelah 2 bulan sudah bisa diambil atau dijadikan bibit .Pemupukan dianjurkan menggunakan pupuk kandang (organik) 10 ton/ha, pupuk Urea, TSP, KCL, masing-masing 100 kg/hadiberikan bersamaan sebelum tanam, dengan cara ditabur dalam larikan tanam.

Pemeliharaan tanaman seperti pengairan, penyiangan, pemupukan dan pembumbunan dilakukan umur satu minggu dan umur satu bulan setelah tanam. Pembalikan batang tanaman dilakukan setiap 6, 9 dan 12 minggu setelah tanam, bertujuan untuk membatasi merambatnya batang kesegala arah serta terbentuknya umbi-umbi kecil pada setiap ruas yang berhubungan langsung dengan tanah .

Pengairan dilakukan bila keadaan sangat kering dan pengendalian hama boleng yang utama,karena itu hasil panen harus dibawa semua keluar,karena dapat menjadi sarang hama boleng. Umbi yang dihasilkan kemudian disortir dari hama dan penyakit dan juga besar kecil umbi yang dihasilkan,baru bisa digunakan untuk keperluan yang diingini.

(Penulis : Ir.Djanifah Djamaan, Peneliti BPTP Sumbar)

No comments:

Post a Comment

 

Sample text

Sample Text

Sample Text